Kisah Pilu Kopka Ade, Disengat Tawon hingga Lumpuh dan Lupa Ingatan

Kompas.com - 06/03/2021, 12:42 WIB
Kopka Ade Casmita, anggota TNI yang lumpuh lantaran disengat tawon ndas ditemui di rumahnya di Kampung Dawuan Oncom Nomor 65, RT 014, RW 005, Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang , Jumat (5/4/2021) siang. KOMPAS.COM/FARIDAKopka Ade Casmita, anggota TNI yang lumpuh lantaran disengat tawon ndas ditemui di rumahnya di Kampung Dawuan Oncom Nomor 65, RT 014, RW 005, Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang , Jumat (5/4/2021) siang.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kisah pilu dialami Kopral Kepala (Kopka) Ade Casmita (47) warga Desa Dawuan Kaler, Kecamatan Dawuan, Kabupaten Subang, Jawa Barat.

Pasalnya, prajurit TNI yang sebelumnya memiliki tubuh kekar dan dikenal disiplin saat bertugas tersebut kini mengalami kelumpuhan dan harus rela duduk di kursi roda.

Kelumpuhan yang dialami Ade tersebut diketahui sudah sekitar empat tahun terakhir.

Berbagai pengobatan selama ini sudah pernah dilakukan, baik dengan cara medis maupun alternatif. Namun, upaya yang dilakukan itu tidak membuahkan hasil signifikan.

Baca juga: Kisah Kopka Ade Casmita, Lumpuh Setelah Disengat 8 Tawon Ndas

Gara-gara disengat tawon ndas

Saat ditemui Kompas.com di rumahnya, Ade mengaku awal mula kelumpuhannya itu karena disengat tawon ndas atau Vespa afinis.

Saat itu, ketika dirinya masih aktif bertugas sedang melakukan latihan bersama dengan Resimen Armed 02 Kostrad 10 di Ambal, Kebumen, Jawa Tengah.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Latihan menembak rudal, saya pasang repeater," ujar Ade.

Namun, saat sedang naik tower dirinya melihat ada sarang tawon ndas. Karena khawatir akan menyengatnya, lalu ia berinisiatif membuangnya.

Tapi tak disangka, justru sejumlah kawanan tawon ndas tersebut menyerangnya.

"Ada sekitar 8 ekor lah. Entupannya (sengatannya) di kepala dan badan," kata mantan prajurit Batalyon Armed 10/Brajamusti itu.

Meski menahan rasa sakit, ia berhasil turun dari tower tersebut dengan selamat dan kembali melaksanakan tugas.

Baca juga: Ironis, Dana Bantuan Covid-19 Dikorupsi Kades untuk Judi dan Foya-foya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Bangun tidur sudah lumpuh dan lupa ingatan

Setelah selesai bertugas itu, ia langsung pulang ke rumah.

Sang istri yang melihat kondisi Kopka Ade merasa kesakitan saat itu sempat berupaya membawanya ke rumah sakit. Namun, karena kondisinya sudah petang, Ade menolaknya.

Ketika itu, Ade mengira sakit yang dideritanya bisa kembali pulih setelah digunakan untuk istirahat.

Tapi tak disangka, keesokan harinya saat hendak bangun dari tidur justru sudah tidak bisa bergerak dan susah bicara.

"Tahu-tahu bangun tidur sudah enggak bisa apa-apa Bapak (Ade), dia teriak-teriak, 'kok saya enggak bisa'," ujar istri Kopka Ade, Rita Juwita.

Sejak saat itu, suaminya tersebut lumpuh seperti orang stroke hingga sekarang.

Tragisnya lagi, selain mengalami kelumpuhan itu suaminya juga seperti orang kehilangan kesadaran atau lupa ingatan.

Baca juga: Kisah Suroto, 10 Tahun Tiduran dan Tak Pernah Bangun, hingga Rambutnya Gimbal Jadi Bantal

Ketika itu, Ibu tiga anak tersebut hanya bisa pasrah dan mengira umur suaminya tak panjang lagi.

Namun demikian, takdir berkata lain, ia bersyukur pada satu tahun terakhir ini ingatannya sudah pulih dan suaminya kembali memiliki semangat untuk sembuh.

"Ternyata Allah kasih kesempatan saya untuk mengurus suami saya sampai sekarang," ujar Rita sambil mengusap air mata.

Sebagai pengganti tulang punggung keluarga, Rita mengaku selama ini telah memutar otak untuk menghidupi keluarganya dan untuk keperluan berobat suaminya tersebut.

Salah satunya dengan cara berjualan seblak, nasi uduk, hingga keripik dengan dibantu tiga anaknya.

Hal itu karena gaji suaminya sudah tidak cukup lagi setelah digunakan untuk membayar pinjaman angsuran bank.

Penulis : Kontributor Karawang, Farida Farhan | Editor : Abba Gabrillin



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ini Cara Pendaftaran PPDB SMA di Banten secara Offline

Ini Cara Pendaftaran PPDB SMA di Banten secara Offline

Regional
Pasien Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit, Kapolsek: Sedang Membuat Batu Nisan di Rumah

Pasien Covid-19 Kabur dari Rumah Sakit, Kapolsek: Sedang Membuat Batu Nisan di Rumah

Regional
Vaksinasi Massal Digelar di Sejumlah Daerah, Catat Hari, Lokasi dan Syaratnya

Vaksinasi Massal Digelar di Sejumlah Daerah, Catat Hari, Lokasi dan Syaratnya

Regional
Jumlah Anak yang Terinfeksi dan Meninggal akibat Covid-19 di Aceh

Jumlah Anak yang Terinfeksi dan Meninggal akibat Covid-19 di Aceh

Regional
Pos Penyekatan Suramadu Sisi Bangkalan Ditiadakan, Begini Kata Warga yang Melintas

Pos Penyekatan Suramadu Sisi Bangkalan Ditiadakan, Begini Kata Warga yang Melintas

Regional
Identifikasi Ancaman Pembiakan Penyu Hijau dan Sisik Penghuni Pulau Sangalaki

Identifikasi Ancaman Pembiakan Penyu Hijau dan Sisik Penghuni Pulau Sangalaki

Regional
Sempat Viral, BKSDA Benarkan Ada Buaya di Bantaran Sungai di Lamongan

Sempat Viral, BKSDA Benarkan Ada Buaya di Bantaran Sungai di Lamongan

Regional
PPKM Medan dan 9 Daerah Lain di Sumut Diperpanjang

PPKM Medan dan 9 Daerah Lain di Sumut Diperpanjang

Regional
Berawal Gelar Acara di Rumah, Dosen Ini Kehilangan Ponsel, Pencurinya Ternyata Mahasiswanya, Pelaku Ditangkap

Berawal Gelar Acara di Rumah, Dosen Ini Kehilangan Ponsel, Pencurinya Ternyata Mahasiswanya, Pelaku Ditangkap

Regional
Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Lamongan, Barak Yon Zipur Babat Jadi Tempat Isolasi Pasien

Antisipasi Lonjakan Covid-19 di Lamongan, Barak Yon Zipur Babat Jadi Tempat Isolasi Pasien

Regional
Cerita Lena, dari Matahari Terbit hingga Terbenam Tak Kunjung Dapatkan RS untuk Perawatan Suami

Cerita Lena, dari Matahari Terbit hingga Terbenam Tak Kunjung Dapatkan RS untuk Perawatan Suami

Regional
Sehari 24 Warga Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Jember Larang Warga Gelar Hajatan

Sehari 24 Warga Terkonfirmasi Covid-19, Bupati Jember Larang Warga Gelar Hajatan

Regional
Ruang Isolasi di Pamekasan Penuh, Sri Bingung Rawat Keluarganya yang Positif Covid-19, Sempat Dirawat di Lorong RS

Ruang Isolasi di Pamekasan Penuh, Sri Bingung Rawat Keluarganya yang Positif Covid-19, Sempat Dirawat di Lorong RS

Regional
Lampung Tertinggi Ke-2 Indonesia Tingkat Kematian akibat Covid-19, Ini Penjelasan Diskes

Lampung Tertinggi Ke-2 Indonesia Tingkat Kematian akibat Covid-19, Ini Penjelasan Diskes

Regional
Kasus Covid-19 Naik, Sejumlah Agen Oksigen Medis di Yogyakarta Kehabisan Stok

Kasus Covid-19 Naik, Sejumlah Agen Oksigen Medis di Yogyakarta Kehabisan Stok

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X