Kronologi Pembunuhan Pemilik Toko di Blitar Terekam CCTV, Pelaku Ditangkap

Kompas.com - 03/03/2021, 13:30 WIB
Polisi melakukan pemeriksaan di toko milik Bisri Efendi di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021). Bisri ditemukan tewas di dalam tokonya dengan kondisi kedua tangan dan kakinya terikat lakban. KOMPAS.com/Asip HasaniPolisi melakukan pemeriksaan di toko milik Bisri Efendi di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (27/2/2021). Bisri ditemukan tewas di dalam tokonya dengan kondisi kedua tangan dan kakinya terikat lakban.
Editor Setyo Puji

KOMPAS.com - Kasus pembunuhan terhadap pemilik toko kelontong bernama Bisri Efendi (71) di Desa Jatinom, Kecamatan Kanigoro, Blitar, Jawa Timur, akhirnya menemukan titik terang.

Terduga pelaku yang diketahui berinisial Y (21) warga sekitar diamankan polisi pada Rabu (3/3/2021) dini haru untuk dilakukan pemeriksaan.

Kapolres Blitar AKBP Leonard M Sinambela mengatakan, penangkapan terduga pelaku tersebut setelah petugas melakukan pendalaman terhadap rekaman kamera pengawas atau CCTV yang ada di toko korban.

Dalam rekaman video tersebut terlihat terduga pelaku itu masuk ke toko pada Jumat (26/2/2021) sekitar pukul 17.10 WIB.

Baca juga: Terduga Pembunuh Pemilik Toko di Blitar Ditangkap, Pelaku Sempat Pura-pura Jadi Pembeli

Modus terduga pelaku itu awalnya berpura-pura datang sebagai pembeli. Kemudian, menyelinap ke dalam hingga toko ditutup oleh pemiliknya.

Setelah itu, sekitar pukul 21.00 WIB pelaku melancarkan aksinya.

"Diduga pelaku memasuki TKP dengan cara berpura-pura sebagai pembeli dan bersembunyi di toko sampai dengan toko tutup dan melancarkan aksinya," tutur Leo.

Sementara saat disinggung terkait motif pelaku, Leo menduga dilatarbelakangi tindakan pencurian.

"Dugaan kami, tindak pidana yang terjadi adalah tindak pidana pencurian dengan kekerasan yang mengakibatkan korban meninggal dunia," jelasnya.

Baca juga: Ironis, Dana Bantuan Covid-19 Dikorupsi Kades untuk Judi dan Foya-foya, Pelaku Terancam Hukuman Mati

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Nenek 92 Tahun Selamat dari Gempa Malang, Loncat Sebelum Rumahnya Roboh

Kisah Nenek 92 Tahun Selamat dari Gempa Malang, Loncat Sebelum Rumahnya Roboh

Regional
Hujan Es Sebesar Kerikil Turun di Banyumas

Hujan Es Sebesar Kerikil Turun di Banyumas

Regional
Listrik dan Oksigen RSUD Mardhi Waluyo Blitar Terganggu Setelah Gempa Malang, 8 Pasien Dipindahkan

Listrik dan Oksigen RSUD Mardhi Waluyo Blitar Terganggu Setelah Gempa Malang, 8 Pasien Dipindahkan

Regional
Pasutri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Saat Gempa Malang Mengguncang

Pasutri di Lumajang Tewas Tertimpa Batu Saat Gempa Malang Mengguncang

Regional
Dipergoki Selingkuh dengan Dokter, Anggota Brimob Briptu MM Bekap Mulut Mertuanya hingga Ketakutan

Dipergoki Selingkuh dengan Dokter, Anggota Brimob Briptu MM Bekap Mulut Mertuanya hingga Ketakutan

Regional
Fakta Baru Sumber Dana KKB, Ternyata Berasal dari Tambang Emas Ilegal

Fakta Baru Sumber Dana KKB, Ternyata Berasal dari Tambang Emas Ilegal

Regional
UPDATE Korban Bencana di NTT, 175 Orang Tewas, 45 Hilang, dan 24.645 Rumah Rusak

UPDATE Korban Bencana di NTT, 175 Orang Tewas, 45 Hilang, dan 24.645 Rumah Rusak

Regional
'Saya Pegang Tembok Waktu Mau Shalat, Rumah Goyang ke Kanan dan Kiri'

"Saya Pegang Tembok Waktu Mau Shalat, Rumah Goyang ke Kanan dan Kiri"

Regional
Evakuasi Jenazah Guru di Beoga, Papua Alot, KKB Minta Tebusan, Bupati Puncak: Demi Kemanusiaan, Kami Penuhi

Evakuasi Jenazah Guru di Beoga, Papua Alot, KKB Minta Tebusan, Bupati Puncak: Demi Kemanusiaan, Kami Penuhi

Regional
Saat Gempa, Pasutri Pengendara Motor Tertimpa Batu Besar di Lumajang, Suami Dikabarkan Tewas

Saat Gempa, Pasutri Pengendara Motor Tertimpa Batu Besar di Lumajang, Suami Dikabarkan Tewas

Regional
Kantor Camat di Trenggalek Porak-poranda Setelah Diguncang Gempa Malang

Kantor Camat di Trenggalek Porak-poranda Setelah Diguncang Gempa Malang

Regional
Gempa Malang, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Ringan hingga Parah

Gempa Malang, Puluhan Rumah di Tulungagung Rusak Ringan hingga Parah

Regional
Bocah Satu Tahun Selamat dari Rentuhan Rumah Saat Gempa, Digendong Ibu Sebelum Tembok Roboh

Bocah Satu Tahun Selamat dari Rentuhan Rumah Saat Gempa, Digendong Ibu Sebelum Tembok Roboh

Regional
UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 April 2021

UPDATE Covid-19 di Sulteng, Sultra, Maluku, Malut, Papua, dan Papua Barat 10 April 2021

Regional
Anggota Brimob Selingkuh dengan Dokter yang Ternyata Istri Polisi, Tepergok Mertua

Anggota Brimob Selingkuh dengan Dokter yang Ternyata Istri Polisi, Tepergok Mertua

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X