Banjir Susulan Landa Kecamatan Dringu, BPBD Probolinggo: Meluas ke Kecamatan Lain

Kompas.com - 10/03/2021, 23:58 WIB
Petugas membawa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil saat banjir menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/3/2021) petang ANTARAPetugas membawa perahu karet untuk mengevakuasi warga yang rentan seperti lansia, anak-anak, dan ibu hamil saat banjir menerjang Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo, Rabu (10/3/2021) petang

KOMPAS.com - Banjir susulan yang menerjang Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur, meluas hingga ke beberapa desa. Sehingga, jumlah warga yang dievakuasi makin bertambah pada Rabu (10/3/2021) petang.

"Kecamatan Dringu kembali diterjang banjir susulan untuk kesekian kalinya dan banjir yang membanjiri permukiman warga semakin meluas ke kecamatan lain," kata Pelaksana tugas (Plt) Kepala BPBD Probolinggo Tutug Edi Utomo seperti dikutip dari Antara, Rabu.

Baca juga: 346 WNA di Bali Langgar Protokol Kesehatan Sepanjang 2021, Paling Banyak di Kabupaten Badung

Sebelumnya, empat desa di Kecamatan Dringu diterjang banjir karena hujan deras di wilayah hulu bagian selatan pada Senin (8/3/2021).

Kini, banjir kembali menerjang desa tersebut.

"Berdasarkan pendataan sementara, ada empat desa di Kecamatan Dringu yang tergenang banjir yakni Desa Kedungdalem, Dringu, Kalirejo, dan Tegalrejo. Banjir meluas hingga Desa Jorongan di Kecamatan Leces," tuturnya.

Tidak hanya itu, sejumlah jalan kabupaten yang dilalui kendaraan pun tergenang banjir. Hal itu membuat sejumlah kendaraan harus memutar jalan untuk menghindari banjir.

"Petugas mengevakuasi anak-anak, ibu, dan lansia ke lokasi yang aman dari banjir di SDN Dringu 1 dan SDN Kedungdalem dengan menggunakan perahu karet yang sudah disiagakan di sisi barat dan timur Sungai Kedung Galeng," katanya.

Ia mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan saat hujan deras mengguyur kawasan hulu Kabupaten Probolinggo. Sebabm banjir bisa saja menerjang kecamatan di hilir sewaktu-waktu.

Baca juga: 6 Kelurahan di Jaktim Buka Layanan Restorasi dan Digitalisasi Arsip yang Rusak Saat Banjir

Berdasarkan data, Kecamatan Dringu telah empat kali dilanda banjir dalam tiga pekan terakhir, yakni 27 Februari, 28 Februari, 8 Maret, dan 10 Maret.

Banjir tersebut disebabkan tingginya curah hujan di daerah dataran tinggi seperti Bantaran, Kuripan hingga Bromo dan jebolnya tanah penahan atau tanggul di empat titik. Sehingga potensi banjir yang lebih besar bisa terjadi jika kiriman air dengan volume besar terjadi lagi.



Sumber Antara
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Menangis, Pelaku Pembakaran Kekasih di Cianjur Mengaku Tak Tega Melihat Korban Kepanasan: Saya Peluk Dia

Regional
Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Tentara Malaysia Bebaskan 8 Nelayan Indonesia yang Ditangkap

Regional
Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Kronologi Pria Bakar Kekasihnya Hidup-hidup karena Cemburu, Pelaku Sempat Peluk Tubuh Korban yang Terbakar

Regional
Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Ditemukan di Rumah Kosong, Dua Bocah Ini Diduga Ditelantarkan, Ada Luka Lebam di Tubuh Si Kakak

Regional
Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Aktivitas Wisata di Wilayah Taman Nasional Bunaken Ditutup Sementara

Regional
Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Kasus Covid-19 di Aceh Bertambah 100 Orang

Regional
[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

[POPULER NUSANTARA] Aksi Polisi Peluk Pemudik Emosi | Lebih Baik Dipenjara jika Tak Bertemu Anak

Regional
Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Ayo Bantu Arif, Bocah yang Alami Hidrosefalus dan Ditinggalkan Kedua Orangtuanya

Regional
Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Bupati Jombang Minta Khotbah Shalat Id Tidak Lama, Maksimal 10 Menit

Regional
Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Kisah Pilu Dua Bocah Ditemukan Warga di Rumah Kosong, Diduga Ditinggal Ibu dan Ada Luka Lebam

Regional
Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Bupati Nganjuk Jadi Tersangka Jual Beli Jabatan, Plt Bupati : Mohon Maaf, Ada Sedikit Ujian di Nganjuk

Regional
'Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak'

"Enam Tahun Tak Kumpul Keluarga. Saya Harus Pulang Demi Anak-anak"

Regional
Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Terbongkar, Jaringan Pembuat Hasil Tes Swab Palsu, Per Lembar Rp 200.000, 10 Menit Jadi

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 12 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X