Kompas.com - 17/03/2021, 15:21 WIB

SUMEDANG, KOMPAS.com - Korban tewas akibat kecelakaan bus di Tanjakan Cae, Desa Sukajadi, Kecamatan Wado, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, bertambah satu orang, Rabu (17/3/2021).

Tambahan satu korban tersebut yaitu H Suherman (51) warga RT 006/002, Pasirlaja, Pakuhaji, Subang.

Suherman merupakan satu dari 65 penumpang bus maut Tri Padma Kencana yang masuk ke jurang di Tanjakan Cae tersebut.

Baca juga: Kasus Kecelakaan Maut Peziarah di Sumedang, Sopir Bus Jadi Tersangka

Suherman berhasil dievakuasi dalam kondisi luka berat dan dibawa ke RSUD Sumedang pada Rabu (10/3/2021) malam.

Namun, setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Sumedang, korban Suherman mengembuskan napas terakhirnya pada hari ini.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Polres Sumedang AKP Dedi Juhana mengatakan, total korban tewas dalam kecelakaan maut bus bernomor polisi T 7591 TB ini menjadi 30 orang.

"Siang ini, salah satu korban bus pariwisata yang mengangkut rombongan peziarah asal Subang, bernama Suherman, meninggal di RSUD Sumedang. Sehingga total korban meninggal menjadi 30 orang," ujar Dedi kepada Kompas.com melalui telepon, Rabu.

Baca juga: Balita Dalam Video Penganiayaan Dipukul 25 Kali oleh Pemuda di Tangerang, Mengalami Luka dan Trauma

 

Dedi menuturkan, saat ini masih ada enam warga Subang korban kecelakaan yang menjalani perawatan intensif di RSUD Sumedang.

Dedi menyebutkan, keenam korban selamat terdiri dari 1 orang di Ruang ICU, 1 orang di ruang HCU, 1 orang di Ruang Anggrek, dan 3 orang lainnya dirawat di Ruang Jasmine.

"Korban yang sudah diperbolehkan pulang, baik atas izin dokter maupun permintaan keluarga berjumlah 29 orang," tutur Dedi.

Dedi mengatakan, Satuan Lalu Lintas Polres Sumedang sebelumnya telah menetapkan sopir bus yaitu YA (42) sebagai tersangka kecelakaan tunggal di Tanjakan Cae tersebut.

Dedi menuturkan, meski sopir bus juga tewas dalam peristiwa nahas tersebut, status hukumnya tetap sebagai tersangka.

"Selain telah menetapkan satu orang tersangka, yaitu sopir bus, penyelidikan kasus kecelakaan ini terus dilanjutkan, karena tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain," sebut Dedi.

Seperti diketahui, bus pariwisata Tri Padma Kencana ini mengalami kecelakaan di Tanjakan Cae, tepatnya di Jalan Raya Sumedang-Malangbong pada Rabu (10/3/2021) lalu.

Bus berpenumpang 65 orang ini melaju dari arah Garut menuju Subang via jalan alternatif Wado, Sumedang.

Setibanya di lokasi kejadian, bus rombongan peziarah asal SMP IT Al Muawwanah, Cisalak, Subang, ini mengalami oleng hingga akhirnya masuk ke jurang di wilayah Tanjakan Cae, yang terkenal ekstrem.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Regional
Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Regional
Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Regional
1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Regional
Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Regional
Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Regional
7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

Regional
Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Regional
Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Regional
Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Regional
39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

Regional
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Regional
Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Regional
Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.