Fakta-fakta Pelajar SMP Sah Jadi Suami Istri, Masih Belasan Tahun, Ini Alasan Mereka Dinikahkan

Kompas.com - 07/03/2021, 10:37 WIB
Ilustrasi menikah. SHUTTERSTOCKIlustrasi menikah.

KOMPAS.com- Pernikahan dua kekasih di Kecamatan Batuga, Buton Selatan, Sulawesi Tenggara menjadi sorotan publik.

Sebab, mempelai laki-laki dan perempuannya masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama dan berusia belasan tahun.

Mereka ialah MG (14), siswa kelas 7 dan FN (16) siswa kelas 9.

Baca juga: Sepasang Pelajar SMP di Buton Selatan Menikah, Sempat Ditolak KUA, Menang di Pengadilan Agama

Proses ijab kabul dilakukan di rumah perempuan

Ilustrasi pernikahan.PEXELS/DEEPAK KHIRODWALA Ilustrasi pernikahan.
Keduanya menikah dan melangsungkan prosesi ijab kabul di rumah mempelai perempuan.

Ijab kabul dilaksanakan pada Sabtu (6/3/2021) sekitar pukul 09.00 WIB.

Bocah SMP berinisial MG mengucapkan ikrar ijab kabul dituntun oleh Kepala KUA Batauga Samsul Ridi.

Mereka pun kini menjadi sepasang suami istri.

Baca juga: Pelajar SMP di Buton Selatan Resmi Menikah, Ibu Mempelai Wanita: Antara Lega dan Khawatir

 

IlustrasiPIXABAY Ilustrasi
Alasan dinikahan

Ibu mempelai wanita, Meliana menyebut pernikahan terjadi karena kedua mempelai saling mencintai.

Dia mengaku tidak ingin terjadi hal buruk jika keduanya tidak dinikahkan.

“Ini sudah jalan terbaik, daripada terjadi hal yang tidak diinginkan ke depannya, orangtua berdosa, anak-anak berdosa, dan lingkungan juga berdosa, karena ghibah. Mungkin ini sudah jalan, kita kembalikan kepada Allah,” ujarnya.

Meliana mengakui dirinya punya kekhawatiran tersendiri, namun dia yakin Tuhan memberi jalan.

“Antara lega dan khawatir ke depannya bagaimana, karena ini (pernikahan) usia dini. Untuk sekolahnya, Insya Allah pasti ada jalan dan (memberikan) yang terbaik untuk (kedua) anak ini,” kata Meliana.

Baca juga: Cerita di Balik Pasangan Kekasih Pelajar SMP di Buton Daftar Nikah di KUA

Sempat ditolak KUA dimenagkan pengadilan agama

Ilustrasi pernikahan.PIXABAY/ Nihan Güzel Da?tan Ilustrasi pernikahan.
Kepala KUA Batauga, Samsul Ridi mengatakan pihaknya sempat menolak pernikahan mereka karena masih di bawah umur.

Keluarga dan pihak mempelai mengajukan gugatan dari kedua mempelai pengantin di Pengadilan Agama Pasarwajo untuk memohon agar kedua mempelai bisa menikah.

“Dalam putusan pengadilan mengabulkan permohonan untuk menikah. Lalu menyampaikan kepada kami, bahwa pernikahannya akan dilakukan pada tanggal 6 Maret 2021, namun tidak cukup waktu, maka kami berikan dispensasi waktu dari pemerintah daerah dan camat,” ujar Samsul.

Samsul lalu membuat pengumuman terkait rencana pernikahan mereka di Facebook.

“Pengumuman kehendak nikah, bagi bapak/ibu/ keluarga yang keberatan dan atau mengetahui adanya halangan atas rencana pernikahan diatas maka datang langsung ke kantor KUA,” demikian tulisan pengumuman yang di posting dalan beranda Facebook KUA Batauga.

Akhirnya keduanya menikah.

“Kita bersyukur kepada Allah, pada hari ini kami telah selesaikan pernikahan di keluarga kedua mempelai wanita, Alhamdulillah tidak ada kendala, semua dengan lancar,” kata Samsul kepada sejumlah media, Sabtu.

Baca juga: Duduk Perkara Nur, Mantan Pegawai BCA Laporkan Nasabah Usai Salah Transfer, Begini Aturan Mainnya

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral

Tidak menyangka viral

Paman dari mempelai Amirullah mengaku tidak menyangka pernikahan keponakannya itu viral di media sosial.

Viralnya kabar peristiwa pernikahan itu bermula dari status Facebook Kepala KUA.

“Mungkin bagi sebagian orang merupakan hal yang tabu namun berasal dari kedua anak kami ini saling mencintai. Agar tidak terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, maka keluarga bersepakat ada baiknya dinikahkan,” ucap Amirullah.

Dia berharap pernikahan itu bisa menuai keberkahan bagi kedua mempelai.

“Apapun persepsi dari masyarakat, kita tidak bisa hindari. Namun semua berawal dari niat yang baik,” tutupnya.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Kontributor Baubau, Defriatno Neke | Editor: Khairina, Candra Setia Budi)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X