Rumah Dinas Gubernur Sulsel Dipenuhi Karangan Bunga untuk Nurdin Abdullah

Kompas.com - 04/03/2021, 19:31 WIB
Puluhan karangan bunga berjejer terpasang di depan rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jendral Sudirman, Makassar. KOMPAS.COM/HENDRA CIPTOPuluhan karangan bunga berjejer terpasang di depan rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Jendral Sudirman, Makassar.

MAKASSAR, KOMPAS.com– Setelah Gubernur Sulawesi Selatan nonaktif Nurdin Abdullah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi proyek infrastruktur, rumah dinasnya di Jalan Jenderal Sudirman, Makassar tampak dipenuhi karangan bunga

Sejumlah karangan bunga yang berisi dukungan untuk Nurdin berdatangan mulai Rabu (3/3/2021). 

Deretan karangan bunga itu pun menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas di depan Rumah Dinas Gubernur Sulawesi Selatan. 

Baca juga: Ada Karangan Bunga “Umurnya Tambah Tua, Masalahnya Merajalela” di Hari Jadi Banyumas, Ini Maksudnya

Namun, sejumlah warga heran dengan adanya dukungan untuk Nurdin yang ditangkap tangan Komisi Pemberantasan Korupsi.

Beberapa warga juga merasa karangan bunga itu justru bentuk olok-olok untuk Nurdin karena tertulis kalimat yang tidak serius. 

Pasalnya, ada tulisan pada karangan bungan yang bertuliskan “Kalau Bapak Tidak Ada, Saya Pindah ke Mars. Kami Yang Patah Hati Karena Ditinggal Saat Sayang2nya”.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Ada dua kemungkinan orang yang mengirim karangan bunga ini ke rujab Gubernur Sulsel. Kalau bukan dari orang-orang pendukungnya yang memberikan dukungan semangat, ya bisa jadi juga dari orang-orang yang mengolok-ngolok Gubernur Sulsel yang ditangkap KPK,” tutur M Adup Awal saat melintas di depan Rumah Jabatan Gubernur Sulawesi Selatan.

Baca juga: Karangan Bunga Berisi Kritik dari Mahasiswa Ditaruh di Depan Kamar Bupati Banyumas

Hingga kini, belum ada pejabat di lingkup Pemerintah Provinsi Sulsel mau berkomentar terkait karangan bunga yang terpasang di depan rumah dinas itu.

Demikian pula dengan juru bicara Gubernur Sulsel, Veronica Moniaga. Dia tidak merespons telepon wartawan saat hendak dimintai konfirmasi.  

Sebagai informasi, KPK telah menetapkan Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah bersama Sekretaris Dinas PUTR Edy Rahmat sebagai tersangka karena diduga menerima suap terkait proyek infrastruktur di Bulukumba.

Baca juga: Kasus Nurdin Abdullah, KPK Amankan Uang Tunai Rp 1,4 Miliar, 10.000 Dolar AS dan 190.000 Dolar Singapura

 

Selain itu, seorang kontraktor bernama Agung Sucipto juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini karena diduga memberi suap.

Sebelumnya, ketiga tersangka ditangkap dalam Operasi Tangkap Tangan yang berlangsung pada Sabtu (27/2/2021) di Sulawesi Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Cerita Bocah 3,5 Tahun Tewas di Tangan Ayah Kandung, Dipukul hingga Terhempas ke Dinding

Regional
Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Agar Bisa Beroperasi 100 Persen, Ada Perusahaan di Karawang Berubah Jadi Sektor Kritikal

Regional
Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Seorang Balita Dipukuli Ayahnya hingga Tewas gara-gara Menangis Ingin Buang Air Kecil, Ini Ceritanya

Regional
Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Pura-pura Jadi Polisi, Komplotan Ini Ternyata Incar Motor Korban, 2 Pelaku Ditangkap, 4 Buron

Regional
Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Buka 2.500 Hektar Lahan Suaka Margasatwa untuk Sawah, Pria Ini Ditangkap di Kontrakan

Regional
Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Masuk Kriteria PPKM Level 4, Satgas Covid-19 Nunukan Tunggu Arahan Kemendagri

Regional
Gara-gara Dana Bansos Tak Dicairkan Semua, Risma Marah Saat Berkunjung ke Tuban: Ini Saya Bongkar...

Gara-gara Dana Bansos Tak Dicairkan Semua, Risma Marah Saat Berkunjung ke Tuban: Ini Saya Bongkar...

Regional
Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti 'Open BO', Ini Dugaan Anggota DPRD Fraksi PDI-P

Soal Baliho Puan Maharani Dicoreti "Open BO", Ini Dugaan Anggota DPRD Fraksi PDI-P

Regional
Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Atlet Anggar Asal Maluku untuk PON Papua Tutup Usia

Jadi Korban Kecelakaan Lalu Lintas, Atlet Anggar Asal Maluku untuk PON Papua Tutup Usia

Regional
Viral Video Rumah Bertema Kartun Keroppi, Sempat Dikira Taman Kanak-kanak

Viral Video Rumah Bertema Kartun Keroppi, Sempat Dikira Taman Kanak-kanak

Regional
Bantu PKL Hadapi PPKM, Ganjar Borong Dagangan Mereka untuk Dibagikan ke Warga

Bantu PKL Hadapi PPKM, Ganjar Borong Dagangan Mereka untuk Dibagikan ke Warga

Regional
2 Orang Tewas Tertimpa Tembok Kolam Saat Panen Ikan Lele

2 Orang Tewas Tertimpa Tembok Kolam Saat Panen Ikan Lele

Regional
DPO MIT di Poso yang Ditembak Mati Miliki Bom Lontong Berdaya Ledak Tinggi

DPO MIT di Poso yang Ditembak Mati Miliki Bom Lontong Berdaya Ledak Tinggi

Regional
Sepakat Hanya Akad Nikah, Anggota DPRD di Banyuwangi Ternyata Gelar Resepsi untuk Anaknya, Ini Ceritanya

Sepakat Hanya Akad Nikah, Anggota DPRD di Banyuwangi Ternyata Gelar Resepsi untuk Anaknya, Ini Ceritanya

Regional
Kisah Andreas Belajar Tanam Palawija dari YouTube, Setahun Raih Omzet Puluhan Juta

Kisah Andreas Belajar Tanam Palawija dari YouTube, Setahun Raih Omzet Puluhan Juta

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X