Tanah Bergerak di Batulawang Cianjur, Warga Mengungsi di Tenda Darurat

Kompas.com - 05/03/2021, 19:34 WIB
Kondisi bangunan rumah yang terancam ambles di Batulawang, Cianjur, akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak awal Februari 2021. KOMPAS.com/FIRMAN TAUFIQURRAHMANKondisi bangunan rumah yang terancam ambles di Batulawang, Cianjur, akibat bencana pergerakan tanah yang terjadi sejak awal Februari 2021.

CIANJUR, KOMPAS.com – Sejumlah warga Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, mengungsi ke tenda darurat menyusul tanah bergerak yang terus meluas.

Lokasi tenda darurat berjarak sejauh 200 meter dari rumah mereka.

Kepala Desa Batulawang Nanang Rohendi mengatakan, saat ini tercatat ada 8 kepala keluarga (KK) yang menempati tenda darurat.

“Ada sekitar 17-20 orang yang tinggal di tenda darurat pada malam hari,” kata Nanang kepada Kompas.com melalui telepon, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Kemenkes Minta Sampel Darah 2 TKI Cianjur yang Satu Pesawat dengan Warga Terpapar B.1.1.7

Nanang menyebutkan, tanah bergerak yang pertama kali terjadi pada awal Februari 2021 itu mengakibatkan 2 rumah rusak berat, dan 8 lainnya terdampak.

“Selain itu, ada 15 rumah yang kondisinya terancam, dan telah meminta direlokasi," ucap Nanang.

Sejauh ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Cianjur telah melakukan asesmen, termasuk peninjauan dari pihak dinas terkait.

"Sejak Selasa kemarin, ada dari pihak kimrung dan PUPR yang melakukan kajian teknis di lapangan, terutama soal kondisi jalan yang ambles itu," kata Nanang.

Baca juga: Tanah Terus Bergerak di Batulawang Cianjur, 2 Rumah di Atas Tebing Terancam Ambles

Sebelumnya, longsor dan tanah bergerak melanda Kampung Sindanglangu, Desa Batulawang, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Namun, 15 rumah terdampak dan rusak, serta belasan lainnya terancam.

Selain itu, bencana juga mengakibatkan sawah rusak dan jalan ambles sepanjang 150 meter.

Aktivitas warga yang tinggal di dua kampung itu terganggu, karena jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Selama Masa Larangan Mudik, Gubernur Kaltim Larang Semua Kendaraan Umum Beroperasi

Selama Masa Larangan Mudik, Gubernur Kaltim Larang Semua Kendaraan Umum Beroperasi

Regional
Resmikan Pengolah Sampah Menjadi Listrik, Jokowi: Dari 7 Kota yang Saya Tunjuk, Surabaya yang Pertama Jadi

Resmikan Pengolah Sampah Menjadi Listrik, Jokowi: Dari 7 Kota yang Saya Tunjuk, Surabaya yang Pertama Jadi

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik, 17 Kendaraan dari Jatim yang Masuk Blora Diputar Balik

Hari Pertama Larangan Mudik, 17 Kendaraan dari Jatim yang Masuk Blora Diputar Balik

Regional
Provinsi NTT Catat Rekor Tertinggi Harian Warga Meninggal akibat Covid-19

Provinsi NTT Catat Rekor Tertinggi Harian Warga Meninggal akibat Covid-19

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 6 Mei 2021

Regional
Nekat Jual Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu Dekat Pos Penyekatan, 3 Orang Ditangkap

Nekat Jual Surat Hasil Rapid Test Antigen Palsu Dekat Pos Penyekatan, 3 Orang Ditangkap

Regional
Keroyok Warga Saat Ngabuburit, 2 Anggota Perguruan Silat PSHT Jember Jadi Tersangka

Keroyok Warga Saat Ngabuburit, 2 Anggota Perguruan Silat PSHT Jember Jadi Tersangka

Regional
Aiptu Tomy, Sasaran Sate Beracun, Diperiksa Propam Polda DIY

Aiptu Tomy, Sasaran Sate Beracun, Diperiksa Propam Polda DIY

Regional
Tambah 2 Kasus, Jumlah Mahasiswa MMTC Yogyakarta Positif Covid-19 Jadi 16 Orang

Tambah 2 Kasus, Jumlah Mahasiswa MMTC Yogyakarta Positif Covid-19 Jadi 16 Orang

Regional
Ibu Rumah Tangga Ditangkap karena Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Ternyata Seorang Residivis

Ibu Rumah Tangga Ditangkap karena Cetak dan Edarkan Uang Palsu, Ternyata Seorang Residivis

Regional
Pintu Tol Palembang Tak Disekat, Kendaraan Pelat Luar Sumsel Bebas Keluar Masuk

Pintu Tol Palembang Tak Disekat, Kendaraan Pelat Luar Sumsel Bebas Keluar Masuk

Regional
Anggotanya Dituduh Minta Rp 100.000 Loloskan Pengendara Mobil, Kapolsek: Kami Tak Berani

Anggotanya Dituduh Minta Rp 100.000 Loloskan Pengendara Mobil, Kapolsek: Kami Tak Berani

Regional
Hari Pertama Larangan Mudik di Surabaya, Terminal Purabaya Sepi meski Bus AKAP dan AKDP Diizinkan Beroperasi

Hari Pertama Larangan Mudik di Surabaya, Terminal Purabaya Sepi meski Bus AKAP dan AKDP Diizinkan Beroperasi

Regional
Gagal Mudik, 10 Orang dari Jakarta Tepergok Sembunyi Pakai Terpal di Bak Truk, Ini Ceritanya

Gagal Mudik, 10 Orang dari Jakarta Tepergok Sembunyi Pakai Terpal di Bak Truk, Ini Ceritanya

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 6 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X