Misteri Penemuan Kerangka Manusia dan Kaus Oranye “Toko Bangunan Jati Lawang”

Kompas.com - 08/03/2021, 06:43 WIB
Ilustrasi Tengkorak Manusia. ThinkstockIlustrasi Tengkorak Manusia.

KOMPAS.com - Sewaktu mengerjakan lahannya, Pareja (57) melihat sesuatu yang mengapung di sungai. Benda tersebut tersangkut di tali.

Warga Dusun Jati, Desa Blongko, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, itu kemudian mendatanginya.

Benda itu ternyata tengkorak.

Di sekitarnya ditemukan juga sepotong kaus oranye bertuliskan “Toko Bangunan Jati Lawang” dan celana pendek hitam.

Di dalamnya terdapat tulang yang diduga berasal dari tubuh manusia.

Oleh Pareja, kerangka itu kemudian dibersihkan, lalu dijadikan satu dan disimpan di tempat aman.

Pareja menemukan kerangka ini pada Minggu (7/3/2021) sekitar pukul 06.30 WIB.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Baca juga: Warga Temukan Kerangka Manusia Tersangkut Tali, Diduga Korban Longsor Nganjuk 2017

Barang bukti diamankan

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi

Kejadian ini Pareja beritahukan kepada kepala rukun tetangga (RT) setempat, yang kemudian diteruskan ke Kepala Desa Blongko.

Penemuan kerangka ini kemudian dilaporkan Kepala Desa Blongko ke personel Bhayangkara Pembina Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Bhabinkamtibmas) Desa Blongko sekitar pukul 08.30 WIB pada hari yang sama.

Kepala Kepolisian Sektor Ngetos AKP Gendut Wisoko menyampaikan, usai mendapat informasi tersebut, personelnya mendatangi lokasi.

Pihak kepolisian mengamankan barang bukti berupa sebuah tengkorak, beberapa tulang diduga tubuh manusia, kaus oranye bertuliskan “Toko Bangunan Jati Lawang”, dan celana pendek hitam.

“Kaus itu diduga milik saudara Paidi yang menjadi korban longsor pada tahun 2017 yang sampai saat ini belum diketemukan,” ungkap Gendut.

Baca juga: Tengkorak Manusia Ditemukan di Mobil yang Terbenam dalam Lumpur, Ini Kata Polisi

 

Lakukan VER dan DVI

Ilustrasi tes DNA.SHUTTERSTOCK Ilustrasi tes DNA.

Tulang-belulang itu selanjutnya dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Nganjuk untuk dilakukan visum et repertum (VER).

Aparat kepolisian juga tengah melakukan disaster victim identification (DVI) untuk memastikan identitas korban.

“Baru diduga (kerangka yang ditemukan atas nama Paidi). Sementara nanti yang menentukan identitas dari DVI (Polri),” terangnya.

Baca juga: Tragedi Berdarah di Kamar Hotel, Satu Orang Tewas, Pelaku Serahkan Diri ke Polisi

Pada April 2017, tanah longsor melanda Dusun Dlopo, Desa Kepel, Kecamatan Ngetos, Nganjuk.

Lokasi tanah longsor dengan penemuan kerangka tak begitu jauh.

Ada lima korban tanah longsor yang sampai saat ini belum ditemukan. Salah satunya adalah Paidi.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Nganjuk, Usman Hadi | Editor: Khairina)

 

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Capai Ratusan Juta

Hujan Deras Disertai Angin Kencang Melanda Luwu Utara, Puluhan Rumah Rusak dan Kerugian Capai Ratusan Juta

Regional
Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Hujan Disertai Angin Kencang Landa Gresik, 7 Rumah Rusak

Regional
Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Bupati Muba Ditahan KPK, Wabup Beni Hernedi: Ini Situasi yang Berat

Regional
Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Kecelakaan Yamaha Jupiter Z Vs Mobilio di Sulut, Pengendara Sepeda Motor Tewas

Regional
Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Resmikan Pembangunan Jembatan Gantung di Puncak Bogor, Sandiaga: Ini Akan Jadi Episentrum Ecotourism Dunia

Regional
Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Hadiri Munas PPP di Semarang, Ridwan Kamil Bicara Tantangan Pemimpin di Era Disrupsi

Regional
Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Panen Jagung di NTT, Mentan: Kalau Mau Kaya, Jadilah Petani

Regional
Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 orang Terluka

Angin Kencang Terjang Luwu Utara, 2 Rumah Rusak dan 1 orang Terluka

Regional
Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Kronologi Puluhan Wisatawan Dilaporkan Terjebak di Waduk Jatiluhur, Berawal Kabar dari Keluarga Korban

Regional
Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Fakta Insiden Kebocoran Bak Penampungan BBM di SPBU Makassar, Cemari Selokan Warga dan Bau Menyengat

Regional
Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Pertama Kali Terjadi, Roda Keranda Jenazah di Kediri Hilang, Diduga Dicuri Maling

Regional
Jerat Pinjol, 'Racun' di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Jerat Pinjol, "Racun" di Tengah Impitan Ekonomi dan Konsumerisme

Regional
8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

8 Bulan Kabur dari Lapas Nunukan, 2 Napi Kasus Pencurian Ditangkap di Rumah Orangtua

Regional
[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

[POPULER NUSANTARA] Kesaksian Warga soal Tragedi Susur Sungai | Bupati Musi Banyuasin Terjaring OTT KPK

Regional
Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Kisah Keluarga Koruptor Jadi Begal Proyek di Pusaran Korupsi Kepala Daerah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.