Pulau Penyengat, Maskawin Engku Putri Raja Hamidah dan Kampung Halaman Bapak Bahasa Indonesia

Kompas.com - 11/03/2021, 11:11 WIB
Masjid Raya Sultan Riau, bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (10 2019). SHUTTERSTOCK/HERU SUKMA CAHYANTOMasjid Raya Sultan Riau, bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (10 2019).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Pulau Penyengat berada di Provinsi Kepulauan Riau yang dikenal sebagai destinasi wisata religi dan sejarah rumpun Melayu.

Pada tahun 2018, pulau tersebut masuk daftar Cagar Budaya Nasional.

Untuk menuju Pulau Penyengat, warga menggunakan perahu kayu di dermaga tradisional yang tak jauh dari Pelabuhan Sri Bintang Pura Tanjungpinang dengan waktu tempuh sekitar 15 menit.

Baca juga: Melalui Festival Pulau Penyengat 2020, Tanjungpinang Tegaskan Bebas Corona

Diceritakan, nama pulau tersebut diambil dari nama serangga bersengat. Pada masa lalu, para pelaut akan singgah untuk mengambil air bersih di pulau tersebut.

Ada sebuah peristiwa para pelaut diserang serangga bersengat karena habitatnya terganggu serta para pelaut dianggal melanggar pantangan.

Sejak saat itu, pulau tersebut dikenal dengan nama Pulau Penyengat.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Menengok Khutub Khanah, Perpustakaan Mini Ibnu Sina di Pulau Penyengat

Maskawin Engku Putri Raja Hamidah

Istana Kantor, salah satu bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (28/9/2018).SHUTTERSTOCK/EDDY H Istana Kantor, salah satu bangunan bersejarah di Pulau Penyengat, (28/9/2018).
Pulau seluas 1.12 kilometer persegi tersebut pernah menjadi ibu kota Kesultanan Melayu Riau-Lingga.

Selain itu, Pulau Penyengat juga disebut sebagai maskawin Engku Putri Raja Hamidah yang menikah dengan Sultan Mahmud Syah pada tahun 1803.

Dikutip dari Indonesia.go.id, arkeolog Marsis Sutopo menjelaskan bahw Kesultanan Melayu Riau berasal dari Kota Tinggi, Johor, yang berada di ujung Semenanjung Malaka.

Saat berperang dengan Belanda di awal abad ke-18, pusat kesultanan pindah ke wilayah Kepulauan Riau, tepatnya di Hulu Sungai Carang yakni di Pulau Bintan.

Baca juga: Gurindam 12, Puisi Melayu Tentang Kehidupan yang Lahir di Pulau Penyengat

Pada tahun 1787, Sultan Mahmud Syah III memindahkan pusat pemerintahan ke Daik, Pulau Lingga.

Saat membangun Daik Lingga, sang sultan juga membangun Pulau Penyengat. Di pulau tersebut, ia menempatkan perdana menteri sebagai pemegang kendali pemerintahan.

Sang sultan sendiri memilih tetap di Daik, Lingga.

Di pulau tersebut juga terdapat Benteng Bukit Kursi yang dibangun Raja Haji Fisabilillah, sang ayah dari Engku Putri Raja Hamidah.

Baca juga: Pura-pura Jadi Pengantin Melayu di Pulau Penyengat, Kepulauan Riau

Sedikitnya ada 46 peninggalan cagarbudaya di Pulau Penyengat. Seperti Masjid Raya Sultan Riau yang dindingnya direkatkan dengan putih telur.

Ada juga Istana Raja Ali Yang Dipertuan Muda VII, Benteng Bukit Kursi, bekas dermaga kuno, dan perigi atau sumur.

Kampung halaman Bapak Bahasa Indonesia, Raja Ali Haji

Tangkapan layar tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, tokoh Raja Ali Haji.KOMPAS.com/ALBERTUS ADIT Tangkapan layar tayangan Belajar dari Rumah di TVRI, tokoh Raja Ali Haji.
Pulau Penyengat juga disebut pulau bahasa karena menjadi kampung halaman Raja Ali Haji, Bapak Bahasa Indonesia.

Di kampung halamannya, saat berusia 38 tahun, Raja Ali Haji menyelesaikan karya sastra Gurindam Dua Belas, tepatnya pada 23 Rajab 1264 Hijriah atau tahun 1847.

Gurindam adalah salah satu produk sastra rakyat dalam bentuk puisi Melayu lama yang terdiri dari dua baris kalimat dengan sajak (rima) yang sama dan menjadi satu kesatuan yang utuh.

Gurindam mendapat pengaruh dari sastra Hindu dan berasal dari bahasa Tamil, yaitu kirindam yang berarti mula-mula amsal, perumpamaan.

Baca juga: Jasa Raja Ali Haji bagi Bahasa Indonesia

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, gurindam adalah sajak dua baris yang mengandung petuah atau nasihat. Baris pertama gurindam berisikan masalah atau perjanjian dan baris kedua berisikan jawaban dari masalah dari baris pertama.

Raja Ali Haji dikenal sebagai sastrawan Melayu dan ditetapkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut Jajat Burhanuddin, sejarawan dari Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah Jakarta, Raja Ali Haji, adalah sosok sastrawan yang memperkenalkan budaya tulis untuk karya sastra yang ia hasilkan.

Contohnya, dalam pengantar Gurindam Dua Belas, Raja Ali Haji telah mencantumkan tanggal penulisan karya, hingga menuliskan arti gurindam, perbedaan gurindam dengan syair, serta manfaat gurindam.

Baca juga: Museum Raja Ali Haji, Menelusuri Batam Sejak Kesultanan Riau Lingga

Kompleks makam Engku Puteri Raja Hamidah, Raja Ahmad, Raja Abdullah, Raja Aisyah, dan Raja Ali Haji Kompleks makam Engku Puteri Raja Hamidah, Raja Ahmad, Raja Abdullah, Raja Aisyah, dan Raja Ali Haji
Raja Ali Haji juga menulis Syair Sultan Abdul Muluk dan Bustanul Katibin yang berisi risalah tata bahasa Melayu.

Ia juga menulis Syair Hukum Nikah, Syair Hukum Fara'id, Syair Gemala Mestika Alam, dan Silsilah Melayu dan Bugis.

Tak hanya itu, seperti ditulis arkeolog Uka Tjandrasasmita dalam Arkeologi Islam Nusantara, Raja Ali Haji bersama sang ayah juga menulis Tuhfat al-Nafis pada 1866.

Karyanya ini merupakan sastra sejarah yang mengamanatkan dilaksanakannya ajaran Islam dan adat istiadat Melayu.

Baca juga: Museum Batam Raja Ali Haji, Berisi Sejarah sejak Kerajaan Riau Lingga

Gurindam Dua Belas juga berisi nasihat untuk para raja dan tentang tata negara.

Karya lainnya, Kitab Pengetahuan Bahasa, menjadi kamus bahasa Melayu pertama di Indonesia saat itu. Buku ini kemudian dijadikan pedoman sebagai Bahasa Indonesia pada Kongres Pemuda 28 Oktober 1928.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Terlibat Narkoba hingga Desersi, 4 Polisi di Maluku Dipecat

Terlibat Narkoba hingga Desersi, 4 Polisi di Maluku Dipecat

Regional
Tak Terima Digugat Cerai, Pria Ini Sebar Video Hubungan Intim dengan Mantan Istri

Tak Terima Digugat Cerai, Pria Ini Sebar Video Hubungan Intim dengan Mantan Istri

Regional
Pemkot Surabaya Bangun Saluran yang Terkoneksi ke Laut, Ini Tujuannya

Pemkot Surabaya Bangun Saluran yang Terkoneksi ke Laut, Ini Tujuannya

Regional
Seorang 'Debt Collector' di Surabaya Bacok Mantan Istri, Dipicu Cemburu Lihat Korban dengan Pria Lain

Seorang "Debt Collector" di Surabaya Bacok Mantan Istri, Dipicu Cemburu Lihat Korban dengan Pria Lain

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 6 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTB, NTT, Kalbar, dan Kalsel 6 Desember 2021

Regional
Disebut Bikin e-KTP Molor 1 Tahun, Ini Jawaban Disdukcapil Sumedang

Disebut Bikin e-KTP Molor 1 Tahun, Ini Jawaban Disdukcapil Sumedang

Regional
Pencuri Kalung Emas yang Tinggalkan Sepeda Motornya Ditangkap, Ternyata Sudah Beraksi di 50 Tempat

Pencuri Kalung Emas yang Tinggalkan Sepeda Motornya Ditangkap, Ternyata Sudah Beraksi di 50 Tempat

Regional
Warga Desa Ini Ungkap Pertanda Erupsi Gunung Semeru, Salah Satunya Aliran Air Jadi Keruh

Warga Desa Ini Ungkap Pertanda Erupsi Gunung Semeru, Salah Satunya Aliran Air Jadi Keruh

Regional
1 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Intan Jaya, Ini Kata Polisi

1 Anggota KKB Tewas dalam Kontak Senjata di Intan Jaya, Ini Kata Polisi

Regional
PMI Kota Magelang Kirim 1 Ton Beras untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

PMI Kota Magelang Kirim 1 Ton Beras untuk Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Ridwan Kamil Terjunkan JQR, Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Ridwan Kamil Terjunkan JQR, Bantu Korban Erupsi Gunung Semeru

Regional
Perampok Bank di Karawang Juga Rencana Rampok Selebritis di Jakarta, Intip Aktivitas Lewat YouTube

Perampok Bank di Karawang Juga Rencana Rampok Selebritis di Jakarta, Intip Aktivitas Lewat YouTube

Regional
Viral Unggahan Penculikan Anak, Polda Sulut: Itu Hoaks, Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Viral Unggahan Penculikan Anak, Polda Sulut: Itu Hoaks, Masyarakat Jangan Mudah Percaya

Regional
Ahli Bedah Plastik Dikirim untuk Tangani Korban Luka Bakar akibat Letusan Gunung Semeru

Ahli Bedah Plastik Dikirim untuk Tangani Korban Luka Bakar akibat Letusan Gunung Semeru

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Desember 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 6 Desember 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.