Kejati Bali Selidiki Dugaan Penyimpangan Anggaran untuk Sewa Rumah Dinas Sekda Buleleng

Kompas.com - 17/03/2021, 22:21 WIB
Konferensi pers perkembangan dugaan korupsi dana sewa rumah dinas Sekda Buleleng di Kejaksaan Tinggi Bali, Rabu, (17/03/2021). (ANTARA/HO-Penkum Kejati Bali)Konferensi pers perkembangan dugaan korupsi dana sewa rumah dinas Sekda Buleleng di Kejaksaan Tinggi Bali, Rabu, (17/03/2021).

KOMPAS.com - Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bali tengah mendalami kasus dugaan penyimpangan anggaran keuangan daerah untuk sewa rumah dinas jabatan Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Buleleng, Bali.

"Saat ini masih penyidikan umum, kami akan memeriksa segera saksi-saksi pada tahap penyelidikan, sehingga dengan alat bukti keterangan saksi menetapkan tersangka. Kalau hari ini hasil penyelidikan yang jadi dasar naik penyidikan," kata Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejati Bali A Luga Harlianto di Denpasar, Bali, seperti dilansir dari Antara, Rabu (17/3/2021).

Luga menuturkan, dalam APBD Kabupaten Buleleng, Bali tahun 2014 sampai dengan saat ini terdapat anggaran sewa rumah untuk jabatan Sekda Kabupaten Buleleng.

Namun, Sekda Kabupaten Buleleng sampai saat ini tidak mempunyai rumah jabatan Sekda Buleleng.

Baca juga: Kronologi Aiptu Gede Putra Meninggal Saat Kawal Kunjungan Presiden di Bali, Tiba-tiba Pingsan di Pos

Untuk kegiatan sewa rumah jabatan Sekda Buleleng sejak 2014 sampai dengan 2020, ada perjanjian sewa antara Pejabat Pelaksana Kegiatan (PPK) dengan pemilik rumah perihal sewa rumah jabatan Sekda Kabupaten Buleleng.

Jaksa Penyelidik Tindak Pidana Khusus Kejati Bali menemukan unsur penyimpangan yang mengarah kepada tindak pidana korupsi yang melanggar Permendagri Nomor: 37/2010 tentang Pedoman Penyusunan APBD TA 2011dan perubahan Nomenklatur Lampiran Permendagri Nomor: 22/2011 (Tahun 2012), Nomor: 37/2012 (Tahun 2013), Nomor: 20/2013 (Tahun 2014), hingga Permendagri Nomor: 33/2019 (Tahun 2020) dalam kasus ini.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pelanggaran terhadap Permendagri tersebut mengarah kepada unsur Pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 Ayat (1) ke-1 KUHP.

Baca juga: Kronologi Penangkapan Bandar Narkoba di Denpasar, Polisi Sita 30 Kg Ganja yang Dibawa dari Aceh

"Dari hasil ekspose, dan keterangan 12 orang pada tahap penyelidikan dan data yang berupa SP2D ditemukan unsur-unsur di antaranya kegiatan sewa rumah jabatan sekda tersebut telah melanggar peraturan hukum, di mana rumah yang disewakan itu adalah rumah pribadi sekda tersebut," ujar dia.

Ia menambahkan, saat ini masih penyidikan bersifat umum, dan akan segera dilakukan pemeriksaan saksi-saksi, hingga selanjutnya penetapan tersangka.

Berdasarkan data dalam SP2D ditemukan kerugian negara dalam hal kegiatan Sewa Rumah Jabatan Sekda Buleleng sebesar Rp 836.952.318.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Primer Oil Dikabarkan Dapat Izin Pengeboran Migas di Lepas Pantai Aceh, Pemda Malah Tidak Tahu

Regional
20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

20 Ton Jagung Bantuan dari Jokowi Tiba di Gudang Pakan Milik Suroto di Blitar

Regional
Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Dihantam Pandemi dan PPKM Level 4, Penerimaan Pajak di Bangka Justru Melesat

Regional
Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Kebijakan Ganjil Genap Berlaku di Jalan Malioboro Mulai Hari ini

Regional
Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Limbah Hitam di Teluk Lampung, Pakar Lingkungan Sarankan Penelusuran Sumber Pencemaran Segera Dilakukan

Regional
Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Kisah di Balik Sukses Leani Ratri di Paralimpiade Tokyo: Pernah Kecelakaan hingga Patah Kaki dan Tangan, 3 Bulan Diobati Ayah Sendiri

Regional
Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Anggota Satpol PP yang Cekik Warga Saat Penertiban PKL di Bogor Akan Diberi Sanksi

Regional
Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Bupati: Kalau Mau Fair PPKM Banyumas Sudah Level 2

Regional
Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Kantor Dindagkop UKM Blora Digeledah, Diduga Terkait Pungli Pasar Cepu

Regional
Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Buntut Kecelakaan Bus Karyawan RSUD Semarang, Pengawasan Obyek Wisata di Gunungkidul Ditingkatkan

Regional
Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Menhub Temukan 4 Pekerja Migran dari Malaysia Kembali ke Indonesia Tanpa Dites PCR

Regional
Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Dugaan Korupsi Bantuan 3.000 Alat Rapid Test, Kadinkes di Riau Ditangkap Polisi

Regional
Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Trafo Hotel di Balikpapan Meledak Lukai 4 Pekerja, Berawal dari Bangkai Tikus

Regional
Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Air Irigasi Jadi Merah karena Pembuangan Limbah, 6 Orang Diperiksa

Regional
Reruntuhan Bangunan Diduga Candi Ditemukan di Bukit Sepi Angin Magetan, BPCB Jatim: 4 Arcanya Hilang

Reruntuhan Bangunan Diduga Candi Ditemukan di Bukit Sepi Angin Magetan, BPCB Jatim: 4 Arcanya Hilang

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.