Rekonstruksi Pembunuhan Ibu dan Anak di Aceh, Pelaku Sempat Perkosa Salah Satu Korban

Kompas.com - 10/03/2021, 16:40 WIB
Tim Polres Aceh Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur di Mapolres Aceh Timur, Rabu (10/3/2021). KOMPAS.com/MASRIADI SAMBOTim Polres Aceh Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur di Mapolres Aceh Timur, Rabu (10/3/2021).

ACEH TIMUR, KOMPAS.com – Tim Polres Aceh Timur menggelar rekonstruksi kasus pembunuhan terhadap ibu dan anak di Desa Simpang Jernih, Kecamatan Simpang Jernih, Kabupaten Aceh Timur di Mapolres Aceh Timur, Rabu (10/3/2021).

Kedua korban bernama Siti Fatimah (56) dan anaknya berinisial NA (15).

Kasat Reskrim Polres Aceh Timur, AKP Dwi Arys Purwoko, dihubungi per telepon, menyebutkan, rekontruksi dilakukan di Mapolres untuk menghindari peristiwa tak diinginkan di lokasi kejadian.

Jaksa penuntut umum dari Kejaksaan Negeri Aceh Timur turut hadir dalam rekonstruksi itu.

Kedua tersangka berinisial  R (46) dan M (37) mempergawakan 24 adegan.

Dari rekonstruksi terlihat, keduanya telah merencanakan pembunuhan itu dengan matang.

Baca juga: Sekeluarga Pemuka Agama di Lamjabat Aceh Dibacok Tetangga, Ibu Meninggal, Anak Selamat 

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk korban diperagakan oleh pemeran pengganti.

“Keluarga korban turut menyaksikan rekontruksi,” kata AKP Dwi.

Dia menyebutkan, adegan ke 11 terlihat bagaimana korban dibunuh, bahkan NA sempat diperkosa setelah sebelumnya kepalanya dihantam pakai besi.

Seluruh adegan yang diperagakan disesuaikan dengan berita acara pemeriksaan.

“Hasil rekonstruksi sudah sesuai dengan BAP, visum dan keterangan saksi. Dengan demikian dalam waktu dekat berkas tersebut akan segera dilimpahkan ke Kejaksaan Negeri Aceh Timur,” katanya.

Baca juga: Pembunuh Ibu dan Anak yang Jasadnya Ditemukan di Kolong Tempat Tidur Ternyata Tetangga Korban, Ini Motifnya

Kedua tersangka dijerat dengan Pasal 338 jo 340 KUHP dengan ancaman hukuman mati atau penjara seumur hidup dan Pasal 76 c jo pasal 80 ayat (3) Undang undang Nomor 35 Tahun 2014 perubahan atas Undang undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak dengan ancaman penjara paling lama 15 tahun.

Sebelumnya diberitakan pembunuhan ibu dan anak itu terjadi pada 12 Februari 2021 lalu.

Lalu warga dikejutkan dengan temuan mayat ibu dan anak yang tiga hari tidak keluar rumah. Belakangan polisi menangkap pelaku yaitu tetangga korban sendiri.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Adik Bantu Pukuli Buaya, Pemancing Ini Selamat dari 'Terkaman' Maut

Adik Bantu Pukuli Buaya, Pemancing Ini Selamat dari "Terkaman" Maut

Regional
Heboh Video Pria di Kuningan Tak Percaya Covid-19, Ucapannya Bikin Nakes Marah

Heboh Video Pria di Kuningan Tak Percaya Covid-19, Ucapannya Bikin Nakes Marah

Regional
Demonstrasi Tolak Penyekatan, Warga Madura: Kami Bisa Mati Bukan karena Virus tapi Kelaparan

Demonstrasi Tolak Penyekatan, Warga Madura: Kami Bisa Mati Bukan karena Virus tapi Kelaparan

Regional
Bantu Antar 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Sipil, Pria Ini Ikut Ditangkap Polisi

Bantu Antar 6 Anggota TNI AL Aniaya 2 Warga Sipil, Pria Ini Ikut Ditangkap Polisi

Regional
Diduga Habis Mencuri, Warga Jember Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Diduga Habis Mencuri, Warga Jember Ditemukan Tewas di Kebun Karet

Regional
Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Mal Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19 Mandiri

Pemkot Tasikmalaya Wajibkan Mal Punya Satuan Gugus Tugas Covid-19 Mandiri

Regional
Ridwan Kamil: Varian Delta Sudah Masuk Jabar, Muncul di Karawang dan Depok

Ridwan Kamil: Varian Delta Sudah Masuk Jabar, Muncul di Karawang dan Depok

Regional
Tasikmalaya Larang Warga Luar Kota Masuk Pusat Perbelanjaan, KTP Akan Diperiksa

Tasikmalaya Larang Warga Luar Kota Masuk Pusat Perbelanjaan, KTP Akan Diperiksa

Regional
Terpapar Covid-19, Ketua DPD PDI-P Jatim Tak Hadiri Rakerda

Terpapar Covid-19, Ketua DPD PDI-P Jatim Tak Hadiri Rakerda

Regional
Muncul Lagi Klaster Hajatan di Banyuwangi, 14 Warga Positif Covid-19

Muncul Lagi Klaster Hajatan di Banyuwangi, 14 Warga Positif Covid-19

Regional
Dirawat 15 Hari, 2 Pasien Covid-19 Varian Delta di RSLI Surabaya Sembuh dan Dipulangkan

Dirawat 15 Hari, 2 Pasien Covid-19 Varian Delta di RSLI Surabaya Sembuh dan Dipulangkan

Regional
16 Warga Kena Covid-19 Usai Piknik, Plt Walkot Tasikmalaya: Jangan Sampai yang 'Isoman' Berkeliaran

16 Warga Kena Covid-19 Usai Piknik, Plt Walkot Tasikmalaya: Jangan Sampai yang "Isoman" Berkeliaran

Regional
Eksepsi Ditolak Hakim, Sidang Pencemaran Nama Baik Dandim Tegal Lanjut Pemeriksaan Saksi

Eksepsi Ditolak Hakim, Sidang Pencemaran Nama Baik Dandim Tegal Lanjut Pemeriksaan Saksi

Regional
Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Tembok, DPRD Minta Pemerintah Tanggung Jawab jika Ada Faktor Kelalaian

Bocah 11 Tahun Tewas Tertimpa Tembok, DPRD Minta Pemerintah Tanggung Jawab jika Ada Faktor Kelalaian

Regional
Pria yang Videonya Viral Tantang Pegang Pasien Covid-19 Ditangkap di Bengkel Tambal Ban

Pria yang Videonya Viral Tantang Pegang Pasien Covid-19 Ditangkap di Bengkel Tambal Ban

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X