Viral, Kades Ini Digeruduk gara-gara Mati Lampu Jelang Ikatan Cinta, Ini Ceritanya

Kompas.com - 14/03/2021, 19:20 WIB

BANYUMAS, KOMPAS.com - Sejak beberapa hari terakhir warganet dihebohkan dengan kabar adanya seorang kepala desa (Kades) di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, yang digeruduk warga akibat mati lampu.

Musababnya warga Desa Pandak, Kecamatan Sumpiuh, khawatir tidak dapat menonton sinetron yang tayang setiap malam di salah satu stasiun televisi swasta tersebut.

Ketika dikonfirmasi, Kades Pandak, Abbas Wahyudi mengatakan, kabar tersebut tidak sepenuhnya benar.

"Iya benar, tapi enggak digeruduk sebenarnya, hanya menanyakan," kata Abbas, saat dihubungi, Minggu (14/3/2021) petang.

Baca juga: Sudah 2 Kali Divaksin, Wagub NTB Positif Covid-19, Begini Kondisinya

Abbas menuturkan, wilayah desanya memang sempat terjadi pemadaman sekitar empat hari lalu.

"Awal mulanya sekitar pukul 16.00 WIB mati lampu, warga menanyakan lewat WhatsApp, inbox Facebook, sms, telepon, ada yang menanyakan langsung juga," ujar Abbas.

Karena saking banyaknya yang bertanya, Abbas berinisiatuf membuat status WhatsApp.

Intinya mengabarkan kepada masyarakat mengenai perkembangan penanganan yang sedang dilakukan oleh petugas PLN.

Kondisi serupa juga terjadi sehari berikutnya. Menjelang maghrib, listrik di wilayahnya kembali padam.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tolak Penambangan Material Bendungan Jragung, Warga Adang Petugas dengan Poster

Tolak Penambangan Material Bendungan Jragung, Warga Adang Petugas dengan Poster

Regional
Dicecar soal Temuan Rp 1,5 M Saat OTT KPK, Istri Dodi Reza Alex Noerdin: Kami Merasa Dijebak dan Difitnah

Dicecar soal Temuan Rp 1,5 M Saat OTT KPK, Istri Dodi Reza Alex Noerdin: Kami Merasa Dijebak dan Difitnah

Regional
Dihantui Rob, SD di Kendal Berlakukan Sistem Belajar 2 Shift dan Tak Wajibkan Siswa Pakai Sepatu

Dihantui Rob, SD di Kendal Berlakukan Sistem Belajar 2 Shift dan Tak Wajibkan Siswa Pakai Sepatu

Regional
Diusir Saat Rapat, Kadis Ketahanan Pangan Sikka: Saya Akan Bertemu Bupati

Diusir Saat Rapat, Kadis Ketahanan Pangan Sikka: Saya Akan Bertemu Bupati

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Mei 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 25 Mei 2022

Regional
Pakar: Komentari Musibah yang Viral di Medsos, Utamakan Empati dan Simpati

Pakar: Komentari Musibah yang Viral di Medsos, Utamakan Empati dan Simpati

Regional
Adik Jokowi dan Ketua MK Menikah, Sejumlah Hotel di Kota Solo Penuh

Adik Jokowi dan Ketua MK Menikah, Sejumlah Hotel di Kota Solo Penuh

Regional
Kisah Lifter Nurul Akmal, Raih Perak di SEA Games, tapi Tak Satu Pun Ucapan Selamat dari Pemkab Aceh Utara

Kisah Lifter Nurul Akmal, Raih Perak di SEA Games, tapi Tak Satu Pun Ucapan Selamat dari Pemkab Aceh Utara

Regional
Empat Daerah di Kota Semarang Ini Masih Terendam Rob

Empat Daerah di Kota Semarang Ini Masih Terendam Rob

Regional
Curhat Korban Arisan Bodong di Jatim, Rugi Rp 623 Juta, Lapor Polisi Tahun Lalu Belum Ada Perkembangan

Curhat Korban Arisan Bodong di Jatim, Rugi Rp 623 Juta, Lapor Polisi Tahun Lalu Belum Ada Perkembangan

Regional
Cabuli Remaja Putri 14 Tahun, Kakek dan Cucu di Sanggau Kalbar Ditangkap

Cabuli Remaja Putri 14 Tahun, Kakek dan Cucu di Sanggau Kalbar Ditangkap

Regional
Situ Patenggang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Situ Patenggang: Daya Tarik, Harga Tiket, dan Rute

Regional
Ribuan Karung Pasir Digunakan untuk Tutup Tanggul Jebol di Pelabuhan Semarang

Ribuan Karung Pasir Digunakan untuk Tutup Tanggul Jebol di Pelabuhan Semarang

Regional
Dikeruk Perusahaan Tambang, Jalan Provinsi Bengkulu yang Rusak Belum Bisa Diperbaiki

Dikeruk Perusahaan Tambang, Jalan Provinsi Bengkulu yang Rusak Belum Bisa Diperbaiki

Regional
Akibat Percikan Api, Tempat Perakitan Bus Karoseri Laksana Terbakar

Akibat Percikan Api, Tempat Perakitan Bus Karoseri Laksana Terbakar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.