Gibran Minta Pemerintah Pusat Prioritaskan Vaksinasi di Solo

Kompas.com - 03/03/2021, 06:05 WIB
Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka. KOMPAS.com/LABIB ZAMANIWali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka.

SOLO, KOMPAS.com-Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka mengatakan, salah satu hambatan yang dihadapi untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 adalah keterbatasan jumlah vaksin.

Karenanya, Gibran meminta pemerintah pusat agar mengirimkan vaksin Covid-19 ke Solo dalam jumlah lebih banyak. 

Apalagi, Solo dianggap Gibran jadi daerah penting dalam upaya menekan laju penularan virus corona.

Baca juga: Gibran Rakabuming Minta Anggota Karang Taruna Dukung Vaksinasi Covid-19

Pasalnya, Solo dipandang menjadi salah satu pusat perekonomian di Jawa Tengah.  

"Saya meminta Solo untuk diprioritaskan karena Solo ini menopang daerah lain," kata Gibran di Balai Kota Solo, saat menanggapi pertanyaan soal satu tahun pandemi Covid-19, Selasa (2/3/2021). 

Sebagai informasi, saat vaksinasi tahap pertama, Kota Solo menerima 1.000 dosis vaksin yang diprioritaskan untuk tenaga kesehatan. 

Sedangkan pada tahap kedua, Kota Solo bakal menerima 70.000 dosis vaksin dengan sasaran TNI/Polri, pedagang pasar tradisional, lanjut usia, guru dan tokoh agama.

Baca juga: Gebrakan Gibran Soal Keluhan Warga: Lewat Medsos, Pasti Ditanggapi

Meski demikian, Gibran menyatakan siap menerima berapa pun pengiriman yang dilakukan oleh pemerintah pusat kepada Pemkot Surakarta.

"Manajemen vaksin cukup baik, cold storage cukup besar, dikirim berapa pun siap," katanya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kesaksian Istri Guru yang Tewas Ditembak KKB, Selamat karena Sembunyi 5 Jam di Kamar Mandi: Pintunya Ditendang 2 Kali

Kesaksian Istri Guru yang Tewas Ditembak KKB, Selamat karena Sembunyi 5 Jam di Kamar Mandi: Pintunya Ditendang 2 Kali

Regional
Gadis Bulukumba Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M: Harganya Naik Terus

Gadis Bulukumba Dilamar dengan 2 Keping Bitcoin Bernilai Rp 1,6 M: Harganya Naik Terus

Regional
Kepsek dan Guru SMP di Sleman Diberhentikan, Buntut Bocorkan Soal Matematika ASPD ke Siswa, Ingin Muridnya Dapat Nilai Bagus

Kepsek dan Guru SMP di Sleman Diberhentikan, Buntut Bocorkan Soal Matematika ASPD ke Siswa, Ingin Muridnya Dapat Nilai Bagus

Regional
3 Penjual Miras Ilegal di Kulon Progo Ditangkap, Satu di Antaranya Mahasiswa

3 Penjual Miras Ilegal di Kulon Progo Ditangkap, Satu di Antaranya Mahasiswa

Regional
3 Anak di Bawah Umur Mengaku Disiksa, Diancam Dibunuh, Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Polisi

3 Anak di Bawah Umur Mengaku Disiksa, Diancam Dibunuh, Dipaksa Mengaku Mencuri oleh Polisi

Regional
Sumsel Masuki Musim Pancaroba, Flu Burung Mengintai Hewan Ternak

Sumsel Masuki Musim Pancaroba, Flu Burung Mengintai Hewan Ternak

Regional
Ada Kampung Narkoba, Ini Asal-usul Kota Palembang, Dikenal dengan Bumi Sriwijaya

Ada Kampung Narkoba, Ini Asal-usul Kota Palembang, Dikenal dengan Bumi Sriwijaya

Regional
Asal Bisa Calistung, Lulusan SD Bisa Jadi Kepala Desa di Nunukan, tapi...

Asal Bisa Calistung, Lulusan SD Bisa Jadi Kepala Desa di Nunukan, tapi...

Regional
[POPULER NUSANTARA] Fakta Kampung Narkoba di Palembang | Viral Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000

[POPULER NUSANTARA] Fakta Kampung Narkoba di Palembang | Viral Tiket Masuk Pantai Anyer Rp 100.000

Regional
Bantah Saksi di Sidang, Bahar bin Smith: Saya Tidak Menginjak, yang Benar Memukul

Bantah Saksi di Sidang, Bahar bin Smith: Saya Tidak Menginjak, yang Benar Memukul

Regional
Pria yang Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas Sering Minta Uang kepada Korban

Pria yang Aniaya Ayah Kandung hingga Tewas Sering Minta Uang kepada Korban

Regional
Cerita PK Bunuh Ayah dan Tenteng Bagian Tubuh Korban Keliling Kampung, Pelaku Tewas Gantung Diri di Penjara

Cerita PK Bunuh Ayah dan Tenteng Bagian Tubuh Korban Keliling Kampung, Pelaku Tewas Gantung Diri di Penjara

Regional
Siswa SD Penderita Epilepsi Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Ini Kronologinya

Siswa SD Penderita Epilepsi Ditemukan Tewas di Kamar Mandi Sekolah, Ini Kronologinya

Regional
Mulai Dapat Pesanan, Perajin Bedug di Banyumas: Tahun Lalu Cuma Satu

Mulai Dapat Pesanan, Perajin Bedug di Banyumas: Tahun Lalu Cuma Satu

Regional
Mengenal Demak Nagari Para Wali, Raden Fatah dan Syiar Islam Pertama di Pulau Jawa

Mengenal Demak Nagari Para Wali, Raden Fatah dan Syiar Islam Pertama di Pulau Jawa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X