Pengakuan Jambret yang Sudah Beraksi 16 Kali: Biasanya Incar Orang yang Pacaran...

Kompas.com - 17/03/2021, 20:41 WIB
AKBP Harviadhi Agung Pratama saat mengintrogasi jambret L dalam konferensi pers di Mapolres Nganjuk, Rabu (17/3/2021). KOMPAS.COM/USMAN HADIAKBP Harviadhi Agung Pratama saat mengintrogasi jambret L dalam konferensi pers di Mapolres Nganjuk, Rabu (17/3/2021).

NGANJUK, KOMPAS.com – Satreskrim Polres Nganjuk meringkus jambret berinial L (24), warga Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Polisi terpaksa menembak jambret tersebut karena melawan saat ditangkap petugas pada Sabtu (13/3/2021) pagi.

L mengaku beraksi seorang diri. Ia telah beraksi di 16 lokasi berbeda di Kabupaten Nganjuk selama dua bulan terakhir.

Jambret itu mengaku memakai uang hasil penjambretan untuk membeli rokok dan memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Dua bulan terakhir ini (jambret) sendirian. Buat beli rokok,” kata L kepada wartawan dalam konferensi pers ungkap kasus di Mapolres Nganjuk, Rabu (17/3/2021).

Baca juga: Pemprov Jatim Beri Santunan Rp 5 Juta untuk Ahli Waris Pasien Covid-19 yang Meninggal, Ini Alasannya...

Sebelum menjambret, L berprofesi sebagai kuli bangunan dan sesekali bekerja di gudang. Namun kini ia menganggur.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebagian besar korban yang disasar L adalah perempuan yang mengendarai motor seorang diri. Terkadang, ia juga mengincar sepasang kekasih yang asyik berpacaran.

“Biasanya (incarannya) orang pacaran, biasanya perempuan, enggak mesti pak,” katanya.

Kapolres Nganjuk AKBP Harviadhi Agung Pratama mengatakan, L dibekuk pada Sabtu (13/3/ 2021) sekitar pukul 04.00 WIB.

Polisi menangkap L setelah menerima laporan dua warga yang dijambret di lokasi berbeda pada Jumat (12/3/2021) malam.

 

Setelah menerima laporan itu, polisi menangkap L keesokan harinya. L terpaksa ditembak karena melawan petugas saat ditangkap.

“Kita lakukan tindakan tegas dan terukur karena pada saat dilakukan penangkapan yang bersangkutan lari bersembunyi dan juga melawan petugas yang melakukan penangkapan pada saat itu,” ujar Harviadhi.

Setelah ditangkap, L mengakui seluruh perbuatannya. Ia mengaku telah beraksi di 16 lokasi berbeda di Kabupaten Nganjuk dalam dua bulan terakhir.

Baca juga: 4 Narapidana Kabur, Plt Kepala Rutan Ambon Akui Ada Petugas Jaga yang Ketiduran

“Berdasarkan pengakuan dari tersangka, selain dua laporan polisi tersebut juga masih ada 14 TKP penjambretan lainnya yang dilakukan oleh tersangka,” ungkap Harviadhi.

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kini L mendekam di sel tahanan Mapolres Nganjuk. Ia terancam Pasal 365 Ayat 1 KUHP atas tindak pidana pencurian dengan kekerasan.

“Ancaman hukumannya maksimal sembilan tahun penjara,” jelas Harviadhi.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Wali Kota Salatiga Sekeluarga Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Regional
Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Rumah Kontrakan Jadi Pabrik Narkoba, Petugas Temukan 700.000 Pil Trihexyphenidyl

Regional
Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus, Ganjar Minta Ada Gerakan 5 Hari di Rumah Saja

Regional
Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Kaltara Catat Ratusan Ekor Babi Mati, Diduga Kena Virus ASF dari Malaysia

Regional
Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Ganjar Sebut Covid-19 Varian India Ditemukan di Kudus

Regional
Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Ada Instruksi dari Kapolri, Ratusan Terduga Preman di Semarang Ditangkap

Regional
Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Detik-detik Pohon Mahoni Roboh Timpa Avanza, Warga Berteriak, Sopir Kaget Injak Gas

Regional
Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Padang Pariaman Zona Merah Covid-19, Sekolah Kembali Ditutup

Regional
Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Piring Keramik dari Era Kolonial Belanda Ditemukan Saat Warga Gali Liang Lahad

Regional
Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Sebelum Tewas Dibunuh Anaknya, Tetangga Sempat Dengar Korban Minta Tolong

Regional
Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Harga Tak Wajar di Curug Bidadari, HTM Rp 45.000 dan Titip Barang Bayar Rp 30.000, Ada di Lahan Sengketa

Regional
Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Soal Biaya Tak Wajar di Curug Bidadari, Warganet: Pas Hujan Ikut Berteduh pun Disuruh Bayar

Regional
Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Tiga Koperasi Bongkar Muat Nunukan Berselisih, KSOP Khawatirkan Banyak Buruh akan Menganggur

Regional
Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Kasus Covid-19 di Indramayu, Hampir Tiap Hari Ada yang Meninggal

Regional
Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Sandiwara Irwansyah yang Temukan Ayahnya Tewas dengan Terikat Lakban, Pelaku Ternyata Anak Korban, Ini Motifnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X