Bunuh Mantan Bos, Terdakwa Anak di Malang Divonis 1 Tahun

Kompas.com - 17/03/2021, 19:01 WIB
Ilustrasi pengadilan. ThinkstockIlustrasi pengadilan.

MALANG, KOMPAS.com - AP (17), terdakwa anak di Pengadilan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, divonis hukuman 1 tahun penjara.

AP terbukti bersalah dalam kasus pembunuhan terhadap Rudi Jauhari (48) pemilik toko alat tulis kantor (ATK) di Turen, Kabupaten Malang.

Berdasarkan laman Sistem Informasi Penelusuran Perkara Pengadilan Negeri Kepanjen, sidang vonis terhadap AP berlangsung pada Senin (15/3/2021).

Sidang itu memvonis AP dengan pidana penjara 1 tahun. Vonis itu jauh di bawah tuntutan jaksa penuntut umum, yakni 8 tahun penjara.

Baca juga: Jalan Trans Papua Timika-Nabire Jadi Jalur Pemasok Amunisi untuk KKB

Humas Pengadilan Negeri Kepanjen, Reza Aulia belum bisa dimintai konfirmasi terkait putusan itu.

Sementara itu, pihak Kejaksaan Negeri Kepanjen membenarkan terkait vonis tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Meski begitu, vonis itu masih belum inkrah karena jaksa penuntut umum masih mengajukan banding terkait putusan tersebut.

Jaksa penuntut umum anak di Kejaksaan Negeri Kepanjen, Kabupaten Malang, Misael Tambunan mengatakan, pihaknya menyatakan banding di dalam persidangan tersebut.

"Pada hari yang sama kita langsung nyatakan banding," kata Misael, di kantor Kejaksaan Negeri Kepanjen, Rabu (17/3/2021).

Upaya banding itu dilakukan untuk memenuhi asas keadilan. Selain itu, upaya banding itu untuk mencegah adanya potensi konflik sosial akibat kasus tersebut.

 

"Sampai saat ini, kami masih berharap hakim pada pengadilan banding akan memutus sesuai dengan tuntutan penuntut umum," ujar dia.

Pihaknya menuntut terdakwa dengan Pasal 339 KUHP tentang pembunuhan. Maksimal pidana dalam pasal tersebut selama 20 tahun penjara.

Namun, karena terdakwa masih anak, maksimal pidananya menjadi separuh, yakni 10 tahun penjara.

Baca juga: Ditanya soal Laporan Dugaan Rasialisme, Kapolresta Malang Mengatupkan Tangan lalu Pergi

Kasus pembunuhan itu terjadi pada 26 Januari 2021 dini hari pukul 02.00 WIB di toko milik korban yang ada di Jalan A Yani, Turen.

Saat terdakwa memasuki toko tersebut, korban sedang tertidur. Terdakwa melakukan hal itu bersama temannya, RB (23).

Korban dalam kasus itu merupakan mantan bos terdakwa.

Selain membunuh, terdakwa juga membawa kabur sejumlah barang berharga di toko itu.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

2 Orang Tewas Tersambar Petir Usai Memancing di Gowa, Begini Kronologinya...

Regional
Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Turun ke Level 2, Kabupaten Madiun Buka 59 Tempat Pariwisata

Regional
Sembari Menunduk, Pria yang Bunuh Adik Ipar gara-gara Sampah Plastik: Saya Harap Tidak Dihukum Mati

Sembari Menunduk, Pria yang Bunuh Adik Ipar gara-gara Sampah Plastik: Saya Harap Tidak Dihukum Mati

Regional
Komisioner KPU Bangka Belitung Pudjiarti Meninggal, Tinggalkan Seorang Putri yang Masih TK

Komisioner KPU Bangka Belitung Pudjiarti Meninggal, Tinggalkan Seorang Putri yang Masih TK

Regional
10 Daerah di Riau Naik PPKM Level 3, Ternyata Ini Penyebabnya

10 Daerah di Riau Naik PPKM Level 3, Ternyata Ini Penyebabnya

Regional
Puting Beliung Terjang 5 Desa di Kabupaten Bone, BPBD Sulsel Salurkan Bantuan

Puting Beliung Terjang 5 Desa di Kabupaten Bone, BPBD Sulsel Salurkan Bantuan

Regional
Dari Ketupat Sumpil hingga Endog-endogan, Ini 7 Kuliner Khas Maulid Nabi di Indonesia

Dari Ketupat Sumpil hingga Endog-endogan, Ini 7 Kuliner Khas Maulid Nabi di Indonesia

Regional
Debt Collector Pinjol Ini Akui Edit Foto Nasabah dan Sebar ke Daftar Kontak Saat Tagih Utang

Debt Collector Pinjol Ini Akui Edit Foto Nasabah dan Sebar ke Daftar Kontak Saat Tagih Utang

Regional
21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

21.000 Pelajar di Pekanbaru Telah Disuntik Vaksin Covid-19 Dosis Pertama

Regional
Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Seorang Warga Tewas Saat Konflik di Lokasi Tambang Bolaang Mongondow, Polisi Masih Dalami Motif Pelaku

Regional
Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Rokok dan Minuman Beralkohol Ilegal Senilai Rp 65,8 Miliar Disita di Batam

Regional
4 Fakta di Balik Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Pengakuan Debt Collector dan Buru Pemodal

4 Fakta di Balik Penggerebekan Kantor Pinjol Ilegal di Yogyakarta, Pengakuan Debt Collector dan Buru Pemodal

Regional
Soal Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Sleman Siapkan Tambahan 85 SD

Soal Pembelajaran Tatap Muka, Pemkab Sleman Siapkan Tambahan 85 SD

Regional
Vaksinasi Massal di Bukittinggi, Warga Bisa Dapat Hadiah Sepeda hingga Motor

Vaksinasi Massal di Bukittinggi, Warga Bisa Dapat Hadiah Sepeda hingga Motor

Regional
Pembudidaya Ikan Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Hasil Panen Tak Bisa Dijual

Pembudidaya Ikan Terjebak Eceng Gondok di Waduk Jatiluhur, Hasil Panen Tak Bisa Dijual

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.