Detik-detik Tubuh Bocah 8 Tahun Diseret Buaya hingga Menghilang, Sempat Ditolong Ayah

Kompas.com - 06/03/2021, 15:24 WIB
Suasana saat tim SAR gabungan Kutai Timur berhasil menangkap buaya dan membelah perut di Sungai Tempakul, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kaltim, Kamis (4/3/2021). IstimewaSuasana saat tim SAR gabungan Kutai Timur berhasil menangkap buaya dan membelah perut di Sungai Tempakul, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kaltim, Kamis (4/3/2021).

KOMPAS.com - Seorang bocah laki-laki berusia 8 tahun diseret buaya saat sedang berenang di Sungai Tempakul, Desa Muara Bengalon, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur, Kalimantan Timur, Rabu(3/3/2021).

Kepala Tim Rescue Pos SAR Kutai Timur, Bongga Losong mengatakan, kejadian berawal saat korban bersama adik dan ayahnya memancing di lokasi.

Setelah itu, korban pun memutuskan untuk berenang. Namun naas, ia langsung diterkam buaya.

"Saat itu korban berenang dan langsung diterkam buaya," kata Bongga kepada awak media di Kutai Timur, Kamis, (4/3/2021).

Baca juga: Ditelepon Dedi Mulyadi dan Diberi Bantuan, PSK Hamil Tua: Masih Ada yang Peduli dengan Kondisi Saya

Melihat anaknya diseret buaya, ayah korban pun berusaha menolongnya dengan cara melompat ke sungai.

Namun, upaya yang dilakukannya gagal karena buaya itu membawa tubuh korban ke dalam air dan menghilang.

"Ayahnya sempat bantu tapi enggak bisa. Buaya bawa anak itu makin ke dalam (air)," ungkapnya.

Baca juga: Hilang Sehari, Bocah 8 Tahun di Kutai Timur Ditemukan Tewas di Perut Buaya

Petugas yang mendapat laporan kejadian itu, langsung menuju ke lokasi dan melakukan pencarian terhadap korban namun korban tidak berhasil ditemukan.

Kemudian, keesokan harinya Kamis (4/3/2021), tim gabungan berhasil menangkap seekor buaya yang diduga menerkam tubuh korban.

"Setelah kita temukan buaya kita belah (perut) terus kita ambil anaknya (korban) bawa ke rumah duka. Buaya kita kubur," ungkapnya.

Baca juga: Detik-detik Tubuh Nila Diseret Buaya hingga Menghilang, Korban Sempat Teriak Minta Tolong

Kata Bongga, saat tubuhh buaya itu dibelah, kondisi tubuh korban masih utuh. Korban diduga ditelan bulat setelah diseret ke dalam air.

Sementara itu, Danramil Bengalon Kapten Inf Sajani mengatakan, dalam pencarian yang dilakukan tim SAR Gabungan juga melibatkan pawang buaya dan warga sekitar.

Setelah dilakukan pencarian, buaya yang menerkam korban berhasil ditemukan 100 meter dari lokasi kejadian.

"Buaya kita temukan kurang lebih 100 meter dari lokasi kejadian," kata Sajani.

Baca juga: Detik-detik Bocah 7 Tahun Tewas Digigit King Kobra Saat Mandi di Sungai

Masih dikatakan Sajani, setelah ditemukan, buaya kemudian ditombak di bagian kepala lalu dibiarkan melemah beberapa jam dalam air kemudian baru dibawa ke daratan.

"Setelah itu kita tarik buaya ke darat dan dibelah perut ditemukan jasad korban dan dibawa ke rumah duka," ungkapnya.

Baca juga: Kronologi Anggota TNI Dikeroyok 5 Orang Bertopeng di Bulukumba

 

(Penulis : Kontributor Samarinda, Zakarias Demon Daton | Editor : Dony Aprian)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kelurahan di Tasikmalaya Diminta Setorkan Data Pemudik yang Datang Sebelum Penyekatan, Ini Tujuannya...

Kelurahan di Tasikmalaya Diminta Setorkan Data Pemudik yang Datang Sebelum Penyekatan, Ini Tujuannya...

Regional
Update Evakuasi KRI Nanggala 402, Ini Bagian Kapal yang Berhasil Diangkat

Update Evakuasi KRI Nanggala 402, Ini Bagian Kapal yang Berhasil Diangkat

Regional
Cerita Trianto Jual Rumahnya di Banyuwangi Rp 750 Juta untuk Bantu Rakyat Palestina: Murni Kemanusiaan

Cerita Trianto Jual Rumahnya di Banyuwangi Rp 750 Juta untuk Bantu Rakyat Palestina: Murni Kemanusiaan

Regional
Guru TK di Malang Terjerat Utang di 24 Aplikasi Pinjol, 19 di Antaranya Ilegal

Guru TK di Malang Terjerat Utang di 24 Aplikasi Pinjol, 19 di Antaranya Ilegal

Regional
UPDATE KRI NANGGALA-402: Bagian Anjungan, Haluan, dan Buritan Ditemukan, Ini Penampakannya

UPDATE KRI NANGGALA-402: Bagian Anjungan, Haluan, dan Buritan Ditemukan, Ini Penampakannya

Regional
Usai Melantik Bupati Cianjur, Ridwan Kamil Minta 2 Hal Ini

Usai Melantik Bupati Cianjur, Ridwan Kamil Minta 2 Hal Ini

Regional
Terjerat 24 Pinjol, Guru TK Ini Dipecat, Begini Ceritanya

Terjerat 24 Pinjol, Guru TK Ini Dipecat, Begini Ceritanya

Regional
Setelah Ambulans, Warga dan PNS Kota Padang Kirim Donasi Rp 100 Juta ke Palestina

Setelah Ambulans, Warga dan PNS Kota Padang Kirim Donasi Rp 100 Juta ke Palestina

Regional
Hanya 4 Kasus Positif Covid-19 Tercatat di Sulsel Selama Ramadhan, Plt Gubernur: Ini Pencapaian...

Hanya 4 Kasus Positif Covid-19 Tercatat di Sulsel Selama Ramadhan, Plt Gubernur: Ini Pencapaian...

Regional
Menimbulkan Kerumunan, Pengelola Waterpark di Bogor Denda Rp 25 Juta

Menimbulkan Kerumunan, Pengelola Waterpark di Bogor Denda Rp 25 Juta

Regional
Tak Pernah Dikunjungi Keluarga, Nani Pengirim Sate Beracun Dapat Pakaian dari Polisi Saat Lebaran

Tak Pernah Dikunjungi Keluarga, Nani Pengirim Sate Beracun Dapat Pakaian dari Polisi Saat Lebaran

Regional
Video Viral di TikTok Anggota DPRD Wisata ke Pantai Anyer, Berkata Mewakili Warga Banten Berlibur

Video Viral di TikTok Anggota DPRD Wisata ke Pantai Anyer, Berkata Mewakili Warga Banten Berlibur

Regional
Update 17 Mei 2021, Tidak Ada Zona Merah di Jabar

Update 17 Mei 2021, Tidak Ada Zona Merah di Jabar

Regional
Terperosok di Selokan Saat Main Hujan, Balita Ditemukan Tewas Sejauh 6 Km dari TKP

Terperosok di Selokan Saat Main Hujan, Balita Ditemukan Tewas Sejauh 6 Km dari TKP

Regional
Bahasa Asli di Asia Rawan Punah, Butuh Dukungan Pemerintah

Bahasa Asli di Asia Rawan Punah, Butuh Dukungan Pemerintah

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X