Mahasiswa Untirta Serang Meninggal Usai Ikut Mapala, Ini Kata Rektor

Kompas.com - 02/03/2021, 17:32 WIB
Kampus Baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Sindangsari, Kota Serang, Banten, Kamis (26/12/2019) KOMPAS.COM/ACEP NAZMUDINKampus Baru Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) di Sindangsari, Kota Serang, Banten, Kamis (26/12/2019)

SERANG, KOMPAS.com - Fadil Abdi Nursahri, mahasiswa Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta) Serang, Banten, meninggal dunia usai mengikuti kegiatan mahasiswa pecinta alam (Mapala).

Mahasiswa asal Pandeglang itu meninggal dunia pada Senin (1/3/2021), setelah pulang dari Gunung Karang, Kabupaten Pandeglang, Banten.

Rektor Untirta Fatah Sulaiman mengatakan, seluruh kegiatan selama masa pandemi Covid-19 dilakukan secara daring di seluruh unit, termasuk kegiatan UKM Mapala.

Baca juga: Cegah Corona Menyebar, Untirta Serang Berlakukan Kuliah Online

Dengan demikian, kegiatan apapun yang dilakukan secara langsung atau tatap muka, tidak mendapat izin dari pihak kampus.

"Kalau ada yang memaksa kegiatan offline, saya pastikan itu tidak ada izin dari institusi, alias kegiatan liar," ujar Fatah kepada Kompas.com, Selasa (2/3/2021).

Menurut Fatah, dirinya sudah meminta Wakil Rektor III Untirta Suherna untuk mencari informasi akurat terkait kejadian yang menyebabkan mahasiswa FKIP itu meninggal dunia.

Jika terbukti ada pelanggaran, pihak kampus akan membekukan seluruh kegiatan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mapala Untirta.

"Wakil Rektor (Suherna) untuk menggali info secara akurat terkait hal ini, dan siapkan sanksi pembekuan atau sejenisnya jika diperlukan segera," kata Fatah.

Baca juga: Polisi Mulai Uji Coba Tilang Elektronik di Kota Serang, Ini Lokasinya

Pembekuan dilakukan untuk memberikan pelajaran bagi unit lain, agar mengikuti peraturan dan regulasi yang berlaku di kampus.

"Agar semuanya bisa tertib mengikuti peraturan dan regulasi yang berlaku," ucap Fatah.

Terkait mahasiswa yang meninggal dunia, atas nama Kampus Untirta, Fatah mengucapkan belasungkawa.

"Pak Suharna sudah bertemu keluarga dan menurut laporan (keluarga) sudah menerima dan tidak seperti (ada luka kekerasan) yang diberitakan di media faktanya," kata dia.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

5 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 4 Orang Tewas, Peracik Merokok hingga Temuan 400 Selongsong Petasan

5 Fakta Ledakan Petasan di Kebumen, 4 Orang Tewas, Peracik Merokok hingga Temuan 400 Selongsong Petasan

Regional
[POPULER NUSANTARA] Penyebab Ledakan Petasan di Kebumen | Korban Kecelakaan Terseret 8 Kilometer

[POPULER NUSANTARA] Penyebab Ledakan Petasan di Kebumen | Korban Kecelakaan Terseret 8 Kilometer

Regional
Mudik dari Riau ke Sumbar lewat Sungai, Perahu Terbalik Saat Lawan Arus, 3 Orang Tenggelam

Mudik dari Riau ke Sumbar lewat Sungai, Perahu Terbalik Saat Lawan Arus, 3 Orang Tenggelam

Regional
Cerita di Balik Hidangan 3.000 Porsi Bakso dan Siomay untuk Napi di Samarinda

Cerita di Balik Hidangan 3.000 Porsi Bakso dan Siomay untuk Napi di Samarinda

Regional
2 Anggota KKB yang Tewas Teridentifikasi Komandan Lesmin Waker dan Ajudan Pribadinya

2 Anggota KKB yang Tewas Teridentifikasi Komandan Lesmin Waker dan Ajudan Pribadinya

Regional
'Kami Berjanji Tak Akan Ulangi Lagi Selama-lamanya, Ini yang Pertama dan Terakhir'

"Kami Berjanji Tak Akan Ulangi Lagi Selama-lamanya, Ini yang Pertama dan Terakhir"

Regional
UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Kalteng, Kaltim, Kaltara, Gorontalo, Sulbar, Sulsel, dan Sultra 14 Mei 2021

Regional
Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Mei 2021

Update Covid-19 di Aceh, Sumut, Sumbar, Riau, Kepri, Jambi, dan Bengkulu 14 Mei 2021

Regional
UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Mei 2021

UPDATE Covid-19 di Jabar, Jateng, Banten, Sumsel, Babel, dan Lampung 14 Mei 2021

Regional
Bahan Petasan yang Meledak di Kebumen Diduga Dibeli secara Online dari Pati

Bahan Petasan yang Meledak di Kebumen Diduga Dibeli secara Online dari Pati

Regional
Korban Kecelakaan Terseret Mobil hingga 8 Kilometer, Sopir Diduga Kabur Usai Dihentikan Warga

Korban Kecelakaan Terseret Mobil hingga 8 Kilometer, Sopir Diduga Kabur Usai Dihentikan Warga

Regional
Penjelasan BMKG soal Pemutakhiran Data Gempa di Nias Jadi Bermagnitudo 6,7

Penjelasan BMKG soal Pemutakhiran Data Gempa di Nias Jadi Bermagnitudo 6,7

Regional
Cerita Pekerja Migran Asal Blitar, Rayakan Lebaran di Rumah Isolasi Covid-19

Cerita Pekerja Migran Asal Blitar, Rayakan Lebaran di Rumah Isolasi Covid-19

Regional
Kronologi Seorang Warga Tewas Mengenaskan Terseret Mobil Milik Perusahaan Taksi Sejauh 8 Km

Kronologi Seorang Warga Tewas Mengenaskan Terseret Mobil Milik Perusahaan Taksi Sejauh 8 Km

Regional
Mudik Pakai Perahu, Dua Warga Tewas Tenggelam, Satu dalam Pencarian

Mudik Pakai Perahu, Dua Warga Tewas Tenggelam, Satu dalam Pencarian

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X