Sederet Kuliner Tradisional di Solo yang Mulai Langka

Kompas.com - 07/03/2021, 16:45 WIB
Kuliner Brambang Asem terdiri daun ubi dicampur sambal asam jawa yang terasa pedas dan manis. KOMPAS.COM/WAHYU ADITYO PRODJOKuliner Brambang Asem terdiri daun ubi dicampur sambal asam jawa yang terasa pedas dan manis.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Indonesia adalah negeri yang kaya akan makanan tradisional.

Sebab, hampir setiap daerah memiliki makanan dan minuman tradisional masing-masing.

Di Solo, Jawa Tengah, misalnya, ada beragam makanan tradisional yang menyajikan cita rasa yang menggugah selera.

Sayangnya, seiring dengan perkembangan zaman dan gempuran budaya dari luar, makanan tradisional tersebut semakin tersisih.

Berikut ini sejumlah kuliner tradisional di Solo yang mulai langka ditemukan.

Cabuk rambak

Cabuk rambakTribunnews Cabuk rambak

Salah satu kuliner tradisional di Solo yang mulai jarang ditemukan itu adalah cabuk rambak.

Dilansir dari buku Kuliner Tradisional Solo karya Dawud Achroni, kata cabuk dalam makanan itu mengacu pada saus berbahan utama wijen.

Sedangkan rambak adalah kerupuk yang dibuat dari kulit sapi atau kerbau.

Dalam penyajiannya, cabuk rambak tersebut disajikan dengan irisan ketupat.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Volume Kubah Lava Tengah Gunung Merapi Capai 1,7 Juta Meter Kubik

Regional
Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Kisah Pengungsi Afganistan, Bertahun-tahun Terkatung-katung hingga Depresi

Regional
22.000 Kendaraan Putar Balik di Berbagai Pintu Masuk Jabar

22.000 Kendaraan Putar Balik di Berbagai Pintu Masuk Jabar

Regional
Takut Di-rapid Test Antigen, Ibu Ini Pilih Putar Balik di Exit Tol Begadung Nganjuk

Takut Di-rapid Test Antigen, Ibu Ini Pilih Putar Balik di Exit Tol Begadung Nganjuk

Regional
Usai Diprotes, Wali Kota Medan Bobby Nasution Kunjungi Markas Jurnalis

Usai Diprotes, Wali Kota Medan Bobby Nasution Kunjungi Markas Jurnalis

Regional
Konsumsi Ganja untuk Obati Insomnia, Seorang Anggota DPRD Ditangkap

Konsumsi Ganja untuk Obati Insomnia, Seorang Anggota DPRD Ditangkap

Regional
Warga Semarang Diminta Shalat Id di Masjid Dekat Rumah Masing-masing

Warga Semarang Diminta Shalat Id di Masjid Dekat Rumah Masing-masing

Regional
Bertemu Pemudik Dikarantina karena Dilaporkan Istri, Ganjar Tertawa

Bertemu Pemudik Dikarantina karena Dilaporkan Istri, Ganjar Tertawa

Regional
Semua Kendaraan Pelat Luar Kota Dicegat di Pintu Tol, Sebagian Dilarang Masuk Kota Malang

Semua Kendaraan Pelat Luar Kota Dicegat di Pintu Tol, Sebagian Dilarang Masuk Kota Malang

Regional
Seorang WNA yang Diduga Gelar 'Kelas Orgasme' di Bali Ditangkap

Seorang WNA yang Diduga Gelar "Kelas Orgasme" di Bali Ditangkap

Regional
Fakta Danau di Kupang yang Muncul Usai Badai Seroja, Sempat Viral di Medsos, Kini Mulai Kering

Fakta Danau di Kupang yang Muncul Usai Badai Seroja, Sempat Viral di Medsos, Kini Mulai Kering

Regional
Akal-akalan Pemudik demi Lolos Penyekatan, Pura-pura Jadi Driver Ojol hingga Ngaku COD

Akal-akalan Pemudik demi Lolos Penyekatan, Pura-pura Jadi Driver Ojol hingga Ngaku COD

Regional
Ingin Bisa Main Game, Remaja Nekat Jambret Ponsel dengan Modus Lempar Petasan

Ingin Bisa Main Game, Remaja Nekat Jambret Ponsel dengan Modus Lempar Petasan

Regional
Pemkot Palembang Izinkan Shalat Id di Masjid, tetapi Ada Syaratnya

Pemkot Palembang Izinkan Shalat Id di Masjid, tetapi Ada Syaratnya

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 7 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar, dan Kalsel 7 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X