Janji Belikan Honda Brio, Pria Lulusan SD Mengaku Chef dan Tipu Pemandu Lagu

Kompas.com - 15/03/2021, 11:50 WIB
Ungkap kasus penipuan dengan tersangka TE (32) di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah. KOMPAS.COM/DOK POLRES KEBUMENUngkap kasus penipuan dengan tersangka TE (32) di Mapolres Kebumen, Jawa Tengah.

KEBUMEN, KOMPAS.com - Seorang pemandu lagu (PL) di Kebumen, Jawa Tengah, menjadi korban penipuan pria hidung belang.

Kapolsek Kebumen AKP Tarjono Sapto Nugroho menjelaskan, peristiwa tersebut bermula saat korban berinisial PP (19) melakukan chating melalui aplikasi pencarian jodoh dengan tersangka berinisial TE (32).

Keduanya lantas bertemu di sebuah hotel di Kebumen pada September 2020 lalu.

"Saat keduanya bertemu di kamar hotel, tersangka bercerita jika ia adalah seorang chef terkenal di sebuah hotel mewah di Pulau Bali," kata Tarjono melalui keterangan resmi, Senin (15/3/2021).

Baca juga: Viral Video ASN Dishub Aniaya Pegawai Koperasi, Diduga Soal Utang Piutang

Kepada korban, tersangka mengaku memiliki gaji fantastis hingga Rp 50 juta per bulan. Hal itu semakin membuat korban kesengsem kepada tersangka.

Korban lantas meminta tersangka untuk membelikan mobil Honda Brio.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Permintaan korban pun diiyakan, namun dengan syarat korban membayar muka Rp 25 juta. Kekurangannya sekitar Rp 75 juta akan dilunasi tersangka.

"Pada pertemuan kedua korban mentransfer uang kepada tersangka. Transfer dua kali, pertama Rp 15 juta, beberapa hari kemudian mentransfer lagi Rp 10 juta," ujar Tarjono.

Namun betapa kagetnya korban, bukan Honda Brio impiannya yang didapat. Setelah mentransfer uang tersebut, tersangka justru memblokir nomor korban.

"Sadar menjadi korban penipuan, korban melaporkan peristiwa yang dialami ke Polsek Kebumen," kata Tarjono.

Baca juga: Dukung AHY dan Beda Pandangan dengan Ayah yang Ikut KLB, Anak: Sempat Debat

Tersangka akhirnya berhasil ditangkap oleh anggota Unit Reskrim Polsek Kebumen di Pantai Menganti, Kebumen saat bersama dengan wanita lain, Senin (8/3/2021) malam.

"Uang hasil menipu dihabiskan tersangka untuk foya-foya bersama wanita lain serta digunakan untuk kepentingan pribadinya," ujar Tarjono.

Kepada polisi, tersangka mengaku hanya lulusan SD. Pekerjaan sebagai chef di hotel mewah adalah fiktif.

Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan Pasal 378 KUHP tentang Tindak Pidana Penipuan dengan ancaman hukuman maksimal empat tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

60 Hektar Lahan di Kabupaten Sambas Terbakar, Hampir Sepekan Api Belum Padam

60 Hektar Lahan di Kabupaten Sambas Terbakar, Hampir Sepekan Api Belum Padam

Regional
Aparat Desa di Karawang Potong Dana BST Warga Rp 300.000, Alasannya untuk Pasien Covid-19

Aparat Desa di Karawang Potong Dana BST Warga Rp 300.000, Alasannya untuk Pasien Covid-19

Regional
Beredar Kabar Badai Australia Akan Melanda NTT, Ini Penjelasan BMKG Kupang

Beredar Kabar Badai Australia Akan Melanda NTT, Ini Penjelasan BMKG Kupang

Regional
Anak-anak hingga Pengasuh Panti Terkena Covid-19, Dievakuasi Langsung ke Lokasi Isoter di Medan

Anak-anak hingga Pengasuh Panti Terkena Covid-19, Dievakuasi Langsung ke Lokasi Isoter di Medan

Regional
Gelar Vaksinasi untuk Difabel, Polisi di Wonogiri Sediakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Gelar Vaksinasi untuk Difabel, Polisi di Wonogiri Sediakan Penerjemah Bahasa Isyarat

Regional
Pedagang Malioboro Pasang 200 Bendera Merah Putih dan Bagikan 600 Bendera, Ajak Warga Tetap Semangat

Pedagang Malioboro Pasang 200 Bendera Merah Putih dan Bagikan 600 Bendera, Ajak Warga Tetap Semangat

Regional
Sertifikat Vaksin dan PCR Diusulkan Jadi Syarat Ikut SKD CPNS di Batam

Sertifikat Vaksin dan PCR Diusulkan Jadi Syarat Ikut SKD CPNS di Batam

Regional
Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap 2 Anak Panti Asuhan di Gresik

Polisi Usut Dugaan Penganiayaan Terhadap 2 Anak Panti Asuhan di Gresik

Regional
Tetap Untung Kala Pandemi, Petani Buah Naga Raup Belasan Juta Rupiah Tiap Pekan

Tetap Untung Kala Pandemi, Petani Buah Naga Raup Belasan Juta Rupiah Tiap Pekan

Regional
Polisi di Makassar Jual Motor Antik Kesayangan untuk Bantu Biayai 10 Anak Putus Sekolah

Polisi di Makassar Jual Motor Antik Kesayangan untuk Bantu Biayai 10 Anak Putus Sekolah

Regional
Dilaporkan Gubernur NTT ke Polisi, Alfred Baun :Saya Hanya Mengingatkan

Dilaporkan Gubernur NTT ke Polisi, Alfred Baun :Saya Hanya Mengingatkan

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Agustus 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 5 Agustus 2021

Regional
Polisi Tembak Kawanan Perampok yang Bunuh Nakes Covid-19 di Kalsel

Polisi Tembak Kawanan Perampok yang Bunuh Nakes Covid-19 di Kalsel

Regional
BOR RS Covid-19 Sempat di Atas 90 Persen, Kadinkes Banyumas: Sudah Normal

BOR RS Covid-19 Sempat di Atas 90 Persen, Kadinkes Banyumas: Sudah Normal

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X