Setahun Pandemi Covid-19 di Indonesia, Mereka yang Menjaga Asa dengan Inovasi

Kompas.com - 02/03/2021, 10:03 WIB
Sandi (39), perintis dan pemilik usaha kurir sepeda @orangbaikmassenger di Kota Tasikmalaya, mampu bertahan saat Pandemi Corona dengan keunggulan bebas polusi dan packaging unik bagi tiap pelanggannya, Kamis (5/11/2020). KOMPAS.COM/IRWAN NUGRAHASandi (39), perintis dan pemilik usaha kurir sepeda @orangbaikmassenger di Kota Tasikmalaya, mampu bertahan saat Pandemi Corona dengan keunggulan bebas polusi dan packaging unik bagi tiap pelanggannya, Kamis (5/11/2020).

KOMPAS.com - Pandemi Covid-19 yang telah genap setahun merebak di Indonesia memang berdampak ke berbagai sektor.

Namun, di satu sisi, pandemi ini juga memunculkan orang-orang yang berinovasi demi mendapat sesuap nasi.

Rubiyanto dan Sendi Hendrayana adalah dua contohnya.

Dari terobosan yang dilakukan, mereka dapat menjaga asa di tengah kecamuk virus corona. Berikut kisah mereka.

Baca juga: Setahun Corona di Indonesia, Ini Sederet Tradisi yang Harus “Mengalah” terhadap Pandemi

Potong rambut door to door

Ucup melayani jasa potong rambut panggilan di masa pandemi.KOMPAS.com/DIAN ADE PERMANA Ucup melayani jasa potong rambut panggilan di masa pandemi.

Semenjak pandemi melanda, usaha potong rambut yang digeluti Rubiyanto alias Ucup sepi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Barberchups, kios potong rambutnya yang berada di RT 14/RW 05 Ngentak Kelurahan Kutowinangun Kecamatan Tingkir, Salatiga, Jawa Tengah, jarang disinggahi pelanggan.

Ia lalu memutar otak.

"Sejak pandemi Covid-19 saya melayani jasa potong rambut panggilan ke rumah. Makanya sedari tadi promosi di Whatsapp dan di Facebook," tuturnya, dikutip dari pemberitaan Kompas.com, Kamis (3/12/2020).

Keputusan Ucup untuk jemput bola itu ternyata disambut positif pelanggannya.

Baca juga: Bertahan di Masa Pandemi, Ucup Layani Potong Rambut Door to Door

Per hari, dia rata-rata bisa melayani 10 pelanggan. Mereka berasal dari Kota Salatiga maupun Kabupaten Semarang.

Ucup mengaku tidak mematok tarif dalam mengerjakan usaha jasanya itu.

“Soal tarif saya tidak pernah mematok harga, bayar terserah saja. Ditambahi biaya bensin ya alhamdulillah, tidak juga tidak masalah. Rata-rata memberi Rp 10.000 hingga Rp 20.000," ungkapnya.

Ketika mencukur di rumah pelanggannya, Ucup mengatakan selalu mematuhi protokol kesehatan, seperti memakai masker dan mencuci tangan sebelum dan sesudah memotong rambut.

“Pelanggan juga merasa lebih aman potong di rumah karena tidak perlu keluar dan interaksi dengan banyak orang," sebutnya.

Baca juga: Presiden Jokowi Naik KRL dari Yogyakarta ke Klaten, Ini Kesannya

Halaman Selanjutnya
Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Satu Keluarga Ditangkap karena Bisnis Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Perawat

Satu Keluarga Ditangkap karena Bisnis Narkoba, 1 di Antaranya Oknum Perawat

Regional
64 Siswa MAN Insan Cedekia Gorontalo Positif Covid-19

64 Siswa MAN Insan Cedekia Gorontalo Positif Covid-19

Regional
Daerah-daerah di Jateng Ini Miliki BOR di Atas 90 Persen, Mana Saja?

Daerah-daerah di Jateng Ini Miliki BOR di Atas 90 Persen, Mana Saja?

Regional
Gibran Geram dengan Ulah Anak Sekolah yang Rusak Makam: Ini Sudah Kurang Ajar Sekali

Gibran Geram dengan Ulah Anak Sekolah yang Rusak Makam: Ini Sudah Kurang Ajar Sekali

Regional
Antisipasi Gangguan Program PPDB, Wali Kota Makassar Perbaiki Server dan Atur Sistem

Antisipasi Gangguan Program PPDB, Wali Kota Makassar Perbaiki Server dan Atur Sistem

Regional
Eri Cahyadi Temui Khofifah Setelah Dengar Aspirasi Warga yang Tolak Penyekatan Suramadu

Eri Cahyadi Temui Khofifah Setelah Dengar Aspirasi Warga yang Tolak Penyekatan Suramadu

Regional
Disnaker Selidik Kasus 5 Pekerja Tewas Akibat Tangki Meledak di Dumai

Disnaker Selidik Kasus 5 Pekerja Tewas Akibat Tangki Meledak di Dumai

Regional
Ditemukan Virus Corona Varian Delta, Warga Karawang Diminta Waspada

Ditemukan Virus Corona Varian Delta, Warga Karawang Diminta Waspada

Regional
Sembuh, 36 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dipulangkan

Sembuh, 36 Pasien Covid-19 dari Klaster Hajatan di Madiun Dipulangkan

Regional
Kronologi Kabag Ops Brimob Polda Riau Pukul Petugas Jaga

Kronologi Kabag Ops Brimob Polda Riau Pukul Petugas Jaga

Regional
Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Polda Koordinasi dengan TNI

Kasus Penembakan Wartawan di Simalungun, Polda Koordinasi dengan TNI

Regional
Seluruh DPC PDI-Perjuangan Jatim Sepakat Ajukan Puan sebagai Capres di Pilpres 2024

Seluruh DPC PDI-Perjuangan Jatim Sepakat Ajukan Puan sebagai Capres di Pilpres 2024

Regional
Gubernur Banten Pertimbangkan Karantina Wilayah

Gubernur Banten Pertimbangkan Karantina Wilayah

Regional
30 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Dinsosnakertrans Yogyakarta Ditutup Sementara

30 Pegawai Positif Covid-19, Kantor Dinsosnakertrans Yogyakarta Ditutup Sementara

Regional
Beredar Kabar BOR RS di Purwokerto Tembus 98 Persen, Bupati: Tidak Betul, Itu Ngawur

Beredar Kabar BOR RS di Purwokerto Tembus 98 Persen, Bupati: Tidak Betul, Itu Ngawur

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X