Dinilai Efektif Tekan Covid-19, Pemprov Jatim Perpanjang PPKM Mikro

Kompas.com - 09/03/2021, 16:14 WIB
Ilustrasi virus corona yang merebak di Indonesia. ShutterstockIlustrasi virus corona yang merebak di Indonesia.

SURABAYA, KOMPAS.com - Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperpanjang penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) mikro untuk ketiga kalinya. PPKM mikro ini berlaku dari 9-22 Maret 2021.

Penerapan PPKM mikro dinilai efektif menurunkan angka penambahan kasus positif dan membuat Jawa Timur keluar dari zona merah Covid-19.

Juru bicara Satgas Kuratif Covid-19 Jatim dr Makhyan Jibril Al Farabi menjelaskan, penerapan PPKM mikro berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 Tahun 2021 Tentang Perpanjangan Pemberlakuan PPKM Berbasis Mikro dan Mengoptimalkan Posko Penanganan Covid 2019 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran Covid 2019.

"Berdasarkan evaluasi yang telah dilakukan dengan Ibu Gubernur, intervensi PPKM mikro terbukti sangat efektif untuk menurunkan penyebaran Covid-19 di Jawa Timur," kata dia saat dikonfirmasi, Selasa (9/3/2021).

Berdasarkan evaluasi yang dilakukan tim kuratif dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, PPKM mikro yang diterapkan sebelumnya membuahkan hasil menggembirakan pada berbagai indikator, salah satunya epidemiologis.

Baca juga: Khofifah: Vaksinasi Jawa Timur Tertinggi di Indonesia

Jawa Timur juga telah bebas dari zona merah Covid-19. Kini, terdapat 22 daerah zona oranye atau risiko sedang penularan Covid-19 dan 16 daerah zona kuning atau risiko ringan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Alhamdulilah saat ini di Jatim sudah tidak ada zona merah, dan 42% kabupaten/kota sudah masuk di zona kuning, dan Ibu Gubernur menunjukkan bahwa penerapan PPKM Mikro ini sudah di jalur yang benar," ucap Jibril.

Pemprov Jatim berharap, penerapan PPKM mikro bisa membuat wilayah itu masuk dalam zona hijau.

PPKM mikro yang telah diterapkan sebelumnya membuat bed occupancy rate (BOR) di Jawa Timur turun dari 79 persen menjadi 35 persen. BOR ICU juga turun dari 72 persen menjadi 52 persen.

Artinya, keterisian rumah sakit di Jawa Timur sudah sesuai syarat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yakni di bawah 60%.

"Jadi PPKM Mikro memang betul-betul memberikan dampak yang luar biasa terhadap penurunan kasus Covid-19 di Jatim. Maka kami semua mengharap dukungan dari berbagai pihak baik TNI/Polri dan masyarakat, sangat kami butuhkan dalam pelaksanaan PPKM Mikro tahap ketiga ini, agar hasilnya bisa makin maksimal," jelas dia.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Malam Ini, Dua Ruas Jalan di Palembang Disekat untuk Kurangi Mobilitas Warga

Malam Ini, Dua Ruas Jalan di Palembang Disekat untuk Kurangi Mobilitas Warga

Regional
Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun, Plt Wali Kota Tasikmalaya akan Perluas Daerah Penyekatan

Kasus Covid-19 Tak Kunjung Turun, Plt Wali Kota Tasikmalaya akan Perluas Daerah Penyekatan

Regional
Pegawai Pemprov Jateng Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas, Diminta Optimalkan Teknologi Saat Bertugas

Pegawai Pemprov Jateng Dilarang Lakukan Perjalanan Dinas, Diminta Optimalkan Teknologi Saat Bertugas

Regional
Darurat, Ganjar Minta RS di Jateng Perbaiki SOP Pengadaan Oksigen

Darurat, Ganjar Minta RS di Jateng Perbaiki SOP Pengadaan Oksigen

Regional
Sudah 79 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dinyatakan Sembuh

Sudah 79 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dinyatakan Sembuh

Regional
Cerita Petugas Makamkan 17 Jenazah Covid-19 di Semarang: Kami Istirahat Hanya Merokok Sebatang

Cerita Petugas Makamkan 17 Jenazah Covid-19 di Semarang: Kami Istirahat Hanya Merokok Sebatang

Regional
Penjelasan Bank Jateng Cabang Wonogiri soal 7 Pegawainya Terinfeksi Covid-19

Penjelasan Bank Jateng Cabang Wonogiri soal 7 Pegawainya Terinfeksi Covid-19

Regional
Ibu Hamil di Kupang yang Ditemukan Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Suaminya

Ibu Hamil di Kupang yang Ditemukan Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Suaminya

Regional
Dikepung Zona Merah, Tempat Wisata di Kota Tegal Tutup Setiap Hari Minggu

Dikepung Zona Merah, Tempat Wisata di Kota Tegal Tutup Setiap Hari Minggu

Regional
Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lamongan, BKSDA Pasang Peringatan di Lokasi Munculnya Buaya

Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lamongan, BKSDA Pasang Peringatan di Lokasi Munculnya Buaya

Regional
Suami Istri di Palembang Ini Aniaya Tetangga hingga Korban Kritis

Suami Istri di Palembang Ini Aniaya Tetangga hingga Korban Kritis

Regional
Sempat Bertemu Guru di Sekolah, Belasan Siswa SD Positif Covid-19

Sempat Bertemu Guru di Sekolah, Belasan Siswa SD Positif Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Suami Bunuh Istrinya yang Hamil 7 Bulan lalu Kubur Jasad Korban di Septic Tank Depan Rumah

Terungkap, Ini Motif Suami Bunuh Istrinya yang Hamil 7 Bulan lalu Kubur Jasad Korban di Septic Tank Depan Rumah

Regional
Diduga Korupsi, Mantan Asisten II dan Kadis Tanaman Pangan Lampung Ditahan

Diduga Korupsi, Mantan Asisten II dan Kadis Tanaman Pangan Lampung Ditahan

Regional
Seorang Ibu Hamil Positif Covid-19 Melarikan Diri Saat Dijemput Satgas, Kabur ke Semak Belukar

Seorang Ibu Hamil Positif Covid-19 Melarikan Diri Saat Dijemput Satgas, Kabur ke Semak Belukar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X