Petugas Pemadam Karhutla Riau Diadang Asap Tebal hingga Sesak Napas

Kompas.com - 05/03/2021, 17:00 WIB
Petugas kepolisian dan TNI dikerumuni asap saat pemadaman karhutla di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (4/3/2021). Dok. Koramil 15/Kuala KamparPetugas kepolisian dan TNI dikerumuni asap saat pemadaman karhutla di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Riau, Kamis (4/3/2021).

PEKANBARU, KOMPAS.com - Tim satuan tugas (Satgas) penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) masih berjibaku memadamkan titik api di Kecamatan Teluk Meranti, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau, Jumat (5/3/2021).

Pada saat memadamkan api, petugas mengalami beberapa kendala, seperti sumber air terbatas, akses sulit dilalui hingga diadang asap.

Asap kebakaran gambut itu membuat petugas sesak napas dan kewalahan.

"Memang asap kebakaran menyebar di lokasi saat kami melakukan pemadaman," akui Babinsa Koramil 15/Kuala Kampar Serda Swiyanto kepada Kompas.com melalui pesan WhatsApps, Jumat.

Baca juga: Situasi Terkini Karhutla Riau, Masih Ada 11 Hamparan Titik Api yang Belum Padam

Pemadaman karhutla sangat menguras tenaga dan waktu

Ketika asap terlalu banyak, sambung dia, tim dari TNI, Polri, dan masyarakat peduli api (MPA) menyemprotkan air dari jarak jauh.

Setelah asap sedikit reda, petugas kembali menyiram dari jarak dekat.

Swiyanto mengatakan, pemadaman api di dalam gambut memerlukan waktu dan menguras tenaga.

"Kita siram gambutnya sampai menjadi seperti bubur. Karena kalau disiram di permukaan saja, api di dalam gambut belum padam. Apalagi, kedalaman gambut mencapai dua meter," kata Swiyanto.

Baca juga: Beberapa Titik Lokasi Karhutla di Riau Sulit Dijangkau Petugas

Sebagian besar titik api karhutla sudah berhasil dipadamkan

Selain diadang asap, sebut dia, sumber air juga terbatas. Bahkan, petugas terpaksa menggali tanah sedalam dua meter untuk mendapatkan air.

Sudah beberapa pekan petugas memadamkan api di Kecamatan Teluk Meranti. Namun, menurut Swiyanto, sebagian besar api sudah berhasil dipadamkan.

"Sebelumnya api sempat padam dan tinggal pendinginan. Tapi, karena cuaca panas dan tiupan angin kencang, api muncul lagi. Ini yang membuat kami cukup kewalahan," sebut Swiyanto.

Di saat api membesar, sambung dia, tim sempat kehabisan stok air. Sehingga, pemadaman dilakukan secara manual yaitu dipukul pakai kayu.

Petugas berupaya melibas api yang begitu cepat menjalar.

"Untuk saat ini kami sudah berhasil menyekat kepala api. Kami memanfaatkan sumber air yang ada. Kondisi kebakaran saat tinggal menyisakan asap, tapi belum bisa ditinggal," tutup Swiyanto.

Baca juga: TNI dan Polisi Padamkan Api Karhutla dengan Kayu karena Sulit Air



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Kisah Pilu Senah, Ibu yang Digugat Anak Kandung karena Jual Tanah Warisan Suaminya Rp 260 Juta: Anak Saya Sudah Dapat Sawah

Regional
Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Pria Pembuat Video TikTok Hina Palestina Terancam 6 Tahun Penjara

Regional
Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Antusiasme Pemudik Ikuti Tes Swab Antigen di Pos Penyekatan: Mending di Sini, Gratis

Regional
Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Menyelam 20 Menit, Aksi Heroik Aipda Joel Selamatkan Siswa SD yang Tenggelam dan Hilang Sehari di Sungai

Regional
Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Cerita Ibu Senah Digugat Anak Kandungnya, Tak Dikunjungi Saat Lebaran Padahal Jarak Rumah Hanya 2 Meter

Regional
Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Gaduh Dugaan Telur Palsu di Kediri, Ini Hasil Pemeriksaan Aparat

Regional
Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Penampakan Ambulans Kota Padang di Palestina, Ini Kata Gubernur Sumbar

Regional
Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Edy Rahmayadi Minta RS di Medan Alokasikan 30 Persen Tempat Tidur untuk Pasien Covid-19

Regional
Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Paman di Asahan Cabuli Keponakan Saat Rumah Sepi, Korban Diancam Akan Bunuh

Regional
Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Pelaku Usaha Rekreasi dan Hiburan di Surabaya Wajib Tanda Tangani Pakta Integritas jika Ingin Beroperasi Kembali

Regional
Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Sudah 3 Hari Tak Ada Tambahan Kasus Covid-19 di Sulut, Pasien Sembuh Capai 896 Orang

Regional
KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

KRL Kembali Beroperasi di Stasiun Rangkasbitung pada 18 Mei

Regional
Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Amankan PSU Pilkada Sabu Raijua, Polda NTT Bakal Kerahkan Anjing Pelacak

Regional
Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Ini Alasan Anak Gugat Ibu Kandung Berusia 70 Tahun di Lombok Tengah

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 17 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X