DPD Demokrat Sulut: KLB Ilegal, Kader yang Ikut Pasti Diberi Sanksi Pemecatan

Kompas.com - 07/03/2021, 19:18 WIB
Ketua Tim Satgas Sulawesi I (Sulut, Sulteng dan Gorontalo), Andi Timo Pangerang bersama pengurus struktur Partai Demokrat Sulut dalam media gathering yang digelar, Senin (2/11/2020) malam. KOMPAS.com/SKIVO MARCELINO MANDEYKetua Tim Satgas Sulawesi I (Sulut, Sulteng dan Gorontalo), Andi Timo Pangerang bersama pengurus struktur Partai Demokrat Sulut dalam media gathering yang digelar, Senin (2/11/2020) malam.

MANADO, KOMPAS.com - Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Utara Mor Bastiaan menegaskan, akan memecat kader yang ikut Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara.

"Apabila ada kader yang ikut KLB ilegal pasti diberi sanksi pemecatan oleh partai," tegas Mor saat dikonfirmasi, Minggu (7/3/2021).

Ia menambahkan, DPD dan DPC Partai Demokrat se-Sulawesi Utara menolak KLB di Sumut.

"Itu ilegal dengan suara fiktif dan inkonstitusional," ungkapnya.

Baca juga: Rakorda Partai Demokrat Jateng: 7 Poin Tolak KLB Tetapkan Moeldoko Jadi Ketua Umum

Wakil Wali Kota Manado itu menyebutkan, KLB tersebut tidak sesuai AD/ART dan kepengurusan partai yang telah disahkan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia (Menkumham).

"Jika ada yang memalsukan surat kuasa mengikuti KLB pasti kita akan proses hukum," ujarnya.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Sebelumnya, Mor juga menyatakan seluruh pemilik suara di Partai Demokrat Sulut bahkan di Indonesia, menyatakan ketetapan pada hasil Kongres V Partai Demokrat.

"Seluruhnya berikhtiar bahwa tidak berjiwa pengkhianat dan akan terus menjalankan putusan Kongres V Partai Demokrat," katanya.

Sementara itu, Sekretaris DPD Demokrat Sulut Billy Lombok mengatakan, dari hasil penelusuran DPD, ada enam mantan Ketua DPC yang ikut KLB, dan mereka sebelumnya sudah dipecat.

"Enam eks ketua DPC yang hadir di sana sudah diganti lebih dulu. Jadi, kehadiran mereka di kongres itu tidak merepresentasi suara dari DPC asal," ungkapnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Sederet Upaya Tangani Lonjakan Covid-19 Bangkalan

Sederet Upaya Tangani Lonjakan Covid-19 Bangkalan

Regional
Terbukti Bersalah, Bos Paket Arisan Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 49 M

Terbukti Bersalah, Bos Paket Arisan Dihukum Bayar Ganti Rugi Rp 49 M

Regional
Bercanda Pakai Senapan Angin, Remaja 13 Tahun Tembak Dada Anak 5 Tahun

Bercanda Pakai Senapan Angin, Remaja 13 Tahun Tembak Dada Anak 5 Tahun

Regional
Cekcok dan Saling Pukul 2 Pemulung Berujung Maut di Sebuah Pasar, Saksi Tak Melerai karena Dikira Bercanda

Cekcok dan Saling Pukul 2 Pemulung Berujung Maut di Sebuah Pasar, Saksi Tak Melerai karena Dikira Bercanda

Regional
Puluhan Warga di Kulon Progo Positif Covid-19, Sebelumnya Ikut Gotong Royong dan Rapat Kampung

Puluhan Warga di Kulon Progo Positif Covid-19, Sebelumnya Ikut Gotong Royong dan Rapat Kampung

Regional
Muncul Skor 'Siluman' dan Penilaian Ranking di PPDB Jabar, Ini Penjelasan Disdik

Muncul Skor "Siluman" dan Penilaian Ranking di PPDB Jabar, Ini Penjelasan Disdik

Regional
Berawal dari Cekcok, Ini Kronologi Suami Bunuh Istrinya yang Hamil dan Kubur Mayatnya di Septic Tank

Berawal dari Cekcok, Ini Kronologi Suami Bunuh Istrinya yang Hamil dan Kubur Mayatnya di Septic Tank

Regional
[POPULER NUSANTARA] Bupati Jember Bingung soal Dana Covid-19 Rp 107 Miliar | Perjuangan Lena Cari Kamar Rumah Sakit

[POPULER NUSANTARA] Bupati Jember Bingung soal Dana Covid-19 Rp 107 Miliar | Perjuangan Lena Cari Kamar Rumah Sakit

Regional
Potensi Gelombang Kedua Covid-19, Nakes Umum Pamekasan Dialihkan ke Pasien Corona hingga Ruang Isolasi Penuh

Potensi Gelombang Kedua Covid-19, Nakes Umum Pamekasan Dialihkan ke Pasien Corona hingga Ruang Isolasi Penuh

Regional
11 Siswa SD Kena Covid-19, Diduga Tertular dari Guru yang Kontak dengan Pasien Positif

11 Siswa SD Kena Covid-19, Diduga Tertular dari Guru yang Kontak dengan Pasien Positif

Regional
Anggaran Tersedia Sejak Januari, Pemkot Tegal Belum Juga Beli Alat PCR, Sekda: Kami Sedang Cari

Anggaran Tersedia Sejak Januari, Pemkot Tegal Belum Juga Beli Alat PCR, Sekda: Kami Sedang Cari

Regional
Kapolresta Ade: Toleransi Harus Hidup dan Ditegakkan di Kota Solo

Kapolresta Ade: Toleransi Harus Hidup dan Ditegakkan di Kota Solo

Regional
Cegah Lonjakan Covid-19, Polisi Berlakukan Jam Malam di Kota Boyolali

Cegah Lonjakan Covid-19, Polisi Berlakukan Jam Malam di Kota Boyolali

Regional
Omzet Usaha Sirsak Beku Capai Rp 50 Juta Sebulan, Begini Cara Sucipto Mengolah Buah hingga Siap Dijual

Omzet Usaha Sirsak Beku Capai Rp 50 Juta Sebulan, Begini Cara Sucipto Mengolah Buah hingga Siap Dijual

Regional
Antre Kamar Jenazah di RSUD Brebes, 65 Pasien Covid-19 Meninggal Selama Bulan Juni

Antre Kamar Jenazah di RSUD Brebes, 65 Pasien Covid-19 Meninggal Selama Bulan Juni

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X