Kompas.com - 09/03/2021, 21:47 WIB

KUPANG, KOMPAS.com - Sebanyak 62 imigran di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), positif Covid-19.

Hal itu dibenarkan Kepala Kantor Wilayah Kemenkumham NTT Marciana Dominika Jone, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (9/3/2021) malam.

Marciana menyebut, 62 imigran itu berasal dari Afganistan dan Pakistan.

Baca juga: Mabuk Miras, Perempuan Ini Tikam Pria yang Tak Dikenal Pakai Pisau

"Imigran yang terpapar Covid-19 itu, kini menjalani perawatan di rumah sakit dan isolasi mandiri," ujar Marciana.

Marciana menuturkan, dari 62 imigran tersebut, 10 orang di antaranya dirawat di rumah sakit, dan sisanya menjalani isolasi terpadu di dua hotel di Kota Kupang.

Para imigran tersebut, lanjut Marciana, sudah ditangani dengan baik oleh IOM (international organization for migration).

Dia pun telah meminta agar para imigran itu diberi tambahan vitamin dan banyak berolahraga.

Baca juga: Emosi Saat Bertengkar dengan Istri, Pria Ini Tikam Kakak Ipar hingga Tewas

Marciana memerinci, imigran yang ditampung di Kupang sebanyak 220 orang.

Dari 220 itu, 181 orang di antaranya orang dewasa dan 39 anak.

Ratusan imigran itu ditampung di tiga lokasi hotel.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ketika Suporter dan Pemain di Sejumlah Daerah Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Ketika Suporter dan Pemain di Sejumlah Daerah Gelar Doa Bersama untuk Korban Tragedi Kanjuruhan

Regional
Api dan Asap Kembali Muncul dari Tanah di TTS, Kades Sebot: Sudah 2 Kali Bunyi Ledakan

Api dan Asap Kembali Muncul dari Tanah di TTS, Kades Sebot: Sudah 2 Kali Bunyi Ledakan

Regional
2 Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Pedagang hingga tewas di Labuan Bajo

2 Orang Jadi Tersangka Penganiayaan Pedagang hingga tewas di Labuan Bajo

Regional
Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Akan Diresmikan Presiden Jokowi dan Putra Mahkota UEA

Masjid Raya Sheikh Zayed di Solo Akan Diresmikan Presiden Jokowi dan Putra Mahkota UEA

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Oktober 2022

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 5 Oktober 2022

Regional
Perakit Bom Pipa di Riau Belum Terindikasi Jaringan Teroris

Perakit Bom Pipa di Riau Belum Terindikasi Jaringan Teroris

Regional
Kasus Suap PUPR Muba, AKBP Dalizon Keberatan Bayar Uang Pengganti Rp 10 Miliar

Kasus Suap PUPR Muba, AKBP Dalizon Keberatan Bayar Uang Pengganti Rp 10 Miliar

Regional
Masuk Pancaroba, Warga Bima dan Dompu Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Masuk Pancaroba, Warga Bima dan Dompu Diminta Waspada Cuaca Ekstrem

Regional
Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Seberat 1 Ton di Cilacap Ditarik Kembali ke Laut dengan 5 Perahu

Tersangkut Jaring Nelayan, Hiu Tutul Seberat 1 Ton di Cilacap Ditarik Kembali ke Laut dengan 5 Perahu

Regional
Banjir Aceh Utara Meluas, 6 Sekolah Diliburkan

Banjir Aceh Utara Meluas, 6 Sekolah Diliburkan

Regional
Senggol Batang Pohon, Mobil Boks Kehilangan Kendali dan Tabrak Toko Kelontong di Blitar

Senggol Batang Pohon, Mobil Boks Kehilangan Kendali dan Tabrak Toko Kelontong di Blitar

Regional
Perakit Bom Pipa di Riau Pernah Tembak Anak Kecil Pakai Senapan Angin

Perakit Bom Pipa di Riau Pernah Tembak Anak Kecil Pakai Senapan Angin

Regional
Ibu di Grobogan Tewas Disambar Kereta Api

Ibu di Grobogan Tewas Disambar Kereta Api

Regional
Pj Wali Kota Lhokseumawe Hapus Mobil Dinas Wali Kota dan 4 Pimpinan Pesantren

Pj Wali Kota Lhokseumawe Hapus Mobil Dinas Wali Kota dan 4 Pimpinan Pesantren

Regional
Denda Rp 1 Juta bagi Pemberi Uang ke Pengemis dan Gelandangan di Semarang Tuai Pro Kontra

Denda Rp 1 Juta bagi Pemberi Uang ke Pengemis dan Gelandangan di Semarang Tuai Pro Kontra

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.