Cerita Penumpang Batik Air yang Baru Terbang 30 Menit lalu Putar Balik ke Bandara Jambi

Kompas.com - 09/03/2021, 12:38 WIB
Ilustrasi pesawat dari maskapai penerbangan Batik Air landing di Bandara Soekarno-Hatta, (1/3/2020). SHUTTERSTOCK/LEONY EKA PRAKASAIlustrasi pesawat dari maskapai penerbangan Batik Air landing di Bandara Soekarno-Hatta, (1/3/2020).

JAMBI, KOMPAS.com - Khairul Anwar (32) atau Mukhyar sudah sekitar setengah jam di dalam pesawat Batik Air ID 6803.

Dia merasakan hal yang berbeda dari biasanya. Setelah lepas landas, pesawat seperti tidak terbang meninggi pada Sabtu (6/3/2021) kemarin.

Tak berapa lama kemudian, pramugari mengumumkan bahwa pesawat harus berbalik ke Jambi.

Perasaan Muhyar yang akan berangkat ke Makassar seketika menjadi cemas.

“Ada apa ini, pikiran saya waktu itu,” katanya saat dihubungi Kompas.com melalui telepon, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Cuaca Buruk, Pesawat Batik Air Jakarta-Semarang Terpaksa Mendarat di Solo

Muhyar mengatakan, penumpang lain tidak heboh dan panik waktu itu. Namun suara-suara penumpang baru keluar ketika sudah mendarat dan mengetahui penyebab pesawat kembali ke landasan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Muhyar mengatakan, saat mendarat, getaran pesawat lebih keras daripada biasanya.

“Terus tiba-tiba pesawat berhenti saja di tengah landasan begitu. Katanya pesawat yang mau keluar dan mau ke Jambi dibatalkan semua jadinya,” katanya.

Setelah itu baru ada pengumuman bahwa  penyebab pesawat belum dapat terbang ke Jakarta. Penumpang kemudian turun dan dijemput dengan bus.

“Penumpang dari luar kota disediakan hotel atau penginapan dari maskapai. Kalau saya karena ada keluarga di Jambi jadi pulang ke rumah dulu,” katanya.

Keesokan harinya, Mukhyar dan 117 penumpang lain baru berangkat ke Jakarta. Kini Mukhyar sudah berada di Makassar dan kejadian tersebut masih terngiang-ngiang di kepalanya.

Penjelasan otoritas bandara

Indra Gunawan selaku Executive General Manager Bandara Sultan Thaha Jambi mengatakan, penumpang dievakuasi dengan bus.

“Penumpang segera dievakuasi ke terminal menggunakan bus,” katanya melalui pesan WhatsApp, Senin (8/3/2021).

Sebanyak 117 penumpang ini kemudian diberangkatkan sehari setelah insiden yaitu pada hari Minggu (7/3/2021).

Baca juga: Dilarang Terbang ke Pontianak gara-gara 5 Penumpang Positif Corona, Batik Air: Kami hanya Bertugas Mengangkut Penumpang

Selain itu, insiden ini menyebabkan 3 penerbangan dibatalkan. Sebab pesawat posisinya berada di landasan dengankondisi ban depan rusak dan menghalangi proses penerbangan.

“Ada tiga penerbangan dibatalkan yaitu Lion, Batik Air dan Citilink untuk tujuan Jakarta (CGK),” katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sudah 79 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dinyatakan Sembuh

Sudah 79 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dinyatakan Sembuh

Regional
Cerita Petugas Makamkan 17 Jenazah Covid-19 di Semarang: Kami Istirahat Hanya Merokok Sebatang

Cerita Petugas Makamkan 17 Jenazah Covid-19 di Semarang: Kami Istirahat Hanya Merokok Sebatang

Regional
Penjelasan Bank Jateng Cabang Wonogiri soal 7 Pegawainya Terinfeksi Covid-19

Penjelasan Bank Jateng Cabang Wonogiri soal 7 Pegawainya Terinfeksi Covid-19

Regional
Ibu Hamil di Kupang yang Ditemukan Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Suaminya

Ibu Hamil di Kupang yang Ditemukan Tewas Tergantung Ternyata Dibunuh Suaminya

Regional
Dikepung Zona Merah, Tempat Wisata di Kota Tegal Tutup Setiap Hari Minggu

Dikepung Zona Merah, Tempat Wisata di Kota Tegal Tutup Setiap Hari Minggu

Regional
Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lamongan, BKSDA Pasang Peringatan di Lokasi Munculnya Buaya

Tingkatkan Kewaspadaan Warga Lamongan, BKSDA Pasang Peringatan di Lokasi Munculnya Buaya

Regional
Suami Istri di Palembang Ini Aniaya Tetangga hingga Korban Kritis

Suami Istri di Palembang Ini Aniaya Tetangga hingga Korban Kritis

Regional
Sempat Bertemu Guru di Sekolah, Belasan Siswa SD Positif Covid-19

Sempat Bertemu Guru di Sekolah, Belasan Siswa SD Positif Covid-19

Regional
Terungkap, Ini Motif Suami Bunuh Istrinya yang Hamil 7 Bulan lalu Kubur Jasad Korban di Septic Tank Depan Rumah

Terungkap, Ini Motif Suami Bunuh Istrinya yang Hamil 7 Bulan lalu Kubur Jasad Korban di Septic Tank Depan Rumah

Regional
Diduga Korupsi, Mantan Asisten II dan Kadis Tanaman Pangan Lampung Ditahan

Diduga Korupsi, Mantan Asisten II dan Kadis Tanaman Pangan Lampung Ditahan

Regional
Seorang Ibu Hamil Positif Covid-19 Melarikan Diri Saat Dijemput Satgas, Kabur ke Semak Belukar

Seorang Ibu Hamil Positif Covid-19 Melarikan Diri Saat Dijemput Satgas, Kabur ke Semak Belukar

Regional
Sepanjang Juni 2021, 23 Jenazah di Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Sepanjang Juni 2021, 23 Jenazah di Sleman Dimakamkan dengan Prokes Covid-19

Regional
Gali Pasir Timah pada Malam Hari, 6 Penambang Tertimbun Longsor

Gali Pasir Timah pada Malam Hari, 6 Penambang Tertimbun Longsor

Regional
Tak Tega Anaknya Isoman Sendiri di Rumah, Seorang Ibu Positif Covid-19

Tak Tega Anaknya Isoman Sendiri di Rumah, Seorang Ibu Positif Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Juni 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 23 Juni 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X