Pelaku Pembunuhan Sembunyi 8 Jam Dalam Toko di Blitar, Curi Uang dan Aniaya Pemilik hingga Tewas, Ini Ceritanya

Kompas.com - 04/03/2021, 15:50 WIB
Polisi bersiap memindahkan ke mobil ambulan kantong jenazah Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di dalam tokonya, Sabtu (27/2/2021). KOMPAS.com/Asip HasaniPolisi bersiap memindahkan ke mobil ambulan kantong jenazah Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di dalam tokonya, Sabtu (27/2/2021).
Editor Rachmawati

KOMPAS.com - Bisri Efendi (71) ditemukan tewas di dalam tokonya oleh salah satu pegawainya pada Sabtu (27/2/2021).

Saat ditemukan, jenzah Bistri terlentang di depan pintu kamar dengan kaki terikat lakban dan kepala tertutup sarung.

Beberapa hari setelah penemuan jenazah Bisri, polisi berhasil menangkap pelaku pembunuhan pada Rabu (3/2/2021) dini hari.

Pelaku adalah Y (21) yang tak lain adalah tetangga korban.

Baca juga: Tersangka Pembunuhan Pemilik Toko di Blitar Ternyata Tetangga Korban, Awalnya Berniat Mencuri...

Dari hasil pemeriksaan polisi, diketahui jika Y masuk dalam toko pada Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 17.00 WIB.

Saat itu Y datang ke toko milik Bisri dan pura-pura berbelanja.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Namun Y tak keluar dari toko dan memilih bersembunyi di dalam toko. Sekitar pukul 21.00 WIB, Bistri menutup toko tanpa menyadari Y masih ada di dalam toko.

Tak lama kemudian Y keluar dari persembunyiannya dan menunggu Bisri masuk ke dalam kamar yang berada di salah satu sudut toko.

Baca juga: Pura-pura Jadi Pembeli dan Sembunyi di Toko, Pencuri Ini Diduga Bunuh Pemilik

Untuk mengetes Bisri sudah tidur atau belum, Y beberapa kali menjatuhkan barang dagangannya ke lantai toko.

Ternyata Bisri keluar dari kamarnya dan Y kemudian menganiaya kakek berusia 71 tahun tersebut.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan Y memukul Bisri dengan benda tumpul.

"Salah satu alasannya karena korban belum tidur," ujar Leo.

Baca juga: Kasus Pembunuhan di Blitar, Terduga Pelaku Pura-pura Jadi Pembeli dan Sembunyi sampai Toko Tutup

Ia mengatakan benda tumpul yang digunakan untuk memukul tubuh Bisri adalah gagang cangkul.

Salah satu buktinya adalah saat jenazah Bisri ditemukan, polisi menemukan sebuah gagang cangkul yang terpotong menjadi tiga bagian.

Di gagang cangkul tersebut, ada bercak darah. "Yang jelas berkali-kali," kata Leo.

Terekam CCTV

Tersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.  KOMPAS.com/Asip Hasani Tersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.
Y yang mengenakan masker dan hoodie ternyata melakukan pencurian dan membuka laci meja kasir toko.

Aksi tersebut terekam CCTV yang ada di dalam toko.

Leo membenarkan jika Y melakukan pencurian. Namun ia tak menyebutkan jumlah uang yang dicuri oleh Y.

Selain itu Leo juga tak menjelaskan aksi pencurian tersebut dilakukan sebelum atau sesudah pelaku menganiaya pemilik toko.

"Prinsipnya pelaku keluar dari toko dengan membawa sejumlah uang. Keterangan lengkapnya nanti kami sampaikan pada rilis kasus ini ya," ujar Leo.

Baca juga: Kronologi Pembunuhan Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Berdasarkan rekaman CCTV, Y meninggalkan toko pada Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 01.17 WIB.

"Yang jelas tersangka sudah sering berbelanja di toko korban. Jadi tersangka mengenal persis siapa pemilik toko itu," ujar Leo

Bisri diamankan di rumahnya yang tak jauh dari toko milik Bisri.

Ia kemudian menjalani proses prarekonstruksi pada Rabu (3/3/2021) setelah ditetapkan sebagai tersangka.

Baca juga: Hujan Disertai Angin Kencang di Blitar, Menara Telekomunikasi Roboh Timpa Mushala

"Maka malam ini penyidik menetapkan terduga pelaku yang kami tangkap dini hari tadi sebagai tersangka," ujar Leo usai memimpin jalannya prarekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu malam (3/3/2021).

Le menyebut ada tiga rangkaian adegan kunci di toko milik Bisri yakni cara masuk ke dalam toko, mengambil uang di laci, dan menganiaya Bisri.

"Semuanya ada 27 adegan yang penyidik minta dia peragakan, mulai dia masuk hingga bagaimana dia meninggalkan toko," ujar Leo.

SUMBER: KOMPAS.com (Penulis: Asip Agus Hasani | Editor : Dheri Agriesta)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Lewat 'Wonderful Rongkong', Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Lewat "Wonderful Rongkong", Luwu Utara Perkenalkan Potensi Pariwisata kepada Investor

Regional
Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Bupati Jekek Optimistis Pembangunan 14.142 RTLH Wonogiri Selesai pada 2024

Regional
 Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Dorong Perputaran Ekonomi, Kang Emil Targetkan Seluruh Desa Miliki BUMDes pada 2023

Regional
Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Luncurkan Kredit Tanpa Agunan untuk Ibu-ibu Pedagang, Ganjar: Bunga Hanya 2 Persen Per Tahun

Regional
Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Dikunjungi Gus Halim, Ketua Adat Tidung Minta Salimbatu Dijadikan Desa Religi

Regional
Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Cegah Jual Beli Jabatan, Bupati Wonogiri Optimalkan Penerapan Sistem Meritokrasi

Regional
Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Walkot Bobby Ajak HMI Sumut Berkolaborasi Dukung Program Pembangunan

Regional
Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Panen Raya, Pimpinan DPRD Kota Bogor Turun ke Sawah Bersama Petani

Regional
Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Wonogiri Juara Satu IDSD, Bupati Jekek: Berkat Semangat Reformasi Pemangku Kepentingan

Regional
Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Tunjukkan Kinerja Baik Bangun Kota Semarang, Walkot Hendi Dapat Penghargaan Pembangunan Daerah 2021

Regional
Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Jabar Kerja Sama dengan Provinsi Chungcheongnam, Korsel, Kang Emil: Semoga Dongkrak Potensi Ekonomi

Regional
Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Bupati Banjar Akui PAD Berkurang akibat UU Minerba

Regional
Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Bobby Buka Balai Kota Medan untuk Warga, Dosen UINSU Berikan Apresiasi

Regional
Memahami Gaya Komunikasi 'Parkir Mobil' ala Gibran

Memahami Gaya Komunikasi "Parkir Mobil" ala Gibran

Regional
Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Tunjukkan Prestasi dalam Penanganan Pandemi, Kang Emil Raih 2 Penghargaan People of the Year 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.