Gelapkan Uang Pajak Rp 2,7 Miliar, Akuntan Pabrik Boneka Diringkus Setelah Buron 3 Tahun

Kompas.com - 12/03/2021, 12:42 WIB
Jajaran Polsek Sukaluyu, Cianjur, meringkus HS (57), buronan kasus penggelapan pajak perusahaan. Pelaku sendiri menilap uang perusahaan senilai Rp2,7 miliar. KOMPAS.COM/FIRMAN TAUFIQURRAHMANJajaran Polsek Sukaluyu, Cianjur, meringkus HS (57), buronan kasus penggelapan pajak perusahaan. Pelaku sendiri menilap uang perusahaan senilai Rp2,7 miliar.

CIANJUR, KOMPAS.com – Seorang kepala akuntan perusahaan modal asing di Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, diringkus polisi karena diduga telah menggelapkan pajak perusahaan.

Uang pajak perusahaan yang ditilap pelaku senilai Rp 2,7 miliar.

Pelaku berinisial HS (57) ditangkap unit Reskrim Polsek Sukaluyu di rumahnya di daerah Ciputat, Tangerang, setelah sebelumnya sempat buron 3 tahun.

Kapolsek Sukaluyu AKP Anaga Budiharso mengatakan, pelaku melakukan aksinya sejak 2016 hingga 2018.

Baca juga: Seorang Tengkulak Kopi Dipenjara karena Tidak Setor Pajak Rp 10 Miliar

Modus pelaku adalah cara mengubah data dan nominal pengajuan pembayaran pajak perusahaan.

“Nilai pajaknya oleh pelaku digelembungkan atau di-mark up, sehingga perusahaan harus membayar nilai yang lebih besar dari yang seharusnya. Besaran kelebihannya itulah yang kemudian digelapkan oleh pelaku,” tutur Anaga kepada Kompas.com, Kamis (11/3/2021).

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Anaga mengatakan, pihak perusahaan awalnya tidak menaruh curiga dengan nilai pajak yang harus dibayarkan tersebut.

Namun, sepak terjang pelaku akhirnya terbongkar saat ada audit internal oleh pihak perusahaan.

“Setelah perbuatannya terbongkar, pelaku ini buron. Sempat bersembunyi dan menetap dua tahun di Yogyakarta,” ujar Anaga.

Anaga menyebut, pelaku menghabiskan uang hasil kejahatannya itu untuk memenuhi kebutuhan hidup sehar-hari.

“Setiap pelaku dapat uang langsung dihabiskan. Sempat buka usaha laundry dan usaha lainnya selama buron itu. Tapi, tak lama bangkrut,” kata Anaga.

Baca juga: Usai Bebaskan Pajak Motor, Gubernur Bengkulu Siap Penuhi Janji Kampanye Lainnya

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, pelaku yang kini ditahan di Polsek Sukaluyu dijerat pasal 374 subsider 372 junto 64 ayat 1 KUHPidana tentang penggelapan dalam jabatan dengan ancaman pidana 5 tahun penjara.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Besok, Grobogan Berlakukan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Besok, Grobogan Berlakukan Gerakan Satu Hari di Rumah Saja

Regional
60 Orang pada Satu Perusahaan di Karawang Positif Covid-19

60 Orang pada Satu Perusahaan di Karawang Positif Covid-19

Regional
Unggah Video Meresahkan soal Covid-19 di Facebook, Warga Jember Diamankan Polisi hingga Minta Maaf

Unggah Video Meresahkan soal Covid-19 di Facebook, Warga Jember Diamankan Polisi hingga Minta Maaf

Regional
Ganjar Kritik Rencana Pemerintah soal Sembako Kena Pajak

Ganjar Kritik Rencana Pemerintah soal Sembako Kena Pajak

Regional
Modus Berikan Pekerjaan, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Selama 17 Hari

Modus Berikan Pekerjaan, Pria Ini Setubuhi Gadis di Bawah Umur Selama 17 Hari

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Bupati Jepara Keluarkan Kebijakan Dua Hari di Rumah Saja

Kasus Covid-19 Naik, Bupati Jepara Keluarkan Kebijakan Dua Hari di Rumah Saja

Regional
Kasus Covid-19 di Jabar Terus Melonjak, BOR Lewati Standar WHO

Kasus Covid-19 di Jabar Terus Melonjak, BOR Lewati Standar WHO

Regional
13 Guru MI di Sragen Terpapar Covid-19, Diduga Berawal Saat Selfie Tanpa Pakai Masker

13 Guru MI di Sragen Terpapar Covid-19, Diduga Berawal Saat Selfie Tanpa Pakai Masker

Regional
Fakta Biaya Masuk Curug Bidadari Tak Wajar, Wisatawan Kapok hingga Bupati Bogor Turun Tangan

Fakta Biaya Masuk Curug Bidadari Tak Wajar, Wisatawan Kapok hingga Bupati Bogor Turun Tangan

Regional
5 CPMI Terjun dari Lantai 4 BLK di Malang, Ini Sejumlah Dugaan Pelanggaran yang Ditemukan BP2MI

5 CPMI Terjun dari Lantai 4 BLK di Malang, Ini Sejumlah Dugaan Pelanggaran yang Ditemukan BP2MI

Regional
Polisi Ungkap Prostitusi Online di Hotel Berbintang, Anak di Bawah Umur Dijual Rp 500.000

Polisi Ungkap Prostitusi Online di Hotel Berbintang, Anak di Bawah Umur Dijual Rp 500.000

Regional
Suami yang Bunuh Pemerkosa Istrinya Terancam Hukuman Mati

Suami yang Bunuh Pemerkosa Istrinya Terancam Hukuman Mati

Regional
Baru Sebulan Suami Merantau, Istri Tepergok Berhubungan Badan dengan Seorang Pemuda

Baru Sebulan Suami Merantau, Istri Tepergok Berhubungan Badan dengan Seorang Pemuda

Regional
Dalam Sepekan, 5 Truk Tebu Terguling di “Jalur Neraka” Perbukitan Blitar, Ini Penyebabnya

Dalam Sepekan, 5 Truk Tebu Terguling di “Jalur Neraka” Perbukitan Blitar, Ini Penyebabnya

Regional
IDI Siap Bantu Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Termasuk Kudus

IDI Siap Bantu Penanganan Lonjakan Kasus Covid-19 di Jawa Tengah, Termasuk Kudus

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X