Video Mahasiswa Baru UHO Ditendang dan Dipukul, Kampus Tak Akan Beri Pendampingan pada Pelaku, Ini Alasannya

Kompas.com - 03/03/2021, 09:06 WIB
Ilustrasi PIXABAY.comIlustrasi

KOMPAS.com - Aksi kekerasan menimpa mahasiswa baru Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara. Pelakunya diduga para senior mereka sendiri.

Aksi pemukulan dan penendangan mahasiswa baru tersebut terjadi dalam latihan dasar kepemimpinan (LDK) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UHO.

Pihak kampus menegaskan tidak akan memberi pendampingan hukum terhadap para pelaku, jika para pelaku kekerasan dilaporkan ke polisi.

Baca juga: Mahasiswa Baru Dipukul dan Ditendang Saat Latihan Kepemimpinan, Wakil Rektor UHO: Kami Kaget

Alasan tak beri pendampingan

Ilustrasi Polisi KOMPAS.com/NURWAHIDAH Ilustrasi Polisi
Wakil Rektor III UHO Nur Arafah menegaskan, kampus tidak akan memberi pendampingan jika para korban melapor ke polisi.

"Kampus tidak akan bertanggung jawab atas aksi yang dilakukan oleh para mahasiswa, dan tidak akan melakukan pendampingan jika kasus ini dibawa ke ranah pidana," kata Nur Arafah.

Alasannya, kampus merasa tidak pernah memberi izin kegiatan tersebut.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

"Secara institusi kampus tidak pernah mengeluarkan izin terkait kegiatan tersebut, acuannya jelas ada dalam panduan UHO selama pandemi Covid-19," tutur dia.

Baca juga: Video Viral Perpeloncoan Mahasiswa Baru, UHO Kendari Sebut Kegiatan LDK Tak Berizin

 

Ilustrasi viralShutterstock Ilustrasi viral
Dianggap coreng nama kampus, sanksi disiapkan

Nur Arafah mengaku kaget ketika kabar tersebut beredar di media sosial.

"Apa yang terjadi di luar sepengetahuan institusi, kami kaget baru mengetahui setelah video itu viral," kata dia.

Menurutnya, kejadian itu telah mencoreng nama baik kampus.

"Kita gelar rapat dan menindaklanjuti masalah tersebut, jika ditemukan pelanggaran akan ada pemberian sanksi teguran hingga skors," tegasnya.

Baca juga: Sudah Tak Menjabat, Mantan Bupati Jember Faida Kini Terjerat Dugaan Penyalahgunaan APBD Rp 570 Juta untuk RS Miliknya

Polisi persilakan lapor

Ilustrasi hukumShutterstock Ilustrasi hukum
Menyusul viralnya video aksi kekerasan yang diduga dilakukan kepada mahasiswa baru itu, polisi mempersilakan pihak yang merasa dirugikan untuk melapor.

Wakapolda Sultra Brigjen Pol Waris Agono menjelaskan, setelah adanya pelaporan, kasus tersebut akan diproses secara hukum.

"Kami membuka ruang, jika ada pihak korban yang ingin melaporkan kasus ini untuk segera diproses hukum," katanya.

Baca juga: Wali Kota Tegal Tetap Lanjutkan Laporan ke Polisi Meski Berdamai dengan Wakilnya, Ini Alasannya

 

Ilustrasi videoShutterstock Ilustrasi video
Berawal dari video viral

Kabar diketahui publik berawal dari video berdurasi 1 menit 18 detik yang viral di media sosial.

Terlihat sejumlah mahasiswa dan mahasiswi berbaring di bibir Pantai Nambo, Kendari. Mereka kemudian ditendang dan dipukul.

Para peserta diketahui merupakan mahasiswa baru angkatan 2020 yang berjumlah 79 orang.

Aksi kekerasan diduga berlangsung dalam latihan kepemimpinan dalam organisasi mahasiswa pada Minggu (28/2/2021).

Sumber: Kompas.com (Penulis : Kontributor Kendari, Kiki Andi Pati | Editor : Dony Aprian)



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat 'Hauling' Batubara

Cerita di Balik Warga Samarinda Ramai-ramai Adang Truk Saat "Hauling" Batubara

Regional
Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Covid-19 Melandai di Madiun Raya, Stok Oksigen Melimpah, Bisa Layani Industri dan Masyarakat

Regional
Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Kasus Anak Terpapar Covid-19 di Jateng Tinggi, Ganjar Pranowo: Surveilans Harus Ketat

Regional
Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Kronologi Tabrakan Beruntun 7 Kendaraan di Cianjur, 2 Orang Tewas

Regional
Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Hari ini Ada 20 Emas yang Diperebutkan di PON XX Papua

Regional
Sertifikat Tanahnya Digandakan dan Dipakai Jaminan Utang, Warga Nganjuk Adukan Oknum Perangkat Desa ke Polisi

Sertifikat Tanahnya Digandakan dan Dipakai Jaminan Utang, Warga Nganjuk Adukan Oknum Perangkat Desa ke Polisi

Regional
Kecepatan Kereta di Cirebon Bertambah, Perhatikan Penyesuaian Jadwal

Kecepatan Kereta di Cirebon Bertambah, Perhatikan Penyesuaian Jadwal

Regional
Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Ambil Paket Sabu Dalam Termos, 2 Pemuda Sampang Mengaku Dibayar Rp 10 Juta, Diduga Libatkan TKI di Malaysia

Regional
FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada 'Royal Dinner' Raja-raja Nusantara

FAKN 1 Digelar di Sumedang, Ada "Royal Dinner" Raja-raja Nusantara

Regional
Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Bank NTB Beri Bantuan Kerja Sama Rp 16 Miliar untuk Infrastruktur Sirkuit Mandalika

Regional
'Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata'

"Terima Kasih Nak, Prestasimu Menjadi Sejarah Membanggakan Bagi Masyarakat di Flobamorata"

Regional
Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Kelucuan Pak Siro yang Divaksin di Jalan, Sempat Minta Vaksin Berbentuk Pil karena Takut Disuntik

Regional
Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Saat Pembagian Telur Gratis di Blitar Berujung Kericuhan, Polisi Turun Tangan

Regional
Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Data Terkini Kasus Covid-19 di Riau

Regional
Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Rusnawi Mengaku Pernah Laporkan Pemalsuan di BKKBN ke Bareskrim

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.