Seret Nama Rizieq Shihab hingga Rhoma Irama, Ini Kasus-kasus Hukum yang Terjadi Selama Setahun Pandemi Covid-19

Kompas.com - 02/03/2021, 06:00 WIB
Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat. AFP/ADITYA SAPUTRAPemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat.

KOMPAS.com- Sejak pasien Covid-19 pertama muncul pada awal Maret 2020, terhitung telah satu tahun pandemi Covid-19 terjadi di Indonesia.

Sederet kasus hukum terjadi di Tanah Air selama pandemi, di antaranya berhubungan dengan kerumunan massa.

Kasus-kasus yang terjadi menyeret nama sejumlah tokoh publik, seperti pimpinan FPI Rizieq Shihab, drummer SID Jerinx hingga penyanyi dangdut Rhoma Irama.

Berikut sederet kasus yang menjadi sorotan publik selama setahun pandemi:

Baca juga: Fakta Baru Kasus Kerumunan Rizieq Shihab di Megamendung, Ridwan Kamil Minta Mahfud MD Ikut Tanggung Jawab

1. Kepulangan Rizieq Shihab berujung kasus hukum

Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat.ANTARA FOTO/ARIF FIRMANSYAH Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab menyapa simpatisannya saat tiba di daerah Puncak, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/11/2020). Dalam kunjungan tersebut, Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri acara peresmian pembangunan Masjid Raya di Markaz Syariah Pesantren Alam Agrokultural sekaligus mengisi ceramah shalat Jumat.
Kepulangan pimpinan ormas Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab dari Arab Saudi ke Indonesia, Selasa (10/11/2020) berujung pada kasus hukum.

Riziq terjerat beberapa kasus sekaligus, pertama ialah kerumunan di Petamburan, Jakarta Pusat dalam rangkaian acara pernikahan anaknya.

Kemudian, terkait kerumunan di pondok pesantren di Megamendung, Bogor, Jawa Barat.

Tak hanya itu, ia juga ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus RS Ummi Bogor karena dinilai menghalang-halangi upaya Satgas Covid-19 melakukan tes usap pada Rizieq yang dirawat di sana.

Dalam perkara pelanggaran protokol kesehatan di Petamburan, Rizieq disangkakan dengan Pasal 160 KUHP dan/atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP dan Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Kemudian, dalam perkara yang terjadi di RS Ummi Bogor, Rizieq Shihab disangka melanggar Pasal 14 dan/atau Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan atau Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 216 KUHP jo Pasal 55 KUHP dan atau Pasal 56 KUHP.

Selanjutnya, dalam perkara di Pondok Pesantren di Megamendung, Rizieq disangka melanggar Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) UU Nomor 4 Tahun 1984 Tentang Wabah Penyakit Menular dan/atau Pasal 93 UU Nomor 6 Tahun 2018 tentang Kekarantinaan Kesehatan dan/atau Pasal 216 KUHP.

Pihak Rizieq sempat mengajukan praperadilan. Namun dalam sidang, hakim memutuskan menolak gugatan praperadilan yang diajukan Rizieq.

Tiga berkas berkas perkara telah dilimpahkan oleh polisi. MA pun menunjuk Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Timur untuk memeriksa dan memutus perkara tersebut.

Baca juga: Pihak Kepolisian Tak Hadir, Sidang Praperadilan Rizieq Shihab Kembali Ditunda

2. Lepas rindu Rhoma Irama dengan sahabat lama, ratusan orang rapid test massal

Aksi pedangdut Rhoma Irama yang menyanyikan lagu di atas panggung acara khitanan di Desa Cibunian, Pamijahan, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, menjadi sorotan publik.

Pemangku hajat ialah Abah Surya Atmaja, sahabat lama Rhoma Irama.

Pemkab Bogor lalu turun tangan dan akhirnya bersepakat dengan pihak Rhoma Irama dan penyelenggara bahwa tidak ada konser.

"Tim sudah ke sana (kirim surat) dan mereka berkomitmen tidak akan melaksanakan, termasuk statement dari Rhoma Irama, jadi kita percaya itu," kata Bupati Bogor Ade Yasin kepada wartawan di Cibinong, Kabupaten Bogor, Senin (29/6/2020).

Baca juga: Rhoma Irama Boleh Mengatakan Apa Saja, tapi Proses Hukum Berjalan Terus

Namun pada kenyataannya, Rhoma Irama tetap menyanyi dalam acara itu.

Ade menilai kemunculan Rhoma yang menyanyi telah melanggar komitmen, sebab kehadiran Rhoma sudah menciptakan kerumunan massa.

"Apalagi orang Bogor Barat fansnya, jadi ketika tampil, apalagi menyanyikan lebih dari satu lagu, itu namanya show juga. Ditambah lagi ada Rita Sugiarto ada penyanyi lain, itu kan sama saja dalam show, ya kami kecewa dengan tidak komitmennya dia, baik penyelenggara juga," kata Ade.

Tak hanya itu, sekitar 500 orang warga yang hadir dalam acara itu harus mengikuti rapid test dan tes swab massal.

"Iya betul (jumlah hasil tracing), untuk pelaksanaannya hari Selasa kita sudah menyiapkan 500 tes," tutur Kepala Dinas Kesehatan Bogor Mike Kaltarina.

Baca juga: Lepas Rindu Rhoma Irama dengan Sahabat Lama, Berujung Tes Massal Corona...

Anak pertama Surya Atmaja yang bernama Hadi Pranoto mengemukakan, Rhoma Irama dan sang ayah adalah sahabat lama.

Keduanya sama-sama mendirikan Soneta Grup. Pada hari itu, tutur Hadi, sang ayah mengundang Rhoma untuk hadir dan memberikan tausiyah sebagai tamu undangan.

Namun kemudian, Surya meminta Rhoma menyanyikan lagu kenangan pelepas rindu, sekaligus menghibur warga Pamijahan yang datang.

"Jadi Rhoma Irama dan abah adalah sahabat yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain, karena keduanya besar bersama-sama dan soneta pun didirikan oleh abah. Selain pendiri abah juga sebagai pencipta lagu juga masa itu," kata Hadi.

Namun ketika bernyanyi, ratusan warga berkerumun seolah tak menghiraukan pandemi. "Masyarakat Pamijahan senang dan kembali merasakan betapa rindunya mereka bisa melihat seorang bintang nasional yang datang ke sini," imbuh dia.

Baca juga: Curahan Hati Rhoma Irama soal Ridho Rhoma Dua Kali Terjerat Narkoba

3. Wakil Ketua DPRD Tegal malah gelar konser dangdut di tengah pandemi, jadi tersangka hingga Kapolsek dicopot

Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah landemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam.KOMPAS.com/Tresno Setiadi Warga berimpitan menyaksikan pentas dangdutan di tengah landemi yang digelar salah satu pejabat di Lapangan Tegal Selatan Kota Tegal, Rabu (23/9/2020) malam.
Konser dangdut Rabu (23/9/2020) di Tegal dihadiri oleh ribuan massa saat pandemi Covid-19.

Ternyata, penyelenggaranya ialah Wakil Ketua DPRD Tegal Wasmad Edi Susilo.

Ia menggelar hajatan pernikahan dan khitanan anggota keluarganya.

Izin yang diajukan Wasmad ke pihak kepolisian tidak sesuai dengan fakta di lapangan.

Wasmad justru menggelar konser dangdut besar dengan ribuan penonton yang tak memedulikan protokol kesehatan.

Baca juga: Gelar Konser Dangdut di Tengah Pandemi, Wakil Ketua DPRD Tegal Divonis Hukuman Percobaan

Meski polisi telah mencabut izin dan menegur penyelenggara, namun konser dangdut tetap berlangsung hingga malam.

Tetapi ketika itu, polisi tak berani membubarkan dengan alasan kurangnya personel.

Imbasnya, Kapolsek Tegal Selatan Joeharno telah dinonaktifkan dari jabatannya.

Ia dianggap membiarkan penyelenggaraan konser dangdut digelar di tengah pandemi Covid-19.

"Kapolsek sudah diserahterimakan dan kapolseknya diperiksa oleh Propam," tutur Kepala Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangan tertulis, Sabtu (26/9/2020).

Baca juga: Divonis Hukuman Percobaan, Wakil Ketua DPRD Tegal: Sudah Keputusan Terbaik

Usai serangkaian pemeriksaan, polisi menetapkan Wakil Ketua DPRD Tegal sebagai tersangka.

Ia dianggap melanggar hukum lantaran menggelar pesta hajatan dengan dangdutan di tengah pandemi dan dijerat UU Kekarantinaan Kesehatan.

"Setelah melakukan serangkaian pemeriksaan, kita melakukan penetapan tersangka kepada terlapor atas nama WES," kata Kapolres Tegal Kota AKBP Rita Wulandari Wibowo.

Ketua majelis hakim Pengadilan Negeri Tegal Toetik Ernawati, menyatakan Wasmad terbukti secara sah dan meyakinkan melakukan tindak pidana kekarantinaan kesehatan.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 6 bulan dengan denda Rp 50 juta dengan ketentuan denda tidak dibayar maka diganti pidana kurungan tiga bulan," kata Toetik didampingi hakim anggota Paluko Hutagalung dan Fatarony.

Toetik pun menyatakan, Wasmad tidak perlu menjalani penjara asalkan tidak kembali tersandung kasus hukum dalam kurun waktu 1 tahun percobaan.

r Dangdut Hajatan Wakil Ketua DPRD Tegal, Ilegal dan Polisi Tak Berani Bubarkan

5. Bermula unggahan sebut IDI kacung WHO, Jerinx dipenjara

Unggahan Instagram drummer grup Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx berujung pada persoalan hukum.

Dalam akun Instagramnya yang diunggah 13 Juni 2020, Jerinx menyebut IDI sebagai kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19.

Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tes-nya bikin stres dan memyebabkan kematian pada bayi/ibunya, siapa yang tanggung jawab," tulis Jerinx, di akun Instagramnya.

Baca juga: Tak Terima Jerinx Dipenjara 10 Bulan, Jaksa Ajukan Kasasi

Tak terima dengan unggahan tersebut, IDI Bali melaporkan Jerinx ke Polda Bali pada 16 Juni 2020.

Polisi lalu menetapkan Jerinx sebagai tersangka.Dia pun dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Jerinx menjelaskan jika unggahannya itu tak bermaksud menebar kebencian.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi saya tak punya kebencian dan niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan IDI. Jadi, ini 100 persen sebuah kritikan," kata dia.

Majelis Hakim yang diketuai Ida Ayu Adnya Dewi menyatakan Jerinx bersalah.

Jerinx divonis hukuman satu tahun dua bulan penjara dan denda Rp 10 juta.

Baca juga: Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

"Mengadili, satu menyatakan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas antargolongan sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum," kata hakim, di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020).

"Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dua bulan dan pidana denda Rp 10 juta dengan ketentuan apabila denda tak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," lanjutnya.

Vonis yang diputuskan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum, yakni tiga tahun penjara.

Pihak Jerinx kemudian mengajukan banding.

Pada putusan tingkat pertama, Jerinx divonis satu tahun dua bulan penjara. Berdasarkan hasil banding, hukuman Jerinx menjadi 10 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

"Hasilnya sudah diterima pengadilan, amarnya tetap bersalah dan pidananya menjadi 10 bulan," kata Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Tanggapan Pengacara Jerinx dan Kejaksaan soal Putusan Vonis Banding

3. Kasus kerumunan fans artis TikTok, manajer hingga pegawai restoran jadi tersangka

salah satu tangkapan layar yang menunjukkan adanya kerumunan dalam jumpa fans artis tik tok asal Solo, Viensboys di salah satu restoran di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/1/2021)Tangkapan layar video salah satu tangkapan layar yang menunjukkan adanya kerumunan dalam jumpa fans artis tik tok asal Solo, Viensboys di salah satu restoran di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/1/2021)
Acara kerumunan fan artik TikTok Viens Boys pada Minggu (24/1/2021) berbuntut persoalan hukum.

Kasus bermula saat video acara jumpa fan itu viral di media sosial (medsos).

Tampak dalam video, para penggemar yang kebanyakan remaja perempuan itu tidak menjaga jarak saat menyaksikan idolanya.

Diketahui peristiwa terjadi di sebuah restoran di Madiun.

Sangat disayangkan lantaran pemerintah sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketika acara tersebut berlangsung.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana mengatakan telah memeriksa artis TikTok Viens Boys pada Senin (25/1/2021).

Baca juga: Perjalanan Kasus Kerumunan Fan Artis TikTok Viens Boys, Video Viral hingga 2 Pegawai Restoran dan Manajer Jadi Tersangka

"Kami sudah periksa artis dan manajemen artisnya," kata Fatah saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Manajemen dari restoran tempat penyelenggaraan jumpa fan itu juga diperiksa polisi.

Manajer Viens Boys Liony Mayestica meminta maaf telah menimbulkan kegaduhan.

"Kami ingin meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Pemerintahan Kota Madiun dan segenap jajarannya, khususnya Bapak Wali Kota - Bapak H Maidi dan Ibu Wakil Wali Kota - Ibu Indaraya yang dibuat repot atas kehebohan yang terjadi pada hari Minggu, 24 Januari yang lalu," kata Liony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

"Kami datang ke Kota Madiun, bertemu dengan manajemen kami, melakukan meeting internal seputar jadwal dan kegiatan Viens Boys, lalu merujuk ke janjian selanjutnya adalah makan siang bersama teman-teman foodies Madiun di suatu resto di Madiun," sambung dia.

Baca juga: Diduga Menginisiasi Kerumunan, 2 Pegawai Restoran Jadi Tersangka Kasus Jumpa Fan Artis TikTok ViensBoys

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Fatah Meliana akhirnya menetapkan tiga orang menjadi tersangka.

Tiga orang tersebut adalah dua pegawai restoran I Club berinisial BI dan RMA, serta satu orang manajer Viens Boys berinisial LM. Mereka dianggap sebagai inisiator.

Polisi menemukan alat bukti yang meyakinkan untuk menetapkan ketiganya menjadi tersangka.

“Dari penyidikan yang kami lakukan, Polres Madiun Kota telah menetapkan tiga tersangka yakni BI, RMA, dan LM,” kata Fatah saat dikonfirmasi, Selasa (9/2/2021).

Sumber: Kompas.com (Penulis :Afdhalul Ikhsan, Imam Rosidin, Muhlis Al Alawi | Editor : Dheri Agriesta, Aprilia Ika, Farid Assifa, Khairina, Dony Aprian, Teuku Muhammad Valdy Arief, Abba Gabrilin, David Oliver Purba, Robertus Belarminus)



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diguyur Hujan Deras, 14 Desa di Berau Kaltim Terendam Banjir hingga 2 Meter

Diguyur Hujan Deras, 14 Desa di Berau Kaltim Terendam Banjir hingga 2 Meter

Regional
Terbangkan Balon Udara Saat Lebaran hingga Timpa Rumah Warga, 17 Pemuda Ditangkap Polisi

Terbangkan Balon Udara Saat Lebaran hingga Timpa Rumah Warga, 17 Pemuda Ditangkap Polisi

Regional
Terjangkit DBD, 8 Anak Dirawat Intensif di RSUD Brebes

Terjangkit DBD, 8 Anak Dirawat Intensif di RSUD Brebes

Regional
Majikan yang Paksa ART Makan Kotoran Kucing Langsung Ditahan Usai Diperiksa

Majikan yang Paksa ART Makan Kotoran Kucing Langsung Ditahan Usai Diperiksa

Regional
Praka Rafles Tertembak di Sekitar Markas KKB Lekagak Telenggen, Kapolda Papua: Jangan Terpancing

Praka Rafles Tertembak di Sekitar Markas KKB Lekagak Telenggen, Kapolda Papua: Jangan Terpancing

Regional
Bupati Banyuwangi Gusar Terima Komplain Pelayanan Tak Ramah hingga Ruangan Bau Asap Rokok

Bupati Banyuwangi Gusar Terima Komplain Pelayanan Tak Ramah hingga Ruangan Bau Asap Rokok

Regional
Dukung Palestina, Sekjen PAN: Indonesia Harus Embargo Produk Israel

Dukung Palestina, Sekjen PAN: Indonesia Harus Embargo Produk Israel

Regional
Antisipasi Keramaian Perayaan Syawalan, Ganjar Minta Seluruh Kepala Daerah Siaga

Antisipasi Keramaian Perayaan Syawalan, Ganjar Minta Seluruh Kepala Daerah Siaga

Regional
Bocah Berusia 10 Tahun Diculik lalu Ditukar Tabung Gas

Bocah Berusia 10 Tahun Diculik lalu Ditukar Tabung Gas

Regional
Khawatir Terinfeksi Corona Saat Sekat Pemudik, Ratusan Polisi Dites Swab

Khawatir Terinfeksi Corona Saat Sekat Pemudik, Ratusan Polisi Dites Swab

Regional
Insentif Nakes yang Tangani Covid-19 di Wonogiri Dibayar Penuh Awal Juni 2021

Insentif Nakes yang Tangani Covid-19 di Wonogiri Dibayar Penuh Awal Juni 2021

Regional
Jasad Laki-laki dengan Kondisi Tak Utuh Ditemukan di Tepi Sungai Asemrowo Surabaya, Diperkirakan Sudah 6 Hari

Jasad Laki-laki dengan Kondisi Tak Utuh Ditemukan di Tepi Sungai Asemrowo Surabaya, Diperkirakan Sudah 6 Hari

Regional
Tahanan Meninggal dan Test Antigennya Positif Covid-19, 42 Petugas di Kantor Polisi Jalani Tes Swab

Tahanan Meninggal dan Test Antigennya Positif Covid-19, 42 Petugas di Kantor Polisi Jalani Tes Swab

Regional
Fakta Baru 5 Tahanan BNN Sumut Kabur, 2 Otak Pelaku Ancam Bunuh yang Lain jika Tak Ikut

Fakta Baru 5 Tahanan BNN Sumut Kabur, 2 Otak Pelaku Ancam Bunuh yang Lain jika Tak Ikut

Regional
Sudah 16 Kali Beraksi, Pelaku Spesialis Jambret Emas di Pekanbaru Ditembak Polisi

Sudah 16 Kali Beraksi, Pelaku Spesialis Jambret Emas di Pekanbaru Ditembak Polisi

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X