Seret Nama Rizieq Shihab hingga Rhoma Irama, Ini Kasus-kasus Hukum yang Terjadi Selama Setahun Pandemi Covid-19

Kompas.com - 02/03/2021, 06:00 WIB
Jerinx menjalani sidang vonis di PN Denpasar, Kamis  (19/11/2020). Kompas.com/ Imam RosidinJerinx menjalani sidang vonis di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020).

5. Bermula unggahan sebut IDI kacung WHO, Jerinx dipenjara

Unggahan Instagram drummer grup Superman Is Dead (SID), I Gede Ari Astina alias Jerinx berujung pada persoalan hukum.

Dalam akun Instagramnya yang diunggah 13 Juni 2020, Jerinx menyebut IDI sebagai kacung Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

"Gara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes Covid-19.

Sudah banyak bukti jika hasil tes sering ngawur kenapa dipaksakan? Kalau hasil tes-nya bikin stres dan memyebabkan kematian pada bayi/ibunya, siapa yang tanggung jawab," tulis Jerinx, di akun Instagramnya.

Baca juga: Tak Terima Jerinx Dipenjara 10 Bulan, Jaksa Ajukan Kasasi

Tak terima dengan unggahan tersebut, IDI Bali melaporkan Jerinx ke Polda Bali pada 16 Juni 2020.

Polisi lalu menetapkan Jerinx sebagai tersangka.Dia pun dijerat dengan Undang-undang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).

Jerinx menjelaskan jika unggahannya itu tak bermaksud menebar kebencian.

"Saya ingin menegaskan sekali lagi saya tak punya kebencian dan niat menghancurkan atau menyakiti perasaan kawan-kawan IDI. Jadi, ini 100 persen sebuah kritikan," kata dia.

Majelis Hakim yang diketuai Ida Ayu Adnya Dewi menyatakan Jerinx bersalah.

Jerinx divonis hukuman satu tahun dua bulan penjara dan denda Rp 10 juta.

Baca juga: Hukuman Jerinx Dipangkas, Jaksa Ajukan Kasasi, Kuasa Hukum Siap Kembali Melawan

"Mengadili, satu menyatakan terdakwa I Gede Ari Astina alias Jerinx tersebut di atas terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian atau permusuhan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas antargolongan sebagaimana dalam dakwaan alternatif pertama penuntut umum," kata hakim, di PN Denpasar, Kamis (19/11/2020).

"Dua, menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, oleh karena itu dengan pidana penjara selama satu tahun dua bulan dan pidana denda Rp 10 juta dengan ketentuan apabila denda tak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan selama satu bulan," lanjutnya.

Vonis yang diputuskan majelis hakim lebih ringan dari tuntutan yang dilayangkan jaksa penuntut umum, yakni tiga tahun penjara.

Pihak Jerinx kemudian mengajukan banding.

Pada putusan tingkat pertama, Jerinx divonis satu tahun dua bulan penjara. Berdasarkan hasil banding, hukuman Jerinx menjadi 10 bulan penjara dan denda Rp 10 juta subsider satu bulan.

"Hasilnya sudah diterima pengadilan, amarnya tetap bersalah dan pidananya menjadi 10 bulan," kata Ketua Pengadilan Negeri Denpasar Sobandi saat dihubungi, Selasa (19/1/2021).

Baca juga: Tanggapan Pengacara Jerinx dan Kejaksaan soal Putusan Vonis Banding

3. Kasus kerumunan fans artis TikTok, manajer hingga pegawai restoran jadi tersangka

salah satu tangkapan layar yang menunjukkan adanya kerumunan dalam jumpa fans artis tik tok asal Solo, Viensboys di salah satu restoran di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/1/2021)Tangkapan layar video salah satu tangkapan layar yang menunjukkan adanya kerumunan dalam jumpa fans artis tik tok asal Solo, Viensboys di salah satu restoran di Kota Madiun, Jawa Timur, Minggu (24/1/2021)
Acara kerumunan fan artik TikTok Viens Boys pada Minggu (24/1/2021) berbuntut persoalan hukum.

Kasus bermula saat video acara jumpa fan itu viral di media sosial (medsos).

Tampak dalam video, para penggemar yang kebanyakan remaja perempuan itu tidak menjaga jarak saat menyaksikan idolanya.

Diketahui peristiwa terjadi di sebuah restoran di Madiun.

Sangat disayangkan lantaran pemerintah sedang menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) ketika acara tersebut berlangsung.

Kasat Reskrim Polres Madiun Kota AKP Fatah Meilana mengatakan telah memeriksa artis TikTok Viens Boys pada Senin (25/1/2021).

Baca juga: Perjalanan Kasus Kerumunan Fan Artis TikTok Viens Boys, Video Viral hingga 2 Pegawai Restoran dan Manajer Jadi Tersangka

"Kami sudah periksa artis dan manajemen artisnya," kata Fatah saat dikonfirmasi Kompas.com, Senin (25/1/2021).

Manajemen dari restoran tempat penyelenggaraan jumpa fan itu juga diperiksa polisi.

Manajer Viens Boys Liony Mayestica meminta maaf telah menimbulkan kegaduhan.

"Kami ingin meminta maaf sedalam-dalamnya kepada Pemerintahan Kota Madiun dan segenap jajarannya, khususnya Bapak Wali Kota - Bapak H Maidi dan Ibu Wakil Wali Kota - Ibu Indaraya yang dibuat repot atas kehebohan yang terjadi pada hari Minggu, 24 Januari yang lalu," kata Liony dalam siaran pers yang diterima Kompas.com, Selasa (26/1/2021).

"Kami datang ke Kota Madiun, bertemu dengan manajemen kami, melakukan meeting internal seputar jadwal dan kegiatan Viens Boys, lalu merujuk ke janjian selanjutnya adalah makan siang bersama teman-teman foodies Madiun di suatu resto di Madiun," sambung dia.

Baca juga: Diduga Menginisiasi Kerumunan, 2 Pegawai Restoran Jadi Tersangka Kasus Jumpa Fan Artis TikTok ViensBoys

Kasat Reskrim Polres Madiun, AKP Fatah Meliana akhirnya menetapkan tiga orang menjadi tersangka.

Tiga orang tersebut adalah dua pegawai restoran I Club berinisial BI dan RMA, serta satu orang manajer Viens Boys berinisial LM. Mereka dianggap sebagai inisiator.

Polisi menemukan alat bukti yang meyakinkan untuk menetapkan ketiganya menjadi tersangka.

“Dari penyidikan yang kami lakukan, Polres Madiun Kota telah menetapkan tiga tersangka yakni BI, RMA, dan LM,” kata Fatah saat dikonfirmasi, Selasa (9/2/2021).

Sumber: Kompas.com (Penulis :Afdhalul Ikhsan, Imam Rosidin, Muhlis Al Alawi | Editor : Dheri Agriesta, Aprilia Ika, Farid Assifa, Khairina, Dony Aprian, Teuku Muhammad Valdy Arief, Abba Gabrilin, David Oliver Purba, Robertus Belarminus)

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kronologi Dua Napi Tewas Dikeroyok di Dalam Lapas, Gegara Dituduh Punya Ilmu Santet

Kronologi Dua Napi Tewas Dikeroyok di Dalam Lapas, Gegara Dituduh Punya Ilmu Santet

Regional
Seorang Pria Tanam 50 Batang Ganja di Kebun Cabai, Terancam 20 Tahun Penjara

Seorang Pria Tanam 50 Batang Ganja di Kebun Cabai, Terancam 20 Tahun Penjara

Regional
Plt Wali Kota Tasikmalaya: Tahun Ini Terpaksa Masjid Agung Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Plt Wali Kota Tasikmalaya: Tahun Ini Terpaksa Masjid Agung Tak Gelar Shalat Idul Fitri

Regional
3.528 Ruang Karantina Disiapkan untuk Pemudik di Jabar

3.528 Ruang Karantina Disiapkan untuk Pemudik di Jabar

Regional
Dituduh Miliki Ilmu Hitam, Dua Napi Lapas Merauke Tewas Dikeroyok

Dituduh Miliki Ilmu Hitam, Dua Napi Lapas Merauke Tewas Dikeroyok

Regional
Sempat Dikira Bunyi Kipas Angin, Rumah Darkimah Ternyata Dibakar Mantan Suami, Ini Penyebabnya

Sempat Dikira Bunyi Kipas Angin, Rumah Darkimah Ternyata Dibakar Mantan Suami, Ini Penyebabnya

Regional
Mengaku Polisi, Pria yang Ancam Tembak Seorang Pengendara Motor: Saya Khilaf

Mengaku Polisi, Pria yang Ancam Tembak Seorang Pengendara Motor: Saya Khilaf

Regional
Cerita Satpol PP Perempuan Diculik Pacar, Niat Dapat Restu Ibu, Pelaku Sempat Diamankan Polisi

Cerita Satpol PP Perempuan Diculik Pacar, Niat Dapat Restu Ibu, Pelaku Sempat Diamankan Polisi

Regional
Menyoal Bocornya Soal Ujian Akhir SMP di Jember, Beredar di WhatsApp hingga DPRD Turun Tangan

Menyoal Bocornya Soal Ujian Akhir SMP di Jember, Beredar di WhatsApp hingga DPRD Turun Tangan

Regional
'Kekaisaran Sunda Nusantara Tidak Ada Hubungannya dengan Sunda Empire'

"Kekaisaran Sunda Nusantara Tidak Ada Hubungannya dengan Sunda Empire"

Regional
[POPULER NUSANTARA] Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang | Klinik Jadi Tempat COD Alat Rapid Test Ilegal

[POPULER NUSANTARA] Pemudik Motor Terobos Pos Penyekatan di Karawang | Klinik Jadi Tempat COD Alat Rapid Test Ilegal

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Kota Palangkaraya Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Bengkulu Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Yogyakarta Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 9 Mei 2021

Jadwal Imsak dan Buka Puasa di Semarang Hari Ini, 9 Mei 2021

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X