Kompas.com - 16/03/2021, 23:04 WIB
Analis Pelestarian Situs Manusia Purba BPSMP Sangiran, Marlia Yuliyanti Rosyidah, mengidentifikasi fragmen fosil di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/3/2021). KOMPAS.com/USMAN HADIAnalis Pelestarian Situs Manusia Purba BPSMP Sangiran, Marlia Yuliyanti Rosyidah, mengidentifikasi fragmen fosil di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, Selasa (16/3/2021).

NGANJUK, KOMPAS.com – Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran membantu proses identifikasi dan konservasi 100 fragmen fosil yang tersimpan di Museum Anjuk Ladang Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur.

Konservasi tersebut mulai dilakukan sejak Selasa (16/3/2021) dan akan berlangsung hingga 21Maret 2021.

Baca juga: Bupati Badrut Tamam: ASN Pamekasan Relakan Tunjangan untuk Penangan Covid-19

Analis Pelestarian Situs Manusia Purba BPSMP Sangiran, Marlia Yuliyanti Rosyidah mengatakan, selama ini Museum Anjuk Ladang mengoleksi benda diduga cagar budaya yang belum diidentifikasi dan dikonservasi.

Oleh karena itu, pihaknya ingin membantu melakukan konservasi atau pemeliharaan koleksi benda diduga cagar budaya berupa fragmen fosil tersebut agar terawat.

“Jadi tujuan kami memfasilitasi, memberikan bantauan pendampingan untuk melakukan konservasi di sini,” jelas Marlia kepada Kompas.com, Selasa.

Pamong Budaya Ahli Muda BPSMP Sangiran, Dody Wiranto menjelaskan, benda-benda cagar budaya memerlukan perawatan khusus. Hal itu membuat pihaknya membantu melaksanakan konservasi fragmen fosil koleksi Museum Anjuk Ladang.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk hari ini, petugas BPSMP Sangiran telah mengidentifikasi dan melakukan konservasi sekitar 30 fragmen fosil.

Baca juga: Gubernur Khofifah: 106 Perawat di Jatim Meninggal karena Terpapar Covid-19...

Di antaranya fragmen fosil cangkang kerang ostrea yang diperkirakan berusia sekitar 2 juta tahun silam.

“Kemudian ini ada tanduk banteng. Kemudian ini juga ada dari (fragmen fosil) gajah purba. Ini (kerang ostrea) menunjukkan bahwa ini adalah wilayah zona di laut ketika Nganjuk dulu jadi laut. Ini (tanduk banteng) zona ketika mereka hidup di daratam atau continental,” kata Dody.

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Serahkan Diri ke Polisi karena Tak Bisa Tidur

Tersangka Pembunuhan Ibu dan Bayi di Kupang Serahkan Diri ke Polisi karena Tak Bisa Tidur

Regional
Kisah Warga Pamak Laut Karimun, Langganan Banjir Rob Tiap Akhir Tahun: Pagi Tergenang Ungsikan Barang, Siang Surut Bersih-bersih

Kisah Warga Pamak Laut Karimun, Langganan Banjir Rob Tiap Akhir Tahun: Pagi Tergenang Ungsikan Barang, Siang Surut Bersih-bersih

Regional
2 Hari Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Desa Kuta Lombok Tengah Terendam Banjir

2 Hari Diguyur Hujan, Ratusan Rumah di Desa Kuta Lombok Tengah Terendam Banjir

Regional
Banjir Rob Terjang Pesisir Pandeglang, 1.112 Warga Tiga Kecamatan Mengungsi

Banjir Rob Terjang Pesisir Pandeglang, 1.112 Warga Tiga Kecamatan Mengungsi

Regional
Desa Supit Urang Luluh Lantak akibat Erupsi Semeru, Warga Minta Direlokasi

Desa Supit Urang Luluh Lantak akibat Erupsi Semeru, Warga Minta Direlokasi

Regional
Obyek Wisata Belitung Tetap Buka Saat Nataru, Pengunjung Dibatasi

Obyek Wisata Belitung Tetap Buka Saat Nataru, Pengunjung Dibatasi

Regional
Kisah 2 Nelayan Lebak 12 Jam Terapung di Laut, gara-gara Perahu Karam Dihantam Ombak

Kisah 2 Nelayan Lebak 12 Jam Terapung di Laut, gara-gara Perahu Karam Dihantam Ombak

Regional
35 Hektar Hutan Suaka Margasatwa Pasaman Sumbar Dirambah, Ditanami Sengon

35 Hektar Hutan Suaka Margasatwa Pasaman Sumbar Dirambah, Ditanami Sengon

Regional
Banjir Rob Landa Kelurahan di Banyuwangi 3 Hari Berturut-turut, 400 Rumah Warga Terendam

Banjir Rob Landa Kelurahan di Banyuwangi 3 Hari Berturut-turut, 400 Rumah Warga Terendam

Regional
Diduga Kunker Saat Masih Positif Covid-19, Penggugat Prabowo Dilaporkan ke Polisi

Diduga Kunker Saat Masih Positif Covid-19, Penggugat Prabowo Dilaporkan ke Polisi

Regional
Perampok Bank Swasta di Karawang Bersenjata Jenis FN, Polisi: Pelaku Residivis, Warga Sipil, Beraksi Lintas Negara

Perampok Bank Swasta di Karawang Bersenjata Jenis FN, Polisi: Pelaku Residivis, Warga Sipil, Beraksi Lintas Negara

Regional
Pengungsian Mulai Penuh, Bupati Lumajang Siapkan Sekolah Jadi Lokasi Baru bagi Korban Erupsi Semeru

Pengungsian Mulai Penuh, Bupati Lumajang Siapkan Sekolah Jadi Lokasi Baru bagi Korban Erupsi Semeru

Regional
Gubernur Riau Jadi Satu-satunya Kepala Daerah yang 13 Kali Laporkan Hartanya, Dapat Penghargaan KPK

Gubernur Riau Jadi Satu-satunya Kepala Daerah yang 13 Kali Laporkan Hartanya, Dapat Penghargaan KPK

Regional
Peringatan BMKG, Ada Potensi Banjir Rob di Sulut hingga 9 Desember

Peringatan BMKG, Ada Potensi Banjir Rob di Sulut hingga 9 Desember

Regional
Fakta Lengkap Sindikat 'Hacker' Kartu Prakerja Fiktif, Bobol 12 Juta Data BPJS Ketenagakerjaan, Raup Miliaran Rupiah, Kini Terancam 12 Tahun Penjara

Fakta Lengkap Sindikat "Hacker" Kartu Prakerja Fiktif, Bobol 12 Juta Data BPJS Ketenagakerjaan, Raup Miliaran Rupiah, Kini Terancam 12 Tahun Penjara

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.