Kompas.com - 05/03/2021, 13:43 WIB
Masyarakat Suku Tengger berpose dengan ongkek sebelum dibawa ke pura di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Ongkek tersebut di bawa ke pura untuk didoakan sebelum di larung di kawah Gunung Bromo pada perayaan Yadnya Kasada. ANTARA FOTO/ZABUR KARURUMasyarakat Suku Tengger berpose dengan ongkek sebelum dibawa ke pura di kawasan Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Senin (6/7/2020). Ongkek tersebut di bawa ke pura untuk didoakan sebelum di larung di kawah Gunung Bromo pada perayaan Yadnya Kasada.

MALANG, KOMPAS.com - Aktivitas wisata di Gunung Bromo akan ditutup pada Minggu, 14 Maret 2021 mendatang mulai pukul 00.00 WIB.

Rencananya, aktivitas wisata di gunung dengan ketinggian 2.329 mdpl itu akan dibuka kembali pada Senin, 15 Maret 2021 pukul 06.00 WIB.

Plt Kepala Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Agus Budi Santosa mengatakan, penutupan aktivitas wisata itu dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun 1943 Saka atau 2021 masehi.

"Maka untuk sementara kegiatan wisata Gunung Bromo ditutup secara total mulai tanggal 14 Maret 2021pukul 00.00 WIB sampai dengan 15 Maret 2021 pukul 06.00 WIB," kata Agus, melalui keterangan tertulis yang diterima Kompas.com, Jumat (5/3/2021).

Baca juga: Bupati Jember: Sekolah Online, Pelajaran Disiplin dan Tata Krama Hilang

Agus Budi mengatakan, penutupan aktivitas wisata itu dengan mempertimbangkan surat dari Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia Kabupaten Probolinggo.

Surat dengan nomor 27/P/PHDI-KAB/II/2021 itu berisi pemberitahuan tentang Hari Raya Nyepi.

"Penutupan kegiatan wisata Gunung Bromo ini dalam rangka Hari Raya Nyepi tahun 1943 Saka," kata dia.

Untuk menutup aktivitas wisata, akses menuju Gunung Bromo dari Kabupaten Probolinggo akan ditutup di Desa Wonokerto, Kecamatan Sukapura.

Sedangkan akses dari Pasuruan akan ditutup di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari. Akses dari Malang dan Lumajang akan ditutup di daerah Jemplang.\

Baca juga: Usai Minum Arak dan Berkelahi, Bejo Ditemukan Tewas Mengambang

Diketahui, mayoritas warga Suku Tengger yang menghuni di kawasan hutan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru beragama Hindu.

Sehingga, banyak dari mereka yang merayakan Hari Raya Nyepi.

Sementara itu, sejak dibuka kembali di masa pandemi, kuota wisatawan hanya dibatasi 50 persen dengan standar protokol kesehatan Covid-19.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gara-gara Hoaks soal Tsunami, Warga Lembata NTT Panik, 2 Orang Tewas

Gara-gara Hoaks soal Tsunami, Warga Lembata NTT Panik, 2 Orang Tewas

Regional
Puting Beliung di Poso Merusak Tempat Ibadah, Seorang Warga Tewas

Puting Beliung di Poso Merusak Tempat Ibadah, Seorang Warga Tewas

Regional
Sejarah di Balik Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau

Sejarah di Balik Laksamana Mengamuk, Minuman Khas Riau

Regional
15 Kuburan di Pekanbaru Ambles, Polisi Gotong Royong Menutupnya

15 Kuburan di Pekanbaru Ambles, Polisi Gotong Royong Menutupnya

Regional
Pemkab Blitar Beri Bantuan Uang untuk Korban Gempa yang Rumahnya Rusak

Pemkab Blitar Beri Bantuan Uang untuk Korban Gempa yang Rumahnya Rusak

Regional
UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 April 2021

UPDATE Covid-19 di Jatim, DIY, Bali, NTT, NTB, Kalbar dan Kalsel 17 April 2021

Regional
2 Warga NTT Tewas Setelah Beredar Hoaks soal Tsunami

2 Warga NTT Tewas Setelah Beredar Hoaks soal Tsunami

Regional
Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya Positif Covid-19

Istri Ridwan Kamil, Atalia Praratya Positif Covid-19

Regional
KKB di Beoga Bakar Sekolah dan Rumah Kepala Suku, Ini Penjelasan Polisi

KKB di Beoga Bakar Sekolah dan Rumah Kepala Suku, Ini Penjelasan Polisi

Regional
Kantornya Rusak akibat Gempa, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Curiga soal Pembangunan Gedung Rp 44 Miliar

Kantornya Rusak akibat Gempa, Anggota DPRD Kabupaten Blitar Curiga soal Pembangunan Gedung Rp 44 Miliar

Regional
Respons Pertamina Terkait Kebocoran Pipa Minyak Mentah di Blora

Respons Pertamina Terkait Kebocoran Pipa Minyak Mentah di Blora

Regional
Curi Aset Mertua Senilai Rp 1 Miliar, Wanita Ini Hidup Mewah dengan Selingkuhannya, Ini Ceritanya

Curi Aset Mertua Senilai Rp 1 Miliar, Wanita Ini Hidup Mewah dengan Selingkuhannya, Ini Ceritanya

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 17 April 2021

Regional
Pagelaran Pelangi di Langit NTT, Cara UKSW Bantu Korban Bencana Alam

Pagelaran Pelangi di Langit NTT, Cara UKSW Bantu Korban Bencana Alam

Regional
Pelajar, Sipir dan Napi Jadi Jaringan Pengedar Ganja di Lapas Bukittinggi

Pelajar, Sipir dan Napi Jadi Jaringan Pengedar Ganja di Lapas Bukittinggi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X