Belum Bayar Jaminan Kerusakan Lingkungan Rp 14 Milliar, Tambang Emas di Trenggalek Dilarang Beroperasi

Kompas.com - 15/03/2021, 11:04 WIB
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Priovinsi Jatim Aris Mukiyono menunjukkan izin pertambangan PT SMN yang belum diambil. KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALKepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Priovinsi Jatim Aris Mukiyono menunjukkan izin pertambangan PT SMN yang belum diambil.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai pemberi izin operasional tambang emas menyebutkan PT SMN belum diizinkan melakukan kegiatan operasional di Kabupaten Trenggalek.

Meski izin telah diterbitkan, PT SMN belum memenuhi kewajiban membayar jaminan kerusakan lingkungan senilai 939.221,15 dolar Amerika Serikat atau sekitar Rp 14 miliar. Biaya itu mencakup jaminan reklamasi dan pascatambang.

"Pihak perusahaan belum melakukan kewajibannya, jadi dilarang  melakukan operasional tambang. Bahkan surat izin masih ada di kami, belum diambil," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Priovinsi Jatim Aris Mukiyono saat dikonfirmasi, Senin (15/3/2021).

Kewajiban membayar jaminan itu merupakan salah satu rekomendasi teknis yang wajib dilakukan perusahaan jika ingin mengoperasikan tambang di Kabupaten Trenggalek.

Rekomendasi itu dikeluarkan Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur.

Baca juga: Tolak Tambang Emas di Trenggalek, Begini Penjelasan Gus Ipin...

Izin Usaha Pertambangan Operasi Produksi (IUP-OP) untuk PT SMN diterbitkan Pemprov Jatim dengan nomor P2T/57/15.02/VI/2019. Berdasarkan rekomendasi teknis dari Dinas Energi Sumber Daya Mineral Provinsi Jawa Timur, izin tersebut berlaku 10 tahun sejak dikeluarkan pada 24 Juni 2019 di area luas tambang 12.813,41 hektare.

Sesuai regulasi yang ada, kata Aris, jika selama tiga tahun belum ada respons dari PT SMN sejak izin tersebut dikeluarkan, maka izin tersebut akan ditinjau kembali.

"Jika sampai 2022 pihak PT SMN belum melakukan kewajibannya, maka izin akan ditinjau kembali," terangnya.

Sebelumnya, Bupati Trenggalek Jawa Timur Mochammad Nur Arifin menolak eksploitasi tambang emas di wilayah Kabupaten Trenggalek.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Update Covid-19 di Riau Bertambah 523 Kasus

Regional
Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Umat Islam Memadati Masjid Raya Medan, Jaga Jarak Sulit Dilakukan

Regional
Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Ledakan Petasan Berujung Tragis, Tiga Orang Tewas, Rumah Hancur hingga Tangan Bocah Nyaris Putus

Regional
Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Malam Takbiran di Kuburan, Tanpa Lelah Pikul Jenazah Pasien Covid-19

Regional
Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Kesaksian Ayah Korban Ledakan Petasan di Kebumen: Semua Tergeletak, Darah di Mana-mana...

Regional
12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

12.230 Pemudik Tiba di Kabupaten Brebes

Regional
'Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar'

"Selama 33 Tahun Bertugas, Tak Pernah Ada Kapolda Bernama Endang Bachtiar"

Regional
Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Pos Penyekatan Puncak Cianjur Dijebol Pemudik di Malam Takbiran

Regional
4 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Tembok dan Plafon Rumah Hancur

4 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 3 Orang Tewas, Tembok dan Plafon Rumah Hancur

Regional
Dugaan Penyebab Seorang Mahasiswi Bunuh Diri Terungkap dari Pesan WhatsApp

Dugaan Penyebab Seorang Mahasiswi Bunuh Diri Terungkap dari Pesan WhatsApp

Regional
Penumpang Bus Kompak Gunakan Seragam Karyawan, Ternyata Modus Pemudik

Penumpang Bus Kompak Gunakan Seragam Karyawan, Ternyata Modus Pemudik

Regional
Video Viral Puluhan Pedagang Hampir Bentrok dengan Satgas Covid-19 Bandar Lampung

Video Viral Puluhan Pedagang Hampir Bentrok dengan Satgas Covid-19 Bandar Lampung

Regional
[POPULER NUSANTARA] Video Pemuda Pungli Penjual Bakso Bakar | 'Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat'

[POPULER NUSANTARA] Video Pemuda Pungli Penjual Bakso Bakar | "Otak Saya Bukan Pejabat, Saya Pelayan Rakyat"

Regional
Penghuni Tertidur Saat Masak Ketupat Lebaran, Sebuah Rumah Terbakar

Penghuni Tertidur Saat Masak Ketupat Lebaran, Sebuah Rumah Terbakar

Regional
Incar Calon Penumpang Pesawat dan Travel, Komplotan Pemalsu Surat Rapid Test Ditangkap, Ini Faktanya

Incar Calon Penumpang Pesawat dan Travel, Komplotan Pemalsu Surat Rapid Test Ditangkap, Ini Faktanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X