Setahun Pandemi, Kasus Covid-19 di Kabupaten Bogor Diklaim Turun, Bupati Ade Yasin Beri Penghargaan ke Kades

Kompas.com - 02/03/2021, 13:57 WIB
Sejumlah petugas sedang memeriksa surat rapid antigen sebagai syarat untuk ke Puncak Bogor di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021) KOMPAS.com/AFDHALUL IKHSANSejumlah petugas sedang memeriksa surat rapid antigen sebagai syarat untuk ke Puncak Bogor di Simpang Gadog, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Jumat (12/2/2021)

KABUPATEN BOGOR, KOMPAS.com - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro di Kabupaten Bogor, Jawa Barat, dinilai berhasil menurunkan angka penyebaran Covid-19.

Karena itu, Bupati Bogor Ade Yasin memberikan apresiasi dan penghargaan terhadap Kepala Desa, Lurah, Bintara Pembina Desa (Babinsa), Bhayangkara Pembina Ketertiban dan Keamanan Masyarakat (Bhabinkamtibmas), RT dan RW.

Menurut Ade, upaya penanganan Covid-19 telah maksimal dijalankan oleh petugas selama PPKM Berbasis Mikro periode 9-22 Februari 2021 di Kabupaten Bogor.

"Ada 200 orang di setiap wilayah penerima penghargaan berupa Piagam saja, karena kitakan enggak ada anggaran untuk itu. Ya supaya mereka semangat jadi kita berikan apresiasi. Kan mereka bekerja dengan keras (mencegah kerumunan) ya minimal ada penghargaan dari kamilah," kata Ade di Cibinong.

Baca juga: Bupati Bogor Bubarkan Perayaan Ultah Wali Kota Bekasi di Puncak Bogor, Tidak Kenakan Sanksi

Ade mengatakan, bagi wilayah teladan yang mendapatkan penghargaan tersebut agar dipertahankan sebagai zona hijau atau zona aman Covid-19.

Sedangkan bagi wilayah yang kasus Covid-19-nya belum melandai supaya terus ditingkatkan pencegahan, penanganan, pembinaan, dan pendukung pengawasan di tingkat kelurahan.

"Pertahankan wilayah zona hijau,"  ujar Ade dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/3/2021).

Ade mengklaim, dari hasil evaluasi PPKM Berbasis Mikro tersebut telah memberikan dampak signifikan terhadap penurunan angka kasus konfirmasi positif baru maupun penyebaran Covid-19 di Kabupaten Bogor.

Baca juga: Ramai soal Rombongan Moge Lolos Pemeriksaan Rapid Antigen, Ini Kata Polisi dan Bupati Bogor

Menurut dia, belakangan ini pertambahan kasus konfirmasi positif mulai menurun yaitu sebanyak 1.214 kasus dengan rata-rata pertambahan kasus harian sebanyak 87 kasus per hari.

Pada periode 18 penerapan PPKM ini, pertambahan kasus konfirmasi meninggal hanya 0.14 kasus per hari.

Sedangkan jumlah kasus konfirmasi sembuh bertambah sebanyak 1.226 kasus atau sebanyak 87,57 kasus per hari.

“Angka kematian kasus konfirmasi relatif rendah pertambahannya dan sebaliknya jumlah pertumbuhan kasus konfirmasi sembuh terus meningkat. Jika dibandingkan periode sebelumnya, rata-rata pertumbuhan kasus konfirmasi meninggal menurun dari angka 0,5 kasus perhari begitu juga dengan pertumbuhan kasus konfirmasi sembuh yang meningkat dari angka 74,93 kasus per hari,” ungkapnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Kota Blitar Andalkan Posko PPKM Mikro Hadapi Kemungkinan Mudik Dini

Regional
Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Kronologi Seorang Pria Tewas Dibacok, Berawal Unggah Video Tiktok dengan Istri Orang

Regional
Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Cerita Lengkap Ayah Ancam Bunuh Anak di Medan, Bermula dari Tidak Ada Air...

Regional
Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Baru 2 Hari Usai Melahirkan, Ibu dan Bayi di Tegal Tertular Covid-19, Ini Dugaan Penyebabnya

Regional
Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Dijenguk Banyak Orang di Rumah, Bayi Baru Lahir Positif Covid-19, Demam Tinggi dan Sesak Napas

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Sempat Jadi Misteri, Akhirnya Terungkap Penyebab 52 Paus Mati Terdampar di Pantai Madura

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Banda Aceh Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Survei SSC: Risma Jadi Ancaman Khofifah di Pilkada Jatim 2024

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Padang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Tanjungpinang Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Pekanbaru Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 13 April 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Medan Hari Ini, 13 April 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Medan Hari Ini, 13 April 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X