Pembebasan Lahan Belum Beres, Proyek Tol Padang-Pekanbaru Dihentikan Sementara

Kompas.com - 09/03/2021, 05:30 WIB
Pembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkendala pembebasan tanah yang nilainya sangat rendah KOMPAS.COM/PERDANA PUTRAPembangunan jalan tol Padang-Pekanbaru terkendala pembebasan tanah yang nilainya sangat rendah

PADANG, KOMPAS.com - Anggota DPR RI Komisi V Bidang Infrastruktur dan Perhubungan, Athari Gauthi Ardi, meminta Pemerintah Provinsi Sumatera Barat dan Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman segera menuntaskan proses pembebasan lahan tol Padang-Pekanbaru, ruas Padang-Sicincin.

Akibat belum tuntasnya pembebasan lahan itu, pembangunan fisik menjadi mangkrak dan terancam dihentikan sementara tahun 2021 ini.

"Sudah tiga tahun sejak diresmikan Presiden Joko Widodo tahun 2018 lalu, progres pembangunan tol itu terganjal pembebasan lahan," kata Athari yang dihubungi Kompas.com, Senin (8/3/2021).

Baca juga: Fisip Unand: 77 Persen Warga Dukung Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru

Politisi PAN asal Sumbar itu mengatakan, jika pembebasan lahan belum selesai, dipastikan pembangunan tol itu mangkrak.

"Ini kan proyek strategis nasional. Kenapa sudah tiga tahun proses pembebasan lahannya tidak selesai juga. Kalau lahannya tidak selesai, tentu tidak bisa kerja," jelas Athari.

Athari mengaku sudah menghubungi Dirjen Bina Marga untuk mengetahui kelanjutan pembangunan itu.

"Saya sudah hubungi Pak Dirjen Bina Marga. Betul untuk sementara pembangunannya dihentikan. Tahun 2021 ini tidak ada pembangunan fisik," kata Athari.

Baca juga: Diresmikan Jokowi, Pembangunan Tol Padang-Pekanbaru Terkendala Pembebasan Lahan

Hutama Karya: proyek tol Padang-Pekanbaru tetap dilanjutkan di lahan yang sudah bebas

Sementara itu, Project Director Jalan Tol Padang-Sicincin PT Hutama Karya Marthen Robert Singal menegaskan, pihaknya tetap melanjutkan pengerjaan jalan tol pada lahan yang sudah dibebaskan sebelumnya.

"PT Hutama Karya bukan menghentikan pembangunan, tapi hanya akan mengerjakan pada lahan yang sudah dibebaskan. Jika tersedia kelebihan sumber daya, maka akan dilakukan refocusing ke ruas lain yang lebih siap lahannya,” kata Marthen.

Marthen mengatakan, dengan kemampuan sumber daya dan kemampuan ekuitas yang sangat terbatas, PT Hutama Karya diminta melakukan refocusing pada ruas-ruas yang lebih siap sehingga hasilnya bisa lebih cepat dimanfaatkan oleh masyarakat.

Dari total lahan sepanjang 36,6 kilometer yang dibutuhkan untuk pembangunan tol, yang baru berhasil ditetapkan lokasinya baru sepanjang 4,2 kilometer.

Sisanya masih terkendala dalam hal pembebasan lahan.

Sebelumnya, Direktur Operasi III Hutama Karya Koentjoro menyampaikan bahwa dalam membangun proyek Tol Padang – Sicincin, perusahaan kerap kali dihadapkan oleh kendala di lapangan.

"Pembebasan lahan di Sumbar memang masih menjadi tantangan. Meski demikian, progress yang tidak begitu signifikan di ruas tol ini bukan karena pembangunannya yang lamban, namun perusahaan hanya dapat mengerjakan konstruksi tol sesuai dengan lahan yang telah dibebaskan," kata Koentjoro dalam keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Sabtu (6/3/2021).



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jumlah Kasus Covid-19 dari Klaster Sangon di Kulon Progo Melebar ke 4 Pedukuhan

Jumlah Kasus Covid-19 dari Klaster Sangon di Kulon Progo Melebar ke 4 Pedukuhan

Regional
Ledakan Petasan di Kebumen, Korban Diduga Meracik 2 Kilo Bubuk Petasan Sambil Merokok

Ledakan Petasan di Kebumen, Korban Diduga Meracik 2 Kilo Bubuk Petasan Sambil Merokok

Regional
Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.200 Meter

Gunung Merapi Luncurkan Awan Panas Guguran Sejauh 1.200 Meter

Regional
Istri Raja Keraton Solo Paku Buwono XII Wafat

Istri Raja Keraton Solo Paku Buwono XII Wafat

Regional
Gereja di Solo Ubah Jadwal Kebaktian demi Umat Islam Shalat Id Berjemaah

Gereja di Solo Ubah Jadwal Kebaktian demi Umat Islam Shalat Id Berjemaah

Regional
4 Orang Tewas Mengenaskan karena Ledakan Petasan, Separuh Peracik Ternyata Sambil Merokok

4 Orang Tewas Mengenaskan karena Ledakan Petasan, Separuh Peracik Ternyata Sambil Merokok

Regional
TNI Gagalkan Penyelundupan Suku Cadang Motor dan Barang Lainnya ke Timor Leste

TNI Gagalkan Penyelundupan Suku Cadang Motor dan Barang Lainnya ke Timor Leste

Regional
Gudang Spiritus di Semarang Terbakar, Terdengar 5 Kali Suara Ledakan

Gudang Spiritus di Semarang Terbakar, Terdengar 5 Kali Suara Ledakan

Regional
46 Napi di Lapas Lembata NTT Positif Corona, 1 Orang Meninggal Dunia

46 Napi di Lapas Lembata NTT Positif Corona, 1 Orang Meninggal Dunia

Regional
12 Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Dapat Remisi Idul Fitri

12 Napi Korupsi di Lapas Sukamiskin Dapat Remisi Idul Fitri

Regional
Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ruang Isolasi di Salatiga Penuh

Kasus Covid-19 Terus Bertambah, Ruang Isolasi di Salatiga Penuh

Regional
Petasan yang Menewaskan 1 Orang di Kudus Berukuran Fantastis

Petasan yang Menewaskan 1 Orang di Kudus Berukuran Fantastis

Regional
[POPULER NUSANTARA] Ledakan Petasan di Kebumen | TNI Baku Tembak dengan KKB

[POPULER NUSANTARA] Ledakan Petasan di Kebumen | TNI Baku Tembak dengan KKB

Regional
Luapan Air Sungai yang Membuat Banjir di Parapat Berangsur Surut

Luapan Air Sungai yang Membuat Banjir di Parapat Berangsur Surut

Regional
Khatib Shalat Id di Agam Meninggal Saat Berikan Khotbah di Mimbar

Khatib Shalat Id di Agam Meninggal Saat Berikan Khotbah di Mimbar

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X