Danrem Sebut Pemuda yang Dianiaya Oknum TNI Sedang Mabuk, lalu Menggeber Motornya

Kompas.com - 02/03/2021, 13:19 WIB

AMBON, KOMPAS.com - Komandan Korem 151 Binaya Kodam XVI Pattimura Brigjen TNI Arnold AP Ritiauw menjelaskan penyebab kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan oknum anggota TNI terhadap seorang pemuda, Devian Basry, di Tepa, Kepulauan Babar, Maluku Barat Daya.

Arnold mengatakan, Devian yang baru tiba di Tepa itu bekerja sebagai debt collector. Saat kejadian itu, Devian dalam kondisi mabuk.

"Anak ini (Devian) dia debt collector, kita dapat informasi saat itu dia sedang mabuk, " kata Arnold kepada Kompas.com via telepon seluler, Selasa (2/3/2021).

Sebelum melintas di depan masjid yang dijadikan lokasi sosialisasi pencegahan Covid-19, Devian sempat meminum minuman beralkohol bersama sejumlah temannya.

Baca juga: Seorang Pria Diduga Gangguan Jiwa Bakar Sebuah Rumah, 4 Orang Tewas Terpanggang

"Ada warga yang melihat Devian bersama teman-temannya mabuk, lalu membunyikan motor sangat besar, nama-nama yang melihat ada jadi tidak salah orang, tepat sasaran," jelasnya.

Meski begitu, Arnold berjanji akan memproses kasus dugaan penganiayaan yang dilakukan Sertu T.

Ia akan memberikan hukuman setimpal kepada oknum TNI itu.

Di sisi lain, ia juga meminta warga mematuhi aturan yang berlaku demi ketertiban masyarakat.

"Masyarakat juga harus patuh harus taat pada aturan, itu dia saat bawa motor juga tidak pakai helm terus tinggikan gas motornya kan menggunggu dan orang bisa tersinggung," ungkapnya.

 

Sementara itu, kakak kandung korban, James Basry mengatakan, meski adiknya bersalah, pemukulan itu dinilai tak pantas dilakukan.

Ia pun meminta pelaku penganiayaan dihukum sesuai ketentuan yang berlalu.

"Kalau pun adik saya salah jangan sampai dipukuli seperti itu, jadi kita minta pelaku dapat dihukum," ujarnya.

Baca juga: Kronologi Seorang Pemuda Babak Belur Dianiaya Oknum TNI gara-gara Suara Klakson

Sebelumnya, Devian Basry warga Desa Tepa, Kabupaten Pulau Babar dianiaya seorang oknum TNI AD di Tepa hingga babak belur, Jumat (26/2/2021).

Akibat penganiayaan itu korban menderita luka lebam di bagian wajah dan tubuhnya. Kedua mata korban juga sulit dibuka karena mengalami pembengkakan.

Korban kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh keluarganya untuk mendapatkan pertolongan medis.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Cerita Silva Paranggai, Guru Honorer Lulusan S2 yang Rela Mengajar di Pedalaman Toraja Utara

Regional
Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Kibarkan Merah Putih di Teluk Waienga NTT, Nelayan Ajak Warga Jaga Terumbu Karang

Regional
Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Dibacok Menantu yang Diduga Mabuk, Pria di Alor Dilarikan ke Rumah Sakit

Regional
Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Kabur Selama 8 Jam Usai Menombak Istrinya hingga Luka Parah, Pria di NTT Ditangkap

Regional
1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

1.804 Tahanan di Balikpapan Diusulkan Dapat Remisi Kemerdekaan

Regional
Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Lomba Cerdas Cermat Unik di Perbatasan Timor Leste untuk Rayakan HUT Kemerdekaan RI, Pesertanya Para Kepala Dusun

Regional
Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Terpilih Jadi Paskibraka Nasional, Divani Akhirnya Wujudkan Mimpinya Sejak Kecil, Ibu: Bangga Sekali, Terharu

Regional
7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

7 Prasasti Sumber Sejarah Kerajaan Kutai

Regional
Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Ajudan Presiden Pakai Kerawang Gayo saat Pidato RAPBN 2023, Budayawan: Jokowi Ingat Kampung Halaman yang Kedua

Regional
Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Kecelakaan di Tol Bekasi-Bandara Soekarno Hatta, Bendahara PMI Sulteng Meninggal Dunia

Regional
Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Terduga Kurir Narkoba Ditemukan Tewas di Laut, Polda Riau: Melompat ke Laut Saat Diamankan, Tenggelam

Regional
39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

39 SD Negeri Bakal Digabungkan, Ketua DPRD Purworejo Khawatir Jumlah Anak Putus Sekolah Bertambah

Regional
Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Kawanan Gajah Liar Rusak Kebun Petani di 3 Desa Padang Tiji

Regional
Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Detik-detik Sopir Truk Kontainer Tewas setelah Tertimpa Peti Kemas di Surabaya

Regional
Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Berani Panjat Tiang untuk Perbaiki Tali Bendera yang Macet, Bocah SD di Salatiga : Sudah Biasa Naik Pohon Kelapa

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.