4 Tersangka Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang Ditahan, Ini Alasan Penyidik

Kompas.com - 01/03/2021, 21:19 WIB
Tersangka kredit macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang ditahan di Rutan Kejati Jatim Senin (1/3/2021). KOMPAS.COM/ACHMAD FAIZALTersangka kredit macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang ditahan di Rutan Kejati Jatim Senin (1/3/2021).

SURABAYA, KOMPAS.com - Penyidik bidang pidana khusus Kejaksaan Tinggi Jawa Timur memutuskan menahan empat tersangka kasus kredit macet Bank Jatim cabang Kepanjen, Malang, yang merugikan negara lebih dari Rp 100 miliar, Senin (1/3/2021) sore.

Keempatnya ditahan di Rumah Tahanan Cabang Kejaksaan Tinggi Jawa Timur usai pemeriksaan pukul 16.00 WIB.

Baca juga: 2 Orang Dilantik sebagai Sekda Papua dalam Sehari, Dance Flassy: Pelantikan Saya Disetujui Gubernur

Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejaksaan inggi Jawa Timur Anggara Suryanagara menjelaskan, penyidik mengantisipasi tersangka melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

"Penyidik memiliki alasan subyektif dan obyektif dalam menahan tersangka. Seperti tersangka dikhawatirkan melarikan diri atau menghilangkan barang bukti," kata Anggara di Surabaya, Senin.

Mereka yang ditetapkan sebagai tersangka di antaranya pejabat Bank Jatim Cabang Kepanjen, MRY dan penyelia kredit Bank Jatim cabang Kepanjen, EFR.

Lalu, dua pihak swasta penerima kredit yakni DB dan AP.

Modus para tersangka mengajukan kredit kepada Bank Jatim cabang Kepanjen melalui 10 kelompok masyarakat.

"Pejabat bank Jatim bekerja sama dengan debitur untuk memproses pengajuan kredit, padahal secara administrasi kredit yang diajukan tidak memenuhi syarat kredit yang ditetapkan," terangnya.

Baca juga: Kasus Kredit Macet Bank Jatim Cabang Kepanjen Malang, Kerugian Ditaksir Rp 100 Milliar

Syarat dimaksud adalah pihak debitur mengajukan nama-nama orang lain sebagai debitur. Meski begitu, dengan bantuan tersangka pimpinan bank, pengajuan kredit tersebut bisa dicairkan.

"Akibatnya, kredit tidak terbayar dan oleh Bank Jatim ditetapkan sebagai kredit macet. Ini yang menyebabkan kerugian negara," jelasnya.



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Ramadhan di Padang: Karaoke hingga Diskotek Harus Tutup, Jika Nekat Buka Denda Mulai Rp 50 Juta

Regional
Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Pasca-banjir Bandang NTT, Bandara Umbu Mehang Kunda di Sumba Timur Sudah Dibuka Kembali

Regional
Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Mengenal Meugang, Tradisi Unik Jelang Ramadhan, Eratkan Kebersamaan Melalui Daging Sapi

Regional
Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Kakek 75 Tahun di Tulungagung Selamat dari Reruntuhan Rumahnya Saat Gempa

Regional
Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Dikira Diculik, Ternyata Kepala SMPN 1 Beoga Sembunyi di Semak-semak Saat Ditembaki KKB

Regional
Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Jemaah An Nadzir Gowa Mulai Puasa Ramadhan Hari ini

Regional
Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Bocah 9 Tahun di Padang Pariaman Dicabuli Ayah Tiri Saat Ibunya Terlelap

Regional
Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Tercatat 9 Kali Gempa Susulan di Malang, Ini Penjelasan BMKG

Regional
Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Kota Malang dan 12 Nama Julukannya, dari Paris Van East Java hingga Kota Susu

Regional
'Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan'

"Saya Melihat Jatuhan Biji-biji Es Sebesar Kedelai, Keponakan Saya Malah Ketakutan"

Regional
Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Echa Si Putri Tidur Asal Banjarmasin Akhirnya Bangun Setelah 9 Hari Terlelap

Regional
Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning di Samarinda: Saya Tak Tahu Artis Itu

Disebut Mirip Lee Min Ho, Penjual Nasi Kuning di Samarinda: Saya Tak Tahu Artis Itu

Regional
Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa Ramadhan Senin Besok, Shalat Tarawih Malam Ini

Tarekat Naqsabandiyah Sumbar Mulai Puasa Ramadhan Senin Besok, Shalat Tarawih Malam Ini

Regional
Oknum Anggota Brimob Diduga Selingkuh dengan Dokter Istri Polisi, Ini Faktanya

Oknum Anggota Brimob Diduga Selingkuh dengan Dokter Istri Polisi, Ini Faktanya

Regional
Asal-usul Kota Malang, dari Malangkucecwara hingga Perlawanan Rakyat pada Sunan Mataram

Asal-usul Kota Malang, dari Malangkucecwara hingga Perlawanan Rakyat pada Sunan Mataram

Regional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X