Akhir Kasus Siswa SMA Jadi Tersangka karena Unggah Dugaan Pungli di Facebook, Kini Damai dan Laporan Dicabut

Kompas.com - 03/03/2021, 10:54 WIB
Facebook mengumumkan akan membatasi sementara posting politik di sejumlah kecil News Feed, khusus di empat negara. AP PHOTO/JENNY KANEFacebook mengumumkan akan membatasi sementara posting politik di sejumlah kecil News Feed, khusus di empat negara.

KOMPAS.com - Kasus unggahan berisi dugaan pungutan liar (pungli) Program Indonesia Pintar (PIP) oleh guru SD di Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, berakhir damai.

Setelah sempat dijadikan tersangka, pelajar SMA berinisial SN yang mengunggah kabar dugaan pungli itu bebas dari ancaman hukum.

Sebab, sang pelapor, guru SD berinisial WUN akhirnya mencabut laporannya.

"Kedua belah pihak bersepakat untuk berdamai," ujar Kasat Reskrim Polres TTU, AKP Sujud Alif Yulamlam, saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Selasa (2/3/2021) malam.

Baca juga: Guru SD Laporkan Siswa SMA ke Polisi karena Unggahan Dugaan Pungli, Polisi: Mereka Sepakat Berdamai

Bagaimana kasus bermula?

Ilustrasishutterstock Ilustrasi
Peristiwa itu bermula ketika SN  mendengar cerita dari ibunya, MMT.

Ia mendengar bahwa uang PIP adiknya yang bersekolah di SD Bestobe sebesar Rp 450.000 dipotong Rp 25.000 oleh guru berinisial WUN.

"Mama tua saya punya bilang yang tadi kami print itu empat ratus lima puluh ribu. Tapi dua puluh lima ribu itu dipotong kasih di tanta Frida (Guru SDN Bestobe. Red)," kata SN, dikutip dari Pos-Kupang, Senin (22/2/2021).

"Jadi, itu uang dikumpulkan ke tanta MWSM, baru di serahkan ke ibu WUN," lanjut SN.

SN lalu berinisiatif mengabarkan kejadian itu ke sebuah grup Facebook pada 16 Juli 2020.

"Saya posting ke media sosial dengan tujuan mendapatkan masukan dari teman-teman untuk bisa mengobati rasa kecewa saya," ungkap dia.

Baca juga: Bermaksud Ungkap Dugaan Pungli di SD Adiknya, Siswa SMA Ini Jadi Tersangka

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Oknum Anggota TNI Bunuh Pacar, Terungkap Setelah Jasad Korban Ditemukan Tinggal Tulang

Oknum Anggota TNI Bunuh Pacar, Terungkap Setelah Jasad Korban Ditemukan Tinggal Tulang

Regional
Jadi Korban Perundungan Sesama Tahanan, Napi Anak Berupaya Bunuh Diri

Jadi Korban Perundungan Sesama Tahanan, Napi Anak Berupaya Bunuh Diri

Regional
Desersi dan Gabung KKB, Pratu Lakius Jadi Target Utama TNI, Dicap Pengkhianat

Desersi dan Gabung KKB, Pratu Lakius Jadi Target Utama TNI, Dicap Pengkhianat

Regional
Arah Ancaman Merapi Berubah, Plastik Penutup Candi Mendut Dibuka

Arah Ancaman Merapi Berubah, Plastik Penutup Candi Mendut Dibuka

Regional
Datang ke Kalteng dengan Kapal dan Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil PCR

Datang ke Kalteng dengan Kapal dan Pesawat Wajib Tunjukkan Hasil PCR

Regional
Pratu Lukius Bergabung dengan KKB Intan Jaya, TNI: Dia Tidak Bawa Senjata

Pratu Lukius Bergabung dengan KKB Intan Jaya, TNI: Dia Tidak Bawa Senjata

Regional
Wakapolsek di Klaten yang Diciduk Sedang Bersama Istri Orang Masih Diperiksa Propam

Wakapolsek di Klaten yang Diciduk Sedang Bersama Istri Orang Masih Diperiksa Propam

Regional
RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Pasien Covid-19

RSUP Dr Sardjito Yogyakarta Kembangkan Terapi Stem Cell untuk Pasien Covid-19

Regional
Alasan Hakim Vonis Mati Mantan Anggota DPRD Palembang

Alasan Hakim Vonis Mati Mantan Anggota DPRD Palembang

Regional
9 Patok Perbatasan RI-Timor Leste di Kabupaten Belu, NTT, Hilang Diterjang Banjir

9 Patok Perbatasan RI-Timor Leste di Kabupaten Belu, NTT, Hilang Diterjang Banjir

Regional
Tembok 2,5 Meter yang Dibangun Sayuti Akhirnya Dibongkar, Ketua RW: Tanah Dia atau Bukan, Biar BPN yang Menentukan

Tembok 2,5 Meter yang Dibangun Sayuti Akhirnya Dibongkar, Ketua RW: Tanah Dia atau Bukan, Biar BPN yang Menentukan

Regional
Diminta Antar Rokok dan Pinang, Siswa SMA di Puncak Papua Ditembak Mati oleh KKB, Ini Kronologi Versi Polisi...

Diminta Antar Rokok dan Pinang, Siswa SMA di Puncak Papua Ditembak Mati oleh KKB, Ini Kronologi Versi Polisi...

Regional
Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Ini Makanan yang Baik Dikonsumsi Saat Puasa di Tengah Pandemi Covid-19

Regional
Iseng Main Petasan Berujung Tawuran hingga Masuk Rumah Sakit

Iseng Main Petasan Berujung Tawuran hingga Masuk Rumah Sakit

Regional
Pratu Lukius Berkhianat, Memilih Bergabung dengan KKB, Brigjen Suswatyo: Ketemu Akan Ditindak Tegas

Pratu Lukius Berkhianat, Memilih Bergabung dengan KKB, Brigjen Suswatyo: Ketemu Akan Ditindak Tegas

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X