Polisi Tangani 7 Kasus Karhutla di Kalbar, 8 Orang Ditetapkan Tersangka

Kompas.com - 02/03/2021, 14:04 WIB
Petugas pemadam kebakaran bersama aparat terkiat berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah lahan di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (28/2/2021). KOMPAS.COM/HENDRA CIPTAPetugas pemadam kebakaran bersama aparat terkiat berjibaku memadamkan api yang membakar sejumlah lahan di Jalan Sepakat II, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar), Minggu (28/2/2021).

PONTIANAK, KOMPAS.com – Kepala Bidang Humas Kepolisian Daerah Kalimantan Barat (Kalbar) Kombes Pol Donny Charles Go mengatakan, sampai dengan saat ini, pihaknya telah menangani sebanyak 7 kasus dan menetapkan 8 orang tersangka terkait  kebakaran hutan dan lahan (karhutla)

“Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi akhir-akhir ini di Kalbar, membuat aparat kepolisian bergerak cepat. Setidaknya Polda Kalbar menangani 7 kasus dan mengamankan 8 orang yang diduga terlibat dalam pembakaran lahan,” kata Donny dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).

Donny menjelaskan, sebanyak 7 kasus tersebut, masing-masing ditangani Polres Mempawah 3 kasus, Polresta Pontianak 1 kasus, Polres Kabupaten Kayong utara 1 kasus dan Polres Ketapang sebanyak 1 kasus dan Ditreskrimsus Polda Kalbar 1 kasus.

Baca juga: Soal Karhutla di Kalbar, Gubernur: Perusahaan yang Membakar Lahan secara Luas

Donny menjelaskan, luas lahan yang terbakar akibat ulah 8 tersangka, itu mulai dari 3 hektare hingga 14 hektare.

“Kasusnya terhitung sejak bulan Januari hingga Februari 2021. Kita tangkap 8 terkait kebakaran lahan dari 7 laporan polisi," ujar Donny.

Baca juga: Terdampak Karhutla, Kualitas Udara di Kota Pontianak Jadi Tidak Sehat

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Donny melanjutkan, terkiat dengan kebakaran di lahan korporasi, saat ini Tim Ditreskrimsus Polda Kalbar sedang lakukan penyelidikan di lokasi kebakaran. Menurut dia, ada sejumlah titik panas pantauan satelit berada di wilayah konsesi perusahaan

"Sampai dengan saat ini tim terus berupaya melakukan penyelidikan lebih lanjut. Perkembangannya akan kami infokan kemudian,” tutup Donny. 



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

KKB Bunuh dan Lecehkan Nakes, Ini Respons Gubernur Papua

KKB Bunuh dan Lecehkan Nakes, Ini Respons Gubernur Papua

Regional
Pakai Topeng, 2 Pelaku Sempat Sapa Siswa Sebelum Rusak Sekolah di Kupang, Ini Kronologinya

Pakai Topeng, 2 Pelaku Sempat Sapa Siswa Sebelum Rusak Sekolah di Kupang, Ini Kronologinya

Regional
Awas, Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Awas, Orang Terdekat Bisa Jadi Pelaku Kekerasan Seksual Anak

Regional
Sedang 'Touring' Menuju Bali, Moge Pengendara Ini Terbakar di Jalur Wisata Bromo

Sedang "Touring" Menuju Bali, Moge Pengendara Ini Terbakar di Jalur Wisata Bromo

Regional
BMKG: Gelombang Ekstrem Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Sukabumi hingga Yogyakarta

BMKG: Gelombang Ekstrem Setinggi 6 Meter Ancam Perairan Sukabumi hingga Yogyakarta

Regional
Kantornya Dilempar Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tak Takut

Kantornya Dilempar Molotov, LBH Yogyakarta: Kami Tak Takut

Regional
Teringat Adegan Film Luar Negeri Saat Kunjungi Desa Nglobo di Blora, Mendes PDTT: Itu Texas-nya Indonesia

Teringat Adegan Film Luar Negeri Saat Kunjungi Desa Nglobo di Blora, Mendes PDTT: Itu Texas-nya Indonesia

Regional
Suroto Minta Maaf, Jokowi Berterimakasih

Suroto Minta Maaf, Jokowi Berterimakasih

Regional
Sering Merecoki Pedagang Saat PPKM, Wali Kota Salatiga: Saya Minta Maaf 'Ngoprak-oprak' Menyuruh Pulang

Sering Merecoki Pedagang Saat PPKM, Wali Kota Salatiga: Saya Minta Maaf 'Ngoprak-oprak' Menyuruh Pulang

Regional
Detik-detik TNI Gadungan Ditangkap, Bentak Tentara, Brevet Salah Tempat dan Bingung soal NRP Prajurit

Detik-detik TNI Gadungan Ditangkap, Bentak Tentara, Brevet Salah Tempat dan Bingung soal NRP Prajurit

Regional
Kronologi Diamankannya Tentara Gadungan oleh Anggota TNI, Berawal dari Curiga

Kronologi Diamankannya Tentara Gadungan oleh Anggota TNI, Berawal dari Curiga

Regional
Digeruduk Emak-emak Usai Bertemu Jokowi di Istana, Suroto: Sabar, Janji Presiden Akan Datang Minggu Ini

Digeruduk Emak-emak Usai Bertemu Jokowi di Istana, Suroto: Sabar, Janji Presiden Akan Datang Minggu Ini

Regional
Polisi Temukan Pecahan Botol, Diduga dari Molotov yang Dilempar ke Kantor LBH Yogyakarta

Polisi Temukan Pecahan Botol, Diduga dari Molotov yang Dilempar ke Kantor LBH Yogyakarta

Regional
Ini Sosok Ali Kalora Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Tewas dalam Kontak Senjata, Kerap Menyamar Jadi Warga Lokal

Ini Sosok Ali Kalora Pemimpin Kelompok Teroris Poso yang Tewas dalam Kontak Senjata, Kerap Menyamar Jadi Warga Lokal

Regional
Honor 8 Bulan Tak Kunjung Dibayar, Petugas Vaksinator di Pulau Buru Mogok Kerja

Honor 8 Bulan Tak Kunjung Dibayar, Petugas Vaksinator di Pulau Buru Mogok Kerja

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.