Bangkai Bus yang Alami Kecelakaan di Sumedang Diangkat dari Jurang, Polisi: Tim Ekstra Hati-hati

Kompas.com - 12/03/2021, 15:32 WIB
Bangkai Bus Tri Padma Kencana berhasil dievakuasi dari jurang di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang. Bus disimpan di kantor Satlantas Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (12/3/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com KOMPAS.COM/AAM AMINULLAHBangkai Bus Tri Padma Kencana berhasil dievakuasi dari jurang di Tanjakan Cae, Wado, Sumedang. Bus disimpan di kantor Satlantas Polres Sumedang untuk penyelidikan lebih lanjut, Jumat (12/3/2021). AAM AMINULLAH/KOMPAS.com

KOMPAS.com - Dibutuhkan dua crane untuk mengangkat bangkai bus Sri Padma yang mengalami kecelakaan di Sumedang pada Rabu (10/3/2021) lalu.

Proses pengangkatan bus tersebut dari jurang memakan waktu sekitar 3 jam.

Kepala Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Sumedang AKP Eryda Kusumah menjelaskan tidak ada masalah berarti saat mengevakuasi bangkai bus bernomor polisi T 7591 TB itu.

Bangkai bus diangkat pada Kamis (11/3/2021) malam.

"Tidak ada kendala, semuanya lancar, evakuasi menggunakan dua unit crane. Hanya saja, saat evakuasi hujan, jadi tim ekstra hati-hati," terang Eryda kepada Kompas.com di Kantor Satlantas Polres Sumedang, Jumat (12/3/2021).

Baca juga: Bangkai Bus Dievakuasi, Polisi Kebut Pemeriksaan untuk Cari Penyebab Kecelakaan

Gencarkan pemeriksaan

Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa BaratKEMENTERIAN PERHUBUNGAN Kecelakaan Bus Pariwisata di Sumedang, Jawa Barat

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Usai diangkat, bangkai bus dibawa ke kantor Satlantas.

Dari bangkai bus itu, polisi bakal mulai menyelidiki penyebab terjadinya kecelakaan.

"Hari ini kami akan maraton melakukan pemeriksaan bus, saksi-saksi dan akan ke Subang untuk memeriksa pihak perusahaan otobus (PO)," ujar Eryda.

Polisi akan menggencarkan pemeriksaan ini supaya penyebab kecelakaan segera diketahui.

"Untuk penyebab, ada karena faktor human error, faktor alam, juga teknis. Hari ini kita maraton, sehingga penyebab utama dari kecelakaan ini bisa segera diketahui," ucapnya.

Baca juga: Kesaksian Korban Selamat Kecelakaan Bus di Sumedang, Diduga Rem Blong

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya di Belitung Timur, Ini Faktanya

Penjaga Pintu Air Hilang Diseret Buaya di Belitung Timur, Ini Faktanya

Regional
Cekcok Masalah Rumah Tangga, Suami Tikam Istri dengan Keris hingga Tewas

Cekcok Masalah Rumah Tangga, Suami Tikam Istri dengan Keris hingga Tewas

Regional
Klaster Perkantoran Dinas Pariwisata Kulon Progo, 45 Kasus dari Penularan Pegawai ke Keluarga

Klaster Perkantoran Dinas Pariwisata Kulon Progo, 45 Kasus dari Penularan Pegawai ke Keluarga

Regional
Pria Ini Tega Aniaya Neneknya Setelah Diberi Uang Rp 25.000 untuk Beli Obat Cacing, Begini Kronologinya

Pria Ini Tega Aniaya Neneknya Setelah Diberi Uang Rp 25.000 untuk Beli Obat Cacing, Begini Kronologinya

Regional
Buat Karcis Sendiri, Sejumlah Juru Parkir Liar di Lombok Diciduk Polisi

Buat Karcis Sendiri, Sejumlah Juru Parkir Liar di Lombok Diciduk Polisi

Regional
Pemred Media Online yang Tewas Ditembak OTK Disebut Kerap Memberitakan Kasus Kejahatan

Pemred Media Online yang Tewas Ditembak OTK Disebut Kerap Memberitakan Kasus Kejahatan

Regional
2 Warga Tewas Terseret Arus Irigasi Saat Kerja Bakti, 1 Orang Terluka

2 Warga Tewas Terseret Arus Irigasi Saat Kerja Bakti, 1 Orang Terluka

Regional
Usai Kericuhan di Pos Penyekatan, Wali Kota Eri: Ini Bukan Titik Penyekatan Surabaya, tapi Madura...

Usai Kericuhan di Pos Penyekatan, Wali Kota Eri: Ini Bukan Titik Penyekatan Surabaya, tapi Madura...

Regional
Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Cegah Covid-19, Ini Kebijakan Pemkot Salatiga di Pasar Tradisional

Regional
Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Menteri KKP akan Jadikan Toraja Utara Model Pembudidayaan Ikan Nila di Pedalaman

Regional
Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Pulang Bermain Saat Hujan, Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Pagar Tembok

Regional
Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Kisah Harsono, Sukses Jual Cilok hingga Punya 3 Apartemen dan 13 Rumah Kontrakan

Regional
Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Sandiaga Bantah Kembali Terpapar Covid-19, Ini Alasan Pegawai Kemenparekraf 100 Persen WFH

Regional
[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

[POPULER NUSANTARA] Rektor Unipar Lecehkan Dosen | Uang Deposito Rp 20,1 Miliar Raib

Regional
Uji Nyali di Gua Rangko

Uji Nyali di Gua Rangko

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X