Video Viral Konvoi Ugal-ugalan Gerombolan Bermotor di Bandung, 15 Remaja Diamankan

Kompas.com - 15/03/2021, 05:38 WIB
Ilustrasi motor gede (moge) dan penunggangnya. SHUTTERSTOCK/SIYANIGHTIlustrasi motor gede (moge) dan penunggangnya.

BANDUNG, KOMPAS.com - Polisi mengamankan belasan pemuda yang melakukan konvoi bermotor di Kota Bandung. Sebelumnya, konvoi kendaraan ini menjadi sorotan warganet di media sosial (medsos) lantaran dinilai meresahkan.

Rekaman video aksi konvoi ugal-ugalan gerombolan bermotor ini pun viral di media sosial.

Kepala Satuan Lalu Lintas AKBP Rano Hadianto mengatakan bahwa siang tadi sekitar pukul 13.40 WIB, pihaknya melakukan patroli guna menindak lanjuti video viral konvoi gerombolan bermotor di Kota Bandung.

Dikatakan, gerombolan bermotor ini melakukan kegiatan konvoi mengganggu ketertiban lalu lintas dengan mengibarkan bendera dan berkendara zig-zag.

Baca juga: Berawal Ketukan Pintu Dini Hari, Warga Bandung Dianiaya oleh Gerombolan Bermotor

 

Hal ini dinilai tak hanya meresahkan dan mengganggu masyarakat dan pengendara lainnya, tetapi juga dapat mengakibatkan kecelakaan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Polisi kemudian melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Perhubungan Kota Bandung terkait gerombolan bermotor yang mengganggu ketertiban dan kenyamanan pengendara lainnya itu.

"Di Jalan Banda kami temukan gerombolan yang mengendarai motor ugal-ugalan di kota Bandung ini, kami lakukan pengamanan orangnya dan kendaraannya, jumlahnya ada 10 kendaraan dan totalnya ada 15 orang," ucap Rano di Mapolrestabes Bandung, Minggu (14/3/2021).

Baca juga: Viral Video Mesum Parakan 01 di Serang Banten, Polisi Turun Tangan, Dua Sejoli Dimintai Keterangan

15 remaja diamankan, sebagian pakai motor knalpot bising

Saat diamankan, kata Rano, banyak dari para pengendara tersebut yang tak bisa menunjukan surat-surat kendaraan, hingga Surat Izin Mengemudi (SIM). Bahkan sebagian kendaraan berknalpot bising.

"10 unit (motor) itu dilakukan penilangan sampai menunggu sidang di pengadilan. Kendaraannya semunya legal hanya saja tidak membawa surat-surat," ucapnya.

Pihak Satlantas menyerahkan perkara ini kepada Satreskrim Polrestabes Bandung.

Sementara itu, Kepala Satuan Reserse Kriminal Polrestabes Bandung AKBP Adanan Mangopang mengatakan bahwa perkara ini dalam KUHP itu diatur dengan pasal 503 dan 501 tentang mengganggu ketertiban.

Baca juga: Gerombolan Bermotor Berulah di Bandung, Ini Respons Ridwan Kamil

 

Tujuan aksi konvoi gerombolan bermotor: foto-foto jelang ujian sekolah

Akan tetapi, gerombolan pemotor ini ternyata masih remaja dibawah umur.

"Adik-adik ini dibawah umur, kami kenakan UU perlindungan anak, memang lebih mengedepankan proses diversif," ucapnya.

Meski begitu, remaja tanggung ini tetap dilakukan pemeriksaan oleh kepolisian untuk mengetahui motif dari arak-arakan dengan membawa atribut bendera dan tanda kelompok.

"Mereka semuanya anak dibawah umur, mereka tujuannya untuk berencana foto-foto, karena mereka kelas tiga, sebentar lagi ujian akhir, mereka siswa sekolah menengah," ucapnya.

Baca juga: Pukul Anggota Geng Motor, Ternyata yang Dipukul Teman Sekampung, Pelaku Bahkan Sempat Melayat

Polisi bakal melakukan pembinaan terhadap bocah tanggung ini untuk berkoordinasi dengan pihak Dinas Pendidikan, sekolah, guru dan orang tua untuk membuat surat penyataan.

"Guru dan orangtua juga mereka sudah hadir, dipanggil untuk membuat surat pernyataan karena mereka generasi bangsa," tuturnya.

Dari para remaja ini, polisi tak menemukan adanya senjata tajam atau senjata bahaya lainnya.

"Ini tidak terafiliasi dengan geng motor terkenal yang ada di Bandung," ucapnya.

Baca juga: 15 Anggota Geng Motor yang Pamer Senjata di Serang Jadi Tersangka

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ada Kasus Covid-19 di Sekolah Bantul, Sultan HB X: PTM Tetap Lanjut

Ada Kasus Covid-19 di Sekolah Bantul, Sultan HB X: PTM Tetap Lanjut

Regional
Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, 35 Cabor Diperiksa secara Marathon

Dugaan Korupsi Dana KONI Padang, 35 Cabor Diperiksa secara Marathon

Regional
Warga 'Buang' Sampah Tangsel di Kantor Kelurahan dan Kecamatan, Ini Kata Pemkot Serang

Warga 'Buang' Sampah Tangsel di Kantor Kelurahan dan Kecamatan, Ini Kata Pemkot Serang

Regional
Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Jember, Satu Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang

Hujan Deras dan Angin Kencang Landa Jember, Satu Mobil Ringsek Tertimpa Pohon Tumbang

Regional
BPBD Luwu Timur Ungkap Adanya Lubang Besar di Danau Matano

BPBD Luwu Timur Ungkap Adanya Lubang Besar di Danau Matano

Regional
Oknum Pegawai PMI Surabaya yang Terlibat Jual Beli Plasma Konvalesen Dipecat

Oknum Pegawai PMI Surabaya yang Terlibat Jual Beli Plasma Konvalesen Dipecat

Regional
Cerita di Balik Prestasi Dhea Raih Medali PON Papua, Berlatih Selam dengan Fasilitas Seadanya di Kolam Renang Hotel

Cerita di Balik Prestasi Dhea Raih Medali PON Papua, Berlatih Selam dengan Fasilitas Seadanya di Kolam Renang Hotel

Regional
Uang Rp 427 Juta yang Raib di Blitar, Ternyata Hasil Penjualan Susu Milik 200 Peternak Sapi Perah

Uang Rp 427 Juta yang Raib di Blitar, Ternyata Hasil Penjualan Susu Milik 200 Peternak Sapi Perah

Regional
Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Kota Lama Semarang Dipasang Stiker Penutupan Sementara

Langgar Aturan PPKM, 2 Kafe di Kota Lama Semarang Dipasang Stiker Penutupan Sementara

Regional
Wakapolsekta Rappocini Makassar Dilempar Batu Saat Kawal Demo, Dirawat di RS

Wakapolsekta Rappocini Makassar Dilempar Batu Saat Kawal Demo, Dirawat di RS

Regional
Cegah Penularan Covid-19, Siswa dan Guru yang PTM di Surabaya Jalani Tes Swab

Cegah Penularan Covid-19, Siswa dan Guru yang PTM di Surabaya Jalani Tes Swab

Regional
Pemprov DI Yogyakarta Distribusikan Vaksin AstraZeneca yang Akan Kedaluwarsa ke Pacitan hingga Klaten

Pemprov DI Yogyakarta Distribusikan Vaksin AstraZeneca yang Akan Kedaluwarsa ke Pacitan hingga Klaten

Regional
Kadinkes Kalbar: Harga Modal Tes PCR Rp 251.000

Kadinkes Kalbar: Harga Modal Tes PCR Rp 251.000

Regional
Bertahan di Kawasan Sirkuit Mandalika, Amaq Bengkok: Mau Tidak Mau Harus Tinggal di Sini karena Belum Dibayar...

Bertahan di Kawasan Sirkuit Mandalika, Amaq Bengkok: Mau Tidak Mau Harus Tinggal di Sini karena Belum Dibayar...

Regional
Kasus Raibnya Uang Rp 427 Juta Milik Peternak, Polisi Periksa CCTV di 2 Titik

Kasus Raibnya Uang Rp 427 Juta Milik Peternak, Polisi Periksa CCTV di 2 Titik

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.