Dugaan Korupsi Dana Jaring Pengaman Sosial Covid-19 Banyumas Diusut

Kompas.com - 10/03/2021, 05:04 WIB
Kajari Purwokerto Sunarwan menunjukkan barang bukti uang diduga hasil korupsi dana jaring pengaman sosial Covid-19 sebanyak Rp 470 juta di Kantor Kejari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (9/3/2021) malam. KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKajari Purwokerto Sunarwan menunjukkan barang bukti uang diduga hasil korupsi dana jaring pengaman sosial Covid-19 sebanyak Rp 470 juta di Kantor Kejari Purwokerto, Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, Selasa (9/3/2021) malam.

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Purwokerto mengusut kasus dugaan korupsi dana jaring pengaman sosial Covid-19 dari Kementerian Tenaga Kerja (Kemenaker) untuk kelompok usaha di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, senilai Rp 1.920.000.000.

Tim Kejari sudah mengamankan sisa uang tunai sebesar Rp 470 juta dari rumah seseorang berinisial AM (26), warga Desa Sokawera, Kecamatan Cilongok, Kabupaten Banyumas, Selasa (9/3/2021).

Dari rumah tersebut tim juga mengamankan 38 stempel atas nama kelompok usaha, buku rekening tabungan dan satu unit komputer.

"Belum ada tersangka, baru saksi semua. Setelah alat bukti cukup, kami ekspose, kami tentukan siapa yang bertanggungjawab," Kajari Purwokerto Sunarwan, Selasa malam.

Baca juga: Polda Sumbar Bentuk Tim Terkait Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19

Sunarwan mengatakan hingga saat ini telah memeriksa sedikitnya tujuh orang saksi.

Sebanyak lima orang berasal dari kelompok usaha dan dua orang, masing-masing berinisial AM dan MT (37) yang diduga berperan dalam penyaluran dana tersebut.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Bantuan dari Kemenaker ini untuk pemberdayaan masyarakat akibat Covid-19 untuk mendirikan usaha mandiri, tapi pada praktiknya semua uang diambil oleh orang berinisial AM," ujar Sunarwan.

Mekanisme pencairan dana tersebut dari Kemenaker langsung ke rekening atas nama kelompok.

Namun setelah ketua kelompok usaha mencairkan uang di bank, ternyata langsung ditampung seluruhnya oleh AM.

"Di Banyumas total tercatat ada 48 kelompok usaha penerima bantuan yang masing-masing beranggotakan 20 orang. Setiap kelompok semestinya menerima anggaran sebesar Rp 40 juta," kata Sunarwan.

Baca juga: Soal Dugaan Penyelewengan Dana Covid-19 Rp 4,9 Miliar di Sumbar, Ini Faktanya

Sunarwan menduga, 48 kelompok usaha yang baru didirikan tersebut fiktif.

Pasalnya berdasarkan hasil sampling di lapangan pada beberapa kelompok usaha yang tersebar di beberapa kecamatan tidak ada kegiatan sama sekali.

"Sesuai dengan perjanjian kerja sama antara kelompok usaha dan pejabat pembuat komitmen (PPK) Direktorat Pengembangan dan Perluasan Kesempatan Kerja anggaran tersebut untuk program seperti kebun ketela, bibit durian, macam-macam, semua berbeda-beda," ujar Sunarwan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lonjakan Kasus Covid-19 di Karawang, Sudah Tambah Tempat Tidur namun Pasien Terus Bertambah

Lonjakan Kasus Covid-19 di Karawang, Sudah Tambah Tempat Tidur namun Pasien Terus Bertambah

Regional
Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam

Warga Perbatasan NTT-Timor Leste Akhirnya Nikmati Listrik 24 Jam

Regional
Dramatis, Video Penyelamatan Korban di Tengah Banjir Bandang Sungai Serayu

Dramatis, Video Penyelamatan Korban di Tengah Banjir Bandang Sungai Serayu

Regional
Pungli Dana Bantuan UMKM, Seorang Oknum PNS dan Warga Ditangkap Polisi

Pungli Dana Bantuan UMKM, Seorang Oknum PNS dan Warga Ditangkap Polisi

Regional
Kebakaran Rumah di Riau, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Korban

Kebakaran Rumah di Riau, Ibu dan 3 Anaknya Jadi Korban

Regional
Nikmati Suasana Alam, Menteri KP: Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga

Nikmati Suasana Alam, Menteri KP: Tidak Perlu Mati untuk Menuju Surga

Regional
Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Cegah Lonjakan Kasus Covid-19, Ini Persiapan Pemkot Semarang

Regional
Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Pengunjung Makam Bung Karno Meningkat, Tes Acak Covid-19 Dilakukan

Regional
PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

PPDB Sumbar Dibuka Senin Besok, Berikut Posko dan Hotline Pengaduan

Regional
Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Maling Salah Sasaran, Masuk Rumah Pendekar hingga Pura-pura ke Toilet

Regional
Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Minta Pasien Covid-19 Ngevlog, Ini Alasan Ganjar Pranowo

Regional
Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Detik-detik Menegangkan Saat Tim SAR Evakuasi Mayat Pria yang Diseret Buaya

Regional
Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Kesiapan Pemerintah DIY Hadapi Peningkatan Jumlah Pasien Covid-19

Regional
Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Kasus Korupsi SPP SMK di Batam, Tersangka Sebut Nama Pejabat Kepri

Regional
Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Sebulan Terakhir, Ada 4 Kasus Kekerasan Pada Jurnalis di Sumut, Pembakaran Mobil hingga Pembunuhan

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X