"Demokrat Akan Melawan dan Bertarung sampai Titik Darah Penghabisan"

Kompas.com - 07/03/2021, 08:30 WIB
Moeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021).  Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025. ANTARA FOTO/ENDI AHMADMoeldoko (tengah) tiba di lokasi Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di The Hill Hotel Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021). Berdasarkan hasil KLB, Moeldoko terpilih menjadi Ketua Umum Partai Demokrat periode 2021-2025.

KOMPAS.com- Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat di Sibolangit, Deli Serdang, Sumatera Utara, Jumat (5/3/2021) berbuntut panjang hingga sampai ke ranah hukum.

Di NTT, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat menegaskan akan memproses pidana anggotanya yang mengikuti KLB.

Sedangkan di Maluku, sebanyak belasan orang kader bahkan telah dilaporkan ke Polda Maluku pada Sabtu (6/3/2021) sore.

Baca juga: Sederet Fakta KLB Demokrat, Diwarnai Bentrokan, Pidato Moeldoko Usai Jadi Ketum hingga Sikap Daerah

"Akan lawan sampai titik darah penghabisan"

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum
Ketua DPD Partai Demokrat NTT, Jefri Riwu Kore mengatakan kader Demokrat di wilayahnya tegak lurus dengan kepemimpinan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).

"Kami sangat serius menentang gejolak ini. Demokrat NTT akan melawan dan bertarung sampai titik darah penghabisan,” ujar Jefri dalam rilis resmi yang diterima Kompas.com dari Sekretaris DPD Demokrat NTT Ferdinandus Leu, Sabtu (6/3/2021).

“Tidak ada satupun ketua DPD yang hadir dan 95 persen ketua DPC juga tidak hadir. Yang hadir justru orang-orang yang tidak jelas dan bukan kader partai, dan baru pernah terjadi dalam sejarah politik di Indonesia, ketua umum partai yang mereka tunjuk berasal dari luar partai,” kata Jefri.

Dia menegaskan, akan melaporkan kader yang membelot ke polisi.

“Kita pasti akan pidanakan mereka, ini peringatan yang tidak main-main, kami sangat serius,” ujar dia.

Jefri juga meminta pemerintah pusat tidak memberikan SK kepengurusan, sebab KLB dinilai ilegal.

Baca juga: Demokrat NTT Akan Pidanakan Pengurusnya yang Ikut KLB Deli Serdang

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanaman Porang Bikin Petani Madiun Untung Ratusan Juta, Beli Mobil dan Tanah (Bagian 2)

Tanaman Porang Bikin Petani Madiun Untung Ratusan Juta, Beli Mobil dan Tanah (Bagian 2)

Regional
Mengaku Dukun Sakti, Tukang Bangunan Cabuli 4 Ibu Rumah Tangga

Mengaku Dukun Sakti, Tukang Bangunan Cabuli 4 Ibu Rumah Tangga

Regional
Dapat Rp 900 Juta dari Panen Porang, Petani Ini Beli Mobil dan Tanah

Dapat Rp 900 Juta dari Panen Porang, Petani Ini Beli Mobil dan Tanah

Regional
Pj Wali Kota Banjarmasin Minta Seluruh Puskesmas Percepat Vaksinasi Lansia

Pj Wali Kota Banjarmasin Minta Seluruh Puskesmas Percepat Vaksinasi Lansia

Regional
Bunga Bangkai Berbuah di Agam Disebut Peristiwa Langka, BKSDA: Biasanya Setelah Berbunga lalu Layu Membusuk...

Bunga Bangkai Berbuah di Agam Disebut Peristiwa Langka, BKSDA: Biasanya Setelah Berbunga lalu Layu Membusuk...

Regional
Saling Ejek di WhatsApp Berujung Maut, Kakak Pukuli Adik Sepupu hingga Tewas

Saling Ejek di WhatsApp Berujung Maut, Kakak Pukuli Adik Sepupu hingga Tewas

Regional
Warga Temukan Goa Saat Gali Saluran Air, Ternyata Makam Masa Megalitikum, Ada Kerangka hingga Tombak

Warga Temukan Goa Saat Gali Saluran Air, Ternyata Makam Masa Megalitikum, Ada Kerangka hingga Tombak

Regional
Usai Cekcok Soal Hubungan Intim, Istri Gantung Diri, Jasad Ditemukan Anak

Usai Cekcok Soal Hubungan Intim, Istri Gantung Diri, Jasad Ditemukan Anak

Regional
15 Tahun Lalu Hilang Usai Pamit Merantau, Hermawan Ditemukan Jadi ODGJ di Pantura, Kini Bertemu Keluarga

15 Tahun Lalu Hilang Usai Pamit Merantau, Hermawan Ditemukan Jadi ODGJ di Pantura, Kini Bertemu Keluarga

Regional
Peleburan Kemenristek-Kemendikbud Dinilai Buat Riset Semakin Tertinggal

Peleburan Kemenristek-Kemendikbud Dinilai Buat Riset Semakin Tertinggal

Regional
Tanaman Porang Bikin Petani Madiun Untung Ratusan Juta, Beli Mobil dan Tanah (Bagian 1)

Tanaman Porang Bikin Petani Madiun Untung Ratusan Juta, Beli Mobil dan Tanah (Bagian 1)

Regional
Tangis Istri Guru yang Ditembak Mati KKB, Bayinya Belum Pernah Lihat Sang Ayah, Janji Temani Wisuda Kandas

Tangis Istri Guru yang Ditembak Mati KKB, Bayinya Belum Pernah Lihat Sang Ayah, Janji Temani Wisuda Kandas

Regional
Pecah Pembuluh Darah Saraf Otak, Henry Boomerang Jalani Operasi 2 Jam

Pecah Pembuluh Darah Saraf Otak, Henry Boomerang Jalani Operasi 2 Jam

Regional
Kabur saat Tepergok Curi Motor, Pria Ini Tabrak Gerobak Rokok lalu Terlindas Truk

Kabur saat Tepergok Curi Motor, Pria Ini Tabrak Gerobak Rokok lalu Terlindas Truk

Regional
Diduga Ditolak Suami Saat Ajak Berhubungan Badan, Ibu Ini Gantung Diri, Ditemukan Anak Balitanya

Diduga Ditolak Suami Saat Ajak Berhubungan Badan, Ibu Ini Gantung Diri, Ditemukan Anak Balitanya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X