Tersangka Pembunuhan Pemilik Toko di Blitar Ternyata Tetangga Korban, Awalnya Berniat Mencuri...

Kompas.com - 04/03/2021, 14:13 WIB
Tersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.  KOMPAS.com/Asip HasaniTersangka Y saat menjalankan adegan reka ulang dalam proses prarekonstruksi, Rabu malam (3/3/2021), di toko milik Bisri Efendi, warga Blitar yang ditemukan tewas di toko miliknya akhir pekan lalu.

BLITAR, KOMPAS.com - Polisi menetapkan seorang pemuda berinisial Y (21) sebagai tersangka pencurian disertai kekerasan yang menewaskan pemilik toko, Bisri Efendi (71) di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur.

Pelaku berinisial Y itu merupakan salah satu tetangga Bisri. Y tinggal tak jauh dari Toko Bisri.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, polisi telah mengumpulkan bukti dan keterangan dari sejumlah saksi selama penyelidikan. Temuan itu disinkronkan dalam sebuah rekonstruksi tindak pidana kriminal.

Sinkronisasi berbagai alat bukti tersebut, ujar Leonard, berhasil dilakukan melalui proses prarekonstruksi yang berlangsung Rabu hingga waktu malam.

"Maka malam ini penyidik menetapkan terduga pelaku yang kami tangkap dini hari tadi sebagai tersangka," ujar Leo usai memimpin jalannya prarekonstruksi di tempat kejadian perkara (TKP), Rabu malam (3/3/2021).

Tiga rangkaian adegan kunci

Selama prarekonstruksi yang berlangsung beberapa jam itu, Y memeragakan tiga rangkaian adegan kunci di Toko Bisri.

Baca juga: Gilang, Pelaku Kasus Fetish Kain Jarik Divonis 5 Tahun 6 Bulan Penjara dan Denda Rp 50 Juta

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Adegan itu di antaranya, cara masuk ke dalam toko, mengambil uang di laci, dan menganiaya Bisri.

"Semuanya ada 27 adegan yang penyidik minta dia peragakan, mulai dia masuk hingga bagaimana dia meninggalkan toko," ujar Leo.

Leo mengatakan, Y masuk ke dalam toko pada Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 17.00 WIB. Saat itu, Y berpura-pura belanja di toko.

Setelah itu, Y bersembunyi di dalam toko selama beberapa jam. Pelaku menjalankan aksi pencurian sekitar pukul 21.00 WIB, setelah Bisri menutup toko.

Berdasarkan rekaman CCTV, Y meninggalkan toko pada Sabtu (27/2/2021) sekitar pukul 01.17 WIB.

"Yang jelas tersangka sudah sering berbelanja di toko korban. Jadi tersangka mengenal persis siapa pemilik toko itu," ujar Leo yang pernah menjabat sebagai Kasubdit Jatanras Polda Jatim itu.

 

Delapan jam di dalam toko

Berdasarkan rekaman CCTV, polisi menyimpulkan Y meninggalkan toko pada Sabtu dini hari. Jika dihitung, Y berada di dalam toko tersebut selama delapan jam.

Meski delapan jam berada di dalam toko, Y lebih banyak menghabiskan waktu bersembunyi. Ia menunggu situasi aman untuk menjalankan niat mencuri uang.

Setelah Bisri menutup toko sekitar pukul 21.00 WIB, Y tak langsung keluar dari persembunyiannya. Pemuda itu menungu Bisri masuk ke dalam kamar yang berada di salah satu sudut toko.

"Dan dengan maksud mengetes apakah korban sudah tidur atau belum, Y beberapa kali menjatuhkan barang dagangan ke lantai toko," jelas Leo.

Saat pelaku beraksi, Bisri keluar dari kamarnya. Y pun menganiaya Bisri yang ternyata belum tidur itu.

Baca juga: Kisah Melissa, WN Perancis yang Menikah dengan Pria Asal Lombok, Mengaku Suka Tempe Goreng

"Salah satu alasannya karena korban belum tidur," ujarnya.

Pelaku memukul Y menggunakan benda tumpul.

Saat jenazah Bisri ditemukan tewas di depan kamarnya, polisi juga mendapati sebuah gagang cangkul yang terpotong menjadi tiga bagian. Terdapat bercak darah pada gagang cangkul itu.

Leo menyebutkan, gagang cangkul itu patah karena dihantam ke tubuh Bisri.

"Yang jelas berkali-kali," kata Leo.

 

Gasak uang 

Dari salah satu rekaman CCTV, Y yang saat beraksi mengenakan masker terlihat membuka laci meja kasir toko.

Leo pun mengamini Y menggasak sejumlah uang dari toko itu. Namun, tidak menyebutkan jumlah uang yang dicuri.

Ia juga tidak menjelaskan, aksi pencurian itu dilakukan sebelum atau sesudah pelaku menganiaya pemilik toko itu.

"Prinsipnya pelaku keluar dari toko dengan membawa sejumlah uang. Keterangan lengkapnya nanti kami sampaikan pada rilis kasus ini ya," ujar Leo.

Akibat perbuatannya, Y disangka dengan Pasal 365 KUHP tentang tindak pidana pencurian dengan kekerasan. Pelaku terancam hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Baca juga: Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Sebelumnya, Bisri ditemukan tewas di dalam tokonya oleh salah satu pegawai pada Sabtu (27/2/2021).

Saat ditemukan, jenazah Bisri dalam posisi telentang di depan pintu kamar dengan kedua kaki terikat lakban dan kepala tertutup sarung.

Sehari-hari, kakek lima cucu itu tidur di sebuah kamar di dalam bangunan toko miliknya.

Kasus itu pelan-pelan terungkap. Terduga pembunuh Bisri ternyata warga di sekitar toko tersebut.

Polisi menangkap Y di rumahnya yang tak jauh dari Toko Bisri pada Rabu (3/3/2021) dini hari.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ricuh, Massa Lempari RSUD Kaimana dengan Batu dan Kayu, Polisi Amankan 2 Pelaku

Ricuh, Massa Lempari RSUD Kaimana dengan Batu dan Kayu, Polisi Amankan 2 Pelaku

Regional
Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung, LPSK Duga Adanya Ekploitasi Ekonomi

Kasus Pemerkosaan 12 Santriwati di Bandung, LPSK Duga Adanya Ekploitasi Ekonomi

Regional
Cerita Atalia, Ikut Terpukul Saat Dampingi Santriwati Korban Pelecehan Seksual, 'Sedih, Mereka Sampai Tidak Tahu Sudah Kelas Berapa...'

Cerita Atalia, Ikut Terpukul Saat Dampingi Santriwati Korban Pelecehan Seksual, "Sedih, Mereka Sampai Tidak Tahu Sudah Kelas Berapa..."

Regional
OJK Terima 50.413 Aduan Nasabah Pinjol, Paling Banyak soal Perilaku 'Debt Collector'

OJK Terima 50.413 Aduan Nasabah Pinjol, Paling Banyak soal Perilaku "Debt Collector"

Regional
Pria Tangerang Jual Pacar yang Hamil 6 Bulan Seharga Rp 700.000 via Aplikasi 'Online'

Pria Tangerang Jual Pacar yang Hamil 6 Bulan Seharga Rp 700.000 via Aplikasi "Online"

Regional
Eks Ketua DPC Gerindra Blora Sakit Hati Usai Dipecat Prabowo Subianto

Eks Ketua DPC Gerindra Blora Sakit Hati Usai Dipecat Prabowo Subianto

Regional
Jaket Bomber Tenun Ikat Jokowi Dibuat dalam 24 Jam, Harganya Rp 3,5 Juta

Jaket Bomber Tenun Ikat Jokowi Dibuat dalam 24 Jam, Harganya Rp 3,5 Juta

Regional
Janji Ridwan Kamil ke Pengungsi Erupsi Semeru: Jika Ada Apa-apa, Kontak Pemprov Jabar Saja, Kami Menyayangi Warga Lumajang

Janji Ridwan Kamil ke Pengungsi Erupsi Semeru: Jika Ada Apa-apa, Kontak Pemprov Jabar Saja, Kami Menyayangi Warga Lumajang

Regional
Hasil Uji Labfor, Kebakaran Kelenteng Poo An Kiong Blitar akibat Korsleting Listrik

Hasil Uji Labfor, Kebakaran Kelenteng Poo An Kiong Blitar akibat Korsleting Listrik

Regional
Cerita Satpam Nekat Pakai Seragam Polisi buat Konten di TikTok: Sempat Ngotot Dirinya Anggota Polri

Cerita Satpam Nekat Pakai Seragam Polisi buat Konten di TikTok: Sempat Ngotot Dirinya Anggota Polri

Regional
Update Korban Erupsi Semeru: 39 Warga Meninggal, 13 Masih Hilang

Update Korban Erupsi Semeru: 39 Warga Meninggal, 13 Masih Hilang

Regional
Gibran soal Makin Sering Bertemu Bima Arya: Hanya Ngobrol Kecil

Gibran soal Makin Sering Bertemu Bima Arya: Hanya Ngobrol Kecil

Regional
Selama 2021, Ada ASN Pemkot Salatiga Laporkan Terima Gratifikasi Mug hingga Ikat Pinggang

Selama 2021, Ada ASN Pemkot Salatiga Laporkan Terima Gratifikasi Mug hingga Ikat Pinggang

Regional
Kuasa Hukum Guru Pesantren Pemerkosa 12 Santriwati Buka Suara, Ini Katanya

Kuasa Hukum Guru Pesantren Pemerkosa 12 Santriwati Buka Suara, Ini Katanya

Regional
Ada Check Point di Perbatasan Jateng Selama Libur Nataru, Pelintas Bakal Diperiksa Dokumennya

Ada Check Point di Perbatasan Jateng Selama Libur Nataru, Pelintas Bakal Diperiksa Dokumennya

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.