Gunung Merapi Keluarkan Awan Panas Guguran, Meluncur Sejauh 1.000 Meter

Kompas.com - 12/03/2021, 09:10 WIB
Guguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/3/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya. KOMPAS.com/GARRY LOTULUNGGuguran lava pijar Gunung Merapi terlihat dari Desa Wonokerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman, DI Yogyakarta, Kamis (4/3/2021). Menurut data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) periode pengamatan Kamis (04/03/2021) pukul 18:00-24:00 WIB dan Jumat (05/03/2021) 00.00-06.00 WIB Gunung Merapi mengalami 81 kali guguran lava pijar dengan jarak luncur maksimal 1.200 m ke arah barat daya.

YOGYAKARTA, KOMPAS.com -Gunung Merapi kembali mengeluarkan awan panas guguran pada hari ini, Jumat (12/3/2021), sekitar 07.00 WIB.

Berdasarkan data Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG), awan panas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 40 mm. Durasi awan panas guguran tercatat 102 Detik.

"Estimasi jarak luncur 1.000 Meter ke arah barat daya," kata Kepala BPPTKG Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Jumat. 

Baca juga: Kubah Kawah Gunung Merapi Meninggi, Sudah 45 Meter

Sedangkan dalam periode pemantauan sejak 00.00 WIB hingga 06.00 WIB, tercatat ada 17 kali guguran lava pijar di Gunung Merapi.

Jarak luncur maksimum lava pijar ini mencapai 1.000 meter ke arah barat daya.

BPPTKG juga mencatat dalam periode itu di Gunung Merapi terjadi 32 gempa guguran, empat kali gempa embusan, dan satu kali gempa fase banyak.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Saat ini aktivitas Gunung Merapi masih berada pada status Siaga (level III). Status itu tidak berubah sejak 5 November 2020.

Baca juga: Muncul Awan Panas Guguran di Gunung Merapi, Jarak Luncur 1.000 Meter

Adapun sejumlah rekomendasi BPPTKG terkait kondisi Gunung Merapi adalah sebagai berikut:

1. Potensi bahaya saat ini berupa guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Kuning, Boyong, Bedog, Krasak, Bebeng, dan Putih sejauh maksimal 5 kilometer. Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi erupsi eksplosif dapat menjangkau radius 3 kilometer dari puncak.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Dendam Terpendam, Petani Bunuh Tetangganya di Tengah Sawah, Ini Kronologinya

Regional
Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Kisah Dewa Selamatkan 120 Warga Saat Badai Seroja, Terima Penghargaan dari BMKG

Regional
Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Curhat Siswi Pemenang Kontes Poster 3M: Sudah Rindu Kembali ke Sekolah

Regional
Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Pembebasan Lahan Seksi 1 Tol Probolinggo-Banyuwangi Baru 24,88 Persen

Regional
Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Bobby Nasution Tiba-tiba Datang Pakai Motor, Bagikan Sembako, Warga Medanamplas Kaget

Regional
Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Anggota DPRD Penembok Pintu Rumah Tahfiz Al Quran di Makassar Ingin Jual Rumahnya

Regional
Minta Didampingi BPKP, Walkot Bobby: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Minta Didampingi BPKP, Walkot Bobby: Kami Bukan Berlatar Belakang Birokrasi

Regional
Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas, DPRD Mengaku Tak Diajak Rapat

Insentif Nakes Nganjuk Mau Dialihkan untuk Bangun Puskesmas, DPRD Mengaku Tak Diajak Rapat

Regional
Kesal Tetangga Suka Numpang Listrik, tapi Cuek Saat Ditagih Bayar, Petani Ini Dendam lalu Bunuh Tetangganya

Kesal Tetangga Suka Numpang Listrik, tapi Cuek Saat Ditagih Bayar, Petani Ini Dendam lalu Bunuh Tetangganya

Regional
Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Bisa Dipadamkan, Ini Kendala yang Dihadapi

Kebakaran Hutan akibat Erupsi Gunung Ile Lewotolok Belum Bisa Dipadamkan, Ini Kendala yang Dihadapi

Regional
Penangguhan Penahanan Ditolak, Satpol PP Gowa Pemukul Ibu Hamil Terancam Penjara 2,8 Tahun

Penangguhan Penahanan Ditolak, Satpol PP Gowa Pemukul Ibu Hamil Terancam Penjara 2,8 Tahun

Regional
'Masih Ada Pasien Isoman yang Keberatan Masuk ke Penampungan Terpusat'

"Masih Ada Pasien Isoman yang Keberatan Masuk ke Penampungan Terpusat"

Regional
Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rohul Riau Terbakar, TNI-Polri Turun Tangan

Puluhan Hektar Lahan Gambut di Rohul Riau Terbakar, TNI-Polri Turun Tangan

Regional
RS di Sulsel Diminta Antarkan Sendiri Jenazah Covid-19 ke TPU Macanda Gowa

RS di Sulsel Diminta Antarkan Sendiri Jenazah Covid-19 ke TPU Macanda Gowa

Regional
 Capaian Vaksinasi Covid-19 di Cianjur Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Cianjur Masih Rendah, Ini Penyebabnya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X