Kompas.com - 08/03/2021, 22:24 WIB

AMUNTAI, KOMPAS.com - Sebanyak 21 balita di Desa Datu Kuning, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan (Kalsel) dilarikan ke Puskesmas setelah keracunan makanan.

Mereka keracunan usai menyantap makanan di acara yang digelar posyandu Desa Datu Kuning pada Senin (8/3/2021) sore.

Namun saat malam, para balita mulai diantar orang tuanya ke Puskesmas karena mengalami mual disertai muntah-muntah.

"Diduga keracunan kimia makanan," kata Plt Kepala Dinas Kesehatan HSU, Danu Fotohena kepada wartawan, Senin malam.

Baca juga: Seluruh Korban Keracunan Makanan di Mimika Sudah Pulang dari Rumah Sakit

Saat kegiatan, petugas posyandu menyiapkan beberapa menu makanan kepada para balita dan orang tuanya. Di antaranya, nasi kotak dan soto Banjar.

Danu menduga, para balita keracunan setelah menyantap soto setelah disuapin oleh orang tua masing-masing.

"Hasil pastinya kita tunggu pemeriksaan sampel di Labkes Banjarbaru. Besok sudah dikirim sampelnya," jelasnya.

Tidak hanya balita, terdapat lima orangtua yang juga mengalami keracunan.

Baca juga: Diduga Keracunan Makanan, 34 Anak di Papua Dilarikan ke Rumah Sakit

Beberapa balita terpaksa harus dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pambalah Batung Amuntai, untuk diberikan pertolongan intensif.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selalu Terbayang Wajah Anak, Ibu yang Bunuh Bayinya Mengaku Menyesal

Selalu Terbayang Wajah Anak, Ibu yang Bunuh Bayinya Mengaku Menyesal

Regional
Pemuda Aceh Dicambuk 21 Kali Gara-gara Judi 'Online'

Pemuda Aceh Dicambuk 21 Kali Gara-gara Judi "Online"

Regional
Sama-sama Mabuk Miras di Pesta Nikah, Pria Tikam Rekannya hingga Tewas di Sabu Raijua

Sama-sama Mabuk Miras di Pesta Nikah, Pria Tikam Rekannya hingga Tewas di Sabu Raijua

Regional
UMP Babel 2023 Naik 7,5 Persen Jadi Rp 3,49 Juta

UMP Babel 2023 Naik 7,5 Persen Jadi Rp 3,49 Juta

Regional
Hujan Deras di Gunung Merapi Picu Banjir Lahar di Kali Gendol, Jalan Ini Terputus

Hujan Deras di Gunung Merapi Picu Banjir Lahar di Kali Gendol, Jalan Ini Terputus

Regional
Kisah Yeni Endah Pengidap Sindrom Langka, Menulis dengan Jari Telunjuk Hasilkan Ratusan Karya

Kisah Yeni Endah Pengidap Sindrom Langka, Menulis dengan Jari Telunjuk Hasilkan Ratusan Karya

Regional
Pembunuhan Sekeluarga di Magelang, Pelaku Sempat Racuni Keluarganya Pakai Es Dawet tapi Gagal

Pembunuhan Sekeluarga di Magelang, Pelaku Sempat Racuni Keluarganya Pakai Es Dawet tapi Gagal

Regional
Diduga Diterkam Buaya, Warga Pasaman Barat Hilang Saat Cari Lokan di Sungai

Diduga Diterkam Buaya, Warga Pasaman Barat Hilang Saat Cari Lokan di Sungai

Regional
500 Pembeli Rumah di Batam Tertipu, termasuk 3 Anggota DPRD

500 Pembeli Rumah di Batam Tertipu, termasuk 3 Anggota DPRD

Regional
Oknum Pegawai Bank Sulselbar Mamuju Beri Bonus Fiktif kepada Nasabah yang Isi Saldonya Raib

Oknum Pegawai Bank Sulselbar Mamuju Beri Bonus Fiktif kepada Nasabah yang Isi Saldonya Raib

Regional
Pesan Jokowi Jelang Tahun Politik: Jaga Stabilitas, Hindari Benturan dan Adu Domba

Pesan Jokowi Jelang Tahun Politik: Jaga Stabilitas, Hindari Benturan dan Adu Domba

Regional
Ketua KPK Sebut Koruptor di Indonesia Lebih Takut Dimiskinkan daripada Dipenjara

Ketua KPK Sebut Koruptor di Indonesia Lebih Takut Dimiskinkan daripada Dipenjara

Regional
Bandar Arisan Online Catut Nama Kapolda Jateng, Berdalih Tak Perlu Kembalikan Dana Peserta

Bandar Arisan Online Catut Nama Kapolda Jateng, Berdalih Tak Perlu Kembalikan Dana Peserta

Regional
Penyelundupan 10 Ton Pupuk Bersubsidi ke Mojokerto Digagalkan Polisi di Lumajang

Penyelundupan 10 Ton Pupuk Bersubsidi ke Mojokerto Digagalkan Polisi di Lumajang

Regional
5 Siswi SMA di Bima Keroyok Temannya, Bermula Cekcok di WhatsApp

5 Siswi SMA di Bima Keroyok Temannya, Bermula Cekcok di WhatsApp

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.