Kekasih Gadis Asal Bandung yang Tewas di Kediri Jadi Tersangka, Polisi: Dia Berperan sebagai Muncikari

Kompas.com - 05/03/2021, 22:01 WIB
Ilustrasi tewas SHUTTERSTOCKIlustrasi tewas

KEDIRI, KOMPAS.com - Kasus pembunuhan terhadap M (16), gadis asal Bandung, Jawa Barat yang mayatnya ditemukan di kamar hotel di Kota Kediri, Jawa Timur, mulai terkuak.

M menjadi korban praktik prostitusi online yang dilakukan seorang pemuda berinisial D (22). D merupakan kekasih korban.

Kapolres Kediri Kota Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Eko Setyo mengatakan, D berperan sebagai muncikari.

Modus operandinya memanfaatkan aplikasi pertemanan Michat untuk menjaring pelanggan.

"Peranan D sebagai muncikari," ujar AKBP Eko Setyo di Mapolres Kediri Kota, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Keseharian Indra dan WN Perancis Melissa, Sering Pakai Google Translate Saat Kesulitan Berkomunikasi

Sebelum pembunuhan terjadi, D menjual M kepada RP dengan kesepakatan harga jasa Rp 700.000. Transaksi itu dilakukan D lewat aplikasi Michat.

Namun, RP melanggar kesepakatan harga. Ia hanya memberi uang sebesar Rp 300.000.

M dan RP pun cekcok. RP lalu membunuh M menggunakan pisau dapur yang dibawa dari rumah.

RP yang sempat melarikan diri setelah pembunuhan itu telah ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Hoaks soal Tsunami, Warga Lembata NTT Panik, 2 Orang Tewas

Gara-gara Hoaks soal Tsunami, Warga Lembata NTT Panik, 2 Orang Tewas

Regional
Puting Beliung di Poso Merusak Tempat Ibadah, Seorang Warga Tewas

Puting Beliung di Poso Merusak Tempat Ibadah, Seorang Warga Tewas

Regional
Sejarah di Balik Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau

Sejarah di Balik Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau

Regional
15 Kuburan di Pekanbaru Ambles, Polisi Gotong Royong Menutupnya

15 Kuburan di Pekanbaru Ambles, Polisi Gotong Royong Menutupnya

Regional
Pemkab Blitar Beri Bantuan Uang untuk Korban Gempa yang Rumahnya Rusak

Pemkab Blitar Beri Bantuan Uang untuk Korban Gempa yang Rumahnya Rusak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 April 2021

Regional
2 Warga NTT Tewas Setelah Beredar Hoaks soal Tsunami

2 Warga NTT Tewas Setelah Beredar Hoaks soal Tsunami

Regional
Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya Positif Covid-19

Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya Positif Covid-19

Regional
KKB di Beoga Bakar Sekolah dan Rumah Kepala Suku, Ini Penjelasan Polisi

KKB di Beoga Bakar Sekolah dan Rumah Kepala Suku, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kantornya Rusak akibat Gempa, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Curiga soal Pembangunan Gedung Rp 44 Miliar

Kantornya Rusak akibat Gempa, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Curiga soal Pembangunan Gedung Rp 44 Miliar

Regional
Respons Pertamina Terkait Kebocoran Pipa Minyak Mentah di Blora

Respons Pertamina Terkait Kebocoran Pipa Minyak Mentah di Blora

Regional
Curi Aset Mertua Senilai Rp 1 Miliar, Wanita Ini Hidup Mewah dengan Selingkuhannya, Ini Ceritanya

Curi Aset Mertua Senilai Rp 1 Miliar, Wanita Ini Hidup Mewah dengan Selingkuhannya, Ini Ceritanya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 April 2021

Regional
Pagelaran Pelangi di Langit NTT, Cara UKSW Bantu Korban Bencana Alam

Pagelaran Pelangi di Langit NTT, Cara UKSW Bantu Korban Bencana Alam

Regional
Pelajar, Sipir dan Napi Jadi Jaringan Pengedar Ganja di Lapas Bukittinggi

Pelajar, Sipir dan Napi Jadi Jaringan Pengedar Ganja di Lapas Bukittinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X