Wabup Tasikmalaya Ragu 39 Orang Tertular Covid-19 di Lokasi Ziarah Pamijahan

Kompas.com - 03/03/2021, 21:27 WIB
Ilustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona. ShutterstockIlustrasi tes Covid-19, deteksi Covid-19, pengujian virus corona.

TASIKMALAYA, KOMPAS.com - Wakil Bupati Tasikmalaya Deni Ramdhani Sagara mengaku kaget mendengar 39 warga Kabupaten Bandung Barat positif Covid-19 seusai pulang ziarah dari lokasi wisata religi Pamijahan, Kabupaten Tasikmalaya, Selasa (2/3/2021).

Bahkan, warga yang satu kampung dengan 39 orang tersebut telah diisolasi.

Namun, Deni meragukan penyebaran virus itu berasal dari wilayahnya.

Baca juga: Cuaca Buruk di Tasikmalaya, Baliho Menimpa Mobil, Rumah Rusak hingga Banjir

Sebab, menurut dia, bisa saja virus berasal dari Bandung dan menyebar saat rombongan peziarah berada di dalam bus selama perjalanan.

"Kita prihatin sekaligus kaget. Namun, penularan Covid-19 kepada puluhan warga Kabupaten Bandung Barat itu tak bisa dipastikan terjadi di destinasi wisata religi Pamijahan, Kecamatan Bantarkalong, Kabupaten Tasikmalaya," ujar Deni saat dihubungi, Rabu (3/3/2021).

Deni menambahkan, belum lama ini dirinya bersama Bupati Tasikmalaya dan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Tasikmalaya sempat berkunjung ke lokasi wisata religi Pamijahan. 

Baca juga: Setahun Pandemi, Plt Wali Kota Tasikmalaya Fokus Cegah Klaster Baru Covid-19

Dirinya mengklaim bahwa penerapan protokol kesehatan di lokasi wisata itu sangat ketat.

Para wisatawan yang datang, terutama berasal dari luar kota akan diperiksa kondisinya terlebih dahulu.

Bahkan, jumlah pengunjung juga dibatasi.

Selain itu, wajib memakai masker dan wajib menjaga jarak saat di lokasi wisata.

Namun dengan kejadian ini, menurut Deni, pihaknya berencana membuat regulasi khusus terkait aktivitas wisata, terutama penerimaan wisatawan dari daerah yang masuk kategori bahaya atau berstatus zona merah.

"Kita mungkin akan pertimbangkan masuk Tasikmalaya harus membawa surat rapid test. Jadi, kegiatan bisa tetap berjalan, tapi tak ada efek kepada masyarakat setempat," kata dia.

Sampai saat ini, kegiatan wisata religi di Pamijahan masih tetap berjalan.

Masyarakat pun telah diminta waspada terhadap penyebaran Covid-19, terutama memeriksa daerah asal para wisatawan yang datang ke Pamijahan.

"Saya sudah koordinasikan langsung dengan masyarakat di Pamijahan, terutama para tokoh masyarakat dan unsur pemerintahan," kata Deni.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Tanggul Sungai Jebol, Perumahan di Purwokerto Terendam Banjir Setinggi Leher Orang Dewasa

Tanggul Sungai Jebol, Perumahan di Purwokerto Terendam Banjir Setinggi Leher Orang Dewasa

Regional
UPDATE Korban Gempa Malang: 8 Meninggal dan 25 Luka-luka

UPDATE Korban Gempa Malang: 8 Meninggal dan 25 Luka-luka

Regional
Anak Buah Selingkuh dengan Dokter, Komandan Brimob: Tetap Ditindak, tidak Ada Anggota yang Kebal Hukum

Anak Buah Selingkuh dengan Dokter, Komandan Brimob: Tetap Ditindak, tidak Ada Anggota yang Kebal Hukum

Regional
Video Viral Remaja Tewas Tertabrak Saat Mengadang Truk Tronton, Ini Faktanya

Video Viral Remaja Tewas Tertabrak Saat Mengadang Truk Tronton, Ini Faktanya

Regional
Kejar KKB di Beoga, Ini Strategi yang Dilakukan Polisi

Kejar KKB di Beoga, Ini Strategi yang Dilakukan Polisi

Regional
2 Nelayan Asal Sabu Raijua NTT Terseret Badai Seroja hingga ke Australia

2 Nelayan Asal Sabu Raijua NTT Terseret Badai Seroja hingga ke Australia

Regional
Penyebab Gempa Malang Menurut Peneliti Bencana ITS Surabaya

Penyebab Gempa Malang Menurut Peneliti Bencana ITS Surabaya

Regional
Kronologi Pesilat di Klaten Tewas Saat Latihan, 6 Orang Jadi Tersangka

Kronologi Pesilat di Klaten Tewas Saat Latihan, 6 Orang Jadi Tersangka

Regional
Gubernur Banten Persilakan Warganya Shalat Tarawih di Masjid: Biar Covid-19 Cabut

Gubernur Banten Persilakan Warganya Shalat Tarawih di Masjid: Biar Covid-19 Cabut

Regional
Di Kabupaten Malang, 1 Tewas dan 2 Luka Berat akibat Gempa

Di Kabupaten Malang, 1 Tewas dan 2 Luka Berat akibat Gempa

Regional
Pemprov Kalsel Siap Datangkan Dokter Spesialis untuk Tangani Echa Si Putri Tidur

Pemprov Kalsel Siap Datangkan Dokter Spesialis untuk Tangani Echa Si Putri Tidur

Regional
Khofifah Sebut 6 Kecamatan di 3 Kabupaten di Jatim Terdampak Parah Gempa Malang

Khofifah Sebut 6 Kecamatan di 3 Kabupaten di Jatim Terdampak Parah Gempa Malang

Regional
Cerita Kepala SMPN 1 Beoga Lolos dari Penembakan KKB

Cerita Kepala SMPN 1 Beoga Lolos dari Penembakan KKB

Regional
Satu Guru dan Satu Siswa Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka 2 Sekolah di Wonogiri Dihentikan

Satu Guru dan Satu Siswa Positif Covid-19, Belajar Tatap Muka 2 Sekolah di Wonogiri Dihentikan

Regional
Hanya karena Nasi Habis, Buruh Sadap Karet Tusuk Rekannya hingga Tewas

Hanya karena Nasi Habis, Buruh Sadap Karet Tusuk Rekannya hingga Tewas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X