5.000 Lansia di Banyumas Mulai Divaksin Covid-19 Pekan Depan

Kompas.com - 04/03/2021, 11:17 WIB
Kepala Dinkes Banyumas Sadiyanto KOMPAS.COM/FADLAN MUKHTAR ZAINKepala Dinkes Banyumas Sadiyanto

PURWOKERTO, KOMPAS.com - Sebanyak 5.000 lansia di Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, akan mulai disuntik vaksin Covid-19 pekan depan.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyumas Sadiyanto mengatakan, vaksinasi untuk lansia akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan ketersediaan vaksin.

"Kami baru dapat tambahan vakin kurang lebih untuk 5.000 sasaran. Mungkin nanti akan kami alokasikan untuk lansia," kata Sadiyanto kepada wartawan, Kamis (4/3/2021).

Baca juga: Lagi, Klaster Covid-19 Rombongan Ziarah di Banyumas, Bupati: Sudah Dicegah Nekat Berangkat

Namun, kata Sadiyanto, jumlah vaksin yang tersedia masih sangat sedikit dibanding jumlah lansia yang telah didata untuk divaksin sebanyak 169.000 orang.

"Kalau dibagi rata setiap puskesmas (hanya) akan mendapat jatah untuk 125 sasaran, padahal di puskesmas ada yang sampai 1.000 lebih lansia," ujar Sadiyanto.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Untuk itu, kata Sadiyanto, pihaknya akan berdiskusi dengan tim teknis untuk menentukan lansia yang menjadi prioritas sasaran vaksinasi.

"Masih kita diskusikan, apakah yang komorbid atau justru sebaliknya yang sehat, kita masih koordinasi dengan tim teknis. Kami juga akan meminta pendapat tim ahli," kata Sadiyanto.

Baca juga: Setahun Pandemi Covid-19, Kasus di Banyumas Menurun, tapi...

Prinsipnya, kata Sadiyanto, pihaknya akan memberikan vaksin kepada lansia secara proporsional.

"Kami akan petakan sesuai prioritas, yang risikonya kecil, tapi bermanfaat agar tidak terpapar Covid-19. Minggu depan kita mulai (vaksinasi), mungkin Selasa atau Rabu," jelas Sadiyanto.

Sadiyanto menambahkan, vaksinasi untuk lansia di masing-masing puskesmas diperkirakan akan membutuhkan waktu sekitar dua hari.

"Tempatnya juga masih dipertimbangkan, apakah di balai desa atau puskesmas. Kalau di balai desa aksesnya lebih mudah, karena dekat, tapi kalau mempertimbangkan risikonya lebih baik di puskesmas," kata Sadiyanto.

Kompas.com Berita Vaksinasi

Kita bisa akhiri pandemi Covid-19 jika kita bersatu melawannya. Sejarah membuktikan, vaksin beberapa kali telah menyelamatkan dunia dari pandemi.

Vaksin adalah salah satu temuan berharga dunia sains. Jangan ragu dan jangan takut ikut vaksinasi. Cek update vaksinasi.

Mari bantu tenaga kesehatan dan sesama kita yang terkena Covid-19. Klik di sini untuk donasi via Kitabisa.

Kita peduli, pandemi berakhir!



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Ruangan Kelas dan Lab Komputer SMKN 7 Ende Rusak Diterjang Longsor

Regional
Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Sepeda Motor Tabrak Mobil dan Pejalan Kaki, Satu Orang Tewas, 2 Lainnya Luka-luka

Regional
Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Sisir Gunung Botak, Polisi Musnahkan Puluhan Bak Rendaman dan Tenda Penambang Liar

Regional
PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

PPKM Level 4 Diperpanjang, Pemkot Mataram Siapkan Bantuan JPS

Regional
Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Klaim Angka Covid-19 Terus Turun, Gibran Optimistis Solo Masuk Level 3 dalam Sepekan

Regional
Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Cerita 2 Pelajar di Malang Jadi Relawan Covid-19, Berawal dari Rasa Prihatin Kasus Corona Meningkat

Regional
8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

8 Bulan Insentif Nakes di Maluku Tengah Belum Dibayar, Ketua DPRD: Mereka Bertaruh Nyawa...

Regional
45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

45 Tahun Berkarya, PT Timah Diminta Lebih Ramah Lingkungan dan Berpihak ke Rakyat

Regional
Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Buat Status WhatsApp Tuding RSUD Memperjualbelikan Oksigen, Pria di Probolinggo Ditangkap

Regional
Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Kekurangan Tabung Oksigen, Pemprov Jambi akan Datangkan dari Malaysia

Regional
Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Seluruh Ruas Jalan yang Sempat Ditutup di Kota Semarang Dibuka Serentak Selasa Sore

Regional
Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Perpanjangan PPKM Level 4 di Medan, Walkot Bobby: Penyekatan Dalam Kota Dikurangi

Regional
Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Cerita Warga Rela Antre Vaksinasi Massal, Berdesakan, hingga Pingsan: Demi Sertifikat Vaksin, agar Bisa ke Luar Kota

Regional
Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Penyebaran Covid-19 Belum Terkendali, Ini Daerah Berstatus Zona Merah di Provinsi Lampung

Regional
Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Wali Kota Malang: Vaksin Covid-19 Tersisa 30.000 Dosis, 3 Hari Lagi Habis

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X