Geledah Rumah Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim, Jaksa Sita 31 Sertifikat Tanah

Kompas.com - 09/03/2021, 16:52 WIB
Tersangka kredit macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang ditahan di Rutan Kejati Jatim Senin (1/3/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTersangka kredit macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang ditahan di Rutan Kejati Jatim Senin (1/3/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Tim gabungan Kejaksaan Tinggi Jawa Timur dan Kejaksaan Negeri Kabupaten Malang menggeledah rumah tersangka kasus kredit macet Bank Jatim cabang Kepanjen Malang sejak Senin (8/3/2021) kemarin. Puluhan sertifkat tanah disita dari rumah salah satu tersangka.

Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejati Jatim Fathur Rohman mengatakan, penggeledahan bertujuan mencari tambahan barang bukti untuk penyidikan.

Dari rumah salah satu tersangka DB, kata dia, sempat diamankan barang bukti berupa 31 sertifikat tanah.

"Diamankan 31 sertifikat tanah. Barang bukti masih didalami penyidik," kata Fathur saat dikonfirmasi, Selasa (9/3/2021).

Dalam kasus tersebut, DB berperan sebagai koordinator kreditur yang mengkoordinir kelompok masyarakat pemohon kredit di Bank Jatim.

Baca juga: 2 Mahasiswa UIN Malang Meninggal Saat Acara UKM, Polisi: Peserta Lakukan Kegiatan Fisik 10 Jam Sehari

Tim jaksa juga menemukan sejumlah abrang bukti yang diduga akan dibawa kabur tersangka. Namun, Fathur enggan menjelaskan barang bukti tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Maaf detailnya belum bisa saya jelaskan," terangnya.

Penggeledahan lalu dilanjutkan ke kediaman AP, MRY, dan EFR.

"Hingga saat ini penggeledahan masih berlangsung. Diharapkan penyidik menemukan barang bukti penunjang yang dibutuhkan," ujarnya.

Sebelumnya, kejaksaan menetapkan empat tersangka dalam kasus kredit macet Bank Jatim cabang Kepanjen Malang.

 

Mereka adalah, dua pejabat Bank Jatim Cabang Kepanjen yakni MRY (mantan kepala cabang) dan EFR (Penyelia kredit Bank Jatim cabang Kepanjen) serta pihak swasta penerima kredit yakni DB dan AP.

Modus kredit macet yang dilakukan para tersangka dengan mengajukan kredit kepada Bank Jatim Cabang Kepanjen melalui 10 kelompok masyarakat.

"Pejabat bank Jatim bekerja sama dengan debitur untuk memproses pengajuan kredit, padahal secara administrasi kredit yang diajukan tidak memenuhi syarat kredit yang ditetapkan," terangnya.

Baca juga: Dinilai Efektif Tekan Covid-19, Pemprov Jatim Perpanjang PPKM Mikro

Syarat dimaksud adalah pihak debitur mengajukan nama-nama orang lain sebagai debitur. Meski begitu, dengan bantuan tersangka pimpinan bank, pengajuan kredit tersebut bisa dicairkan.

"Akibatnya, kredit tidak terbayar dan oleh Bank Jatim ditetapkan sebagai kredit macet. Ini yang menyebabkan kerugian negara," jelasnya.



25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi: Keluarga Bupati Yasin Payapo Menolak Pemakaman Sesuai Prokes

Polisi: Keluarga Bupati Yasin Payapo Menolak Pemakaman Sesuai Prokes

Regional
Sadis, Suami Diikat dan Sang Istri Dianiaya hingga Tewas oleh 9 Pelaku, Ini Ceritanya

Sadis, Suami Diikat dan Sang Istri Dianiaya hingga Tewas oleh 9 Pelaku, Ini Ceritanya

Regional
Jenazah Bupati Yasin Payapo Dibawa ke Rumah, Warga Beramai-ramai Datang Melayat

Jenazah Bupati Yasin Payapo Dibawa ke Rumah, Warga Beramai-ramai Datang Melayat

Regional
Keping Gamelan Kuno Ditemukan di Grobogan, Diduga Peninggalan Mataram

Keping Gamelan Kuno Ditemukan di Grobogan, Diduga Peninggalan Mataram

Regional
Preman yang Dibentak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap Polisi

Preman yang Dibentak Sopir Truk Akhirnya Ditangkap Polisi

Regional
Jeritan PKL yang Tak Diberdayakan Bantu Warga Isoman di Madiun, Sepi Pembeli dan Berharap Bantuan

Jeritan PKL yang Tak Diberdayakan Bantu Warga Isoman di Madiun, Sepi Pembeli dan Berharap Bantuan

Regional
Polda Sumbar Larang Kegiatan Lomba dan Hiburan Selama HUT RI

Polda Sumbar Larang Kegiatan Lomba dan Hiburan Selama HUT RI

Regional
Bupati Yasin Payapo Meninggal Terpapar Covid-19, Jenazah Disemayamkan di Rumah Pribadi

Bupati Yasin Payapo Meninggal Terpapar Covid-19, Jenazah Disemayamkan di Rumah Pribadi

Regional
Gelombang Pasang Menghantam Pantai di Kebumen, Sejumlah Bangunan Rusak

Gelombang Pasang Menghantam Pantai di Kebumen, Sejumlah Bangunan Rusak

Regional
TPP Tenaga Kesehatan Dihapus, Ini Penjelasan Sekda Aceh Utara

TPP Tenaga Kesehatan Dihapus, Ini Penjelasan Sekda Aceh Utara

Regional
Senyum Warga Isoman Terima Makanan dari PKL: Ini Dukungan Moral untuk Cepat Sembuh...

Senyum Warga Isoman Terima Makanan dari PKL: Ini Dukungan Moral untuk Cepat Sembuh...

Regional
Tipu Muslihat Dukun Gadungan, Mengaku Bisa Obati Mata Rabun, Tapi Bawa Kabur Cincin Korbannya

Tipu Muslihat Dukun Gadungan, Mengaku Bisa Obati Mata Rabun, Tapi Bawa Kabur Cincin Korbannya

Regional
Bupati Yasin Payapo Meninggal akibat Covid-19, Semua Kontak Erat Akan Dites

Bupati Yasin Payapo Meninggal akibat Covid-19, Semua Kontak Erat Akan Dites

Regional
Bobol M-Banking Rp 1,4 Miliar, Pegawai Bank di Bali Divonis 5 Tahun Penjara

Bobol M-Banking Rp 1,4 Miliar, Pegawai Bank di Bali Divonis 5 Tahun Penjara

Regional
Dituding Kirim Guna-guna, Pasutri Ini Dianiaya secara Sadis oleh 9 Orang, Sang Istri Tewas, Ini Kronologinya

Dituding Kirim Guna-guna, Pasutri Ini Dianiaya secara Sadis oleh 9 Orang, Sang Istri Tewas, Ini Kronologinya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X